Sebagai Kota
lama dengan banyak penduduknya yang beretnis Tionghoa, di Kota Surabaya banyak
terdapat kawasan Pecinan dengan
bangunan Kuno-nya. Salah satunya
adalah bangunan berbentuk Kelenteng yang bernama Kelenteng Hong Tiek Hian.
Kelenteng Hong Tiek Hian berada di Jalan Dukuh yang menjadikannya juga dikenal sebagai Kelenteng Dukuh. Konon , kelenteng ini konon merupakan kelenteng yang tertua di Kota Surabaya dan dibangun oleh Pasukan Tar-Tar yang melakukan ekspedisi ke Nusantara ketika Khu Bilai Khan berkuasa
Lokasi kelenteng ini tak jauh ke arah timur dari kawasan Jembatan Merah yang legendaris. Tepat berada di tepi Jalan raya yang padat lalu lintas. Karena tak memiliki halaman kosong yang cukup luas, di kelenteng ini tak ada tempat khusus untuk Parkir kendaraan.
Kelenteng Hong Tiek Hian terdiri dari dua bangunan utama
yang dipisahkan oleh seruas gang kampung yaitu Gang Dukuh II dengan gerbang
gang yang berbentuk Khas bangunan ala
Tiongkok.
Di bagian belakang pada sebelah kanan Gerbang gang ini terdapat ornament-ornamen dengan bentuk dan warnananya yang menarik.
Memasuki bangunan utama kelenteng yang berada di sebelah selatan terdapat ruangan yang cukup luas dengan penerangan yang temaram.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Break
Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung
KLIK Link
di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
=================================================================
OLeh-oleh Khas Tuban
Play Group Hidayatullah - Tuban
Taman Kanak-Kanak Integral Hidayatullah - Tuban
Play Group Hidayatullah - Tuban
Taman Kanak-Kanak Integral Hidayatullah - Tuban
Atraksi Kekuatan Ala Samson Di Tuban
Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban
Novi Wulandari - Lamongan, Peringkat 2 - NUN 2012
Mushola Unik Di Dalam Gua Akbar
Pantai Sowan Yang Indah dan Alami
Rumah Serangga Di Lamongan
Meraup Kesegaran Alami Di Pemandian Bektiharjo
Iklan Pajak Keliru Ala Tuban
Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio
Wanita Mini 75 cm dari Tuban
Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban
Novi Wulandari - Lamongan, Peringkat 2 - NUN 2012
Mushola Unik Di Dalam Gua Akbar
Pantai Sowan Yang Indah dan Alami
Rumah Serangga Di Lamongan
Meraup Kesegaran Alami Di Pemandian Bektiharjo
Iklan Pajak Keliru Ala Tuban
Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio
Wanita Mini 75 cm dari Tuban
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio
Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Di ruangan yang didominasi warna coklat tua dan merah tua ini terdapat beberapa altar persembahan dengan berbagai ornament khas kelenteng yang tampak klasik dan artistik.
Tiap-tiap altar itu untuk memuja dan menghormati dewa yang berbeda.
Selain itu juga terdapat meja dan etalase yang menyediakan berbagai peralatan dan perlengkapan untuk beribadah bagi umat kelenteng.
Sedangkan bangunan utama kelenteng sebelah utara juga terdapat altar yang cukup besar.
Yang menarik, bangunan ini di bagian depannya dijaga dua arca dewa dengan tirai berwarna merah di bagian atasnya.
Pada tirai itu terdapat hiasan tulisan dalam huruf China yang diapit oleh sepasang naga berwarna emas.
Tepat di belakang pintu masuk ruangan ini di pada sebelah kanan dan kirinya terdapat beberapa arca malaikat dalam tradisi dan budaya Tionghoa dengan deretan lilin yang panjang dan besar. Penerangan dalam ruangan ini juga tampak temaram.
Berada di kelenteng ini
bau dan asap dupa tampak
senantiasa menguar di sekitarnya.
Pada hari-hari tertentu, di kelenteng Hong Tiek Hian ini ditampilkan pentas kesenian Wayang Potehi dengan berbagai kisahnya.
Pada hari-hari tertentu, di kelenteng Hong Tiek Hian ini ditampilkan pentas kesenian Wayang Potehi dengan berbagai kisahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar