Tampilkan postingan dengan label Kelenteng Kwan Sing Bio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelenteng Kwan Sing Bio. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2012

Makna Ornamen Satwa Di Kelenteng Kwan Sing Bio


Kelenteng Kwan Sing Bio adalah merupakan tempat peribadatan umat Tri Darma  yaitu Budha, Konghucu dan Tao.  Sesuai dengan namanya, Kelenteng ini digunakan untuk menghormati dan memuja Dewa Kwan Kong.


Disamping dipuja sebagai lambang kesetiaan dan kejujuran, Kwan Kong dipuja sebagai Dewa Pelindung Perdagangan, Dewa Pelindung Kesusastraan dan Dewa Pelindung rakyat dari malapetaka peperangan yang mengerikan. Julukan Dewa Perang sebagai umumnya dikenal dan dialamatkan kepada Kwan Kong, harus diartikan sebagai Dewa untuk menghindarkan peperangan dan segala akibatnya yang menyengsarakan rakyat, sesuai dengan watak Kwan Kong yang budiman.

Kelenteng  Kwan Sing Bio ini berada di Jl. Raya  R.E. Martadinata  - Tuban, Jawa Timur. Tepat di tepi jalan raya utama Semarang – Surabaya dengan Pantai utara Jawa  di seberangnya.
Tak beda dengan kelenteng lainnya di nusantara, kelenteng ini juga didominasi warna merah, kuning dan hijau yang mencolok. Asap dan bau dupa senantiasa menguar dari dalam kelenteng.

Ada banyak hal yang menarik pada kelenteng ini.  Selain dikenal sebagai kelenteng terindah dengan lahan yang terluas di Indonesia, juga karena kelenteng inilah satu-satunya kelenteng yang menggunakan  ornamen berbentuk kepiting di gerbang dan puncak bangunan sebagai ciri khasnya. Menajdi salah satu destinasi wisata di Tuban.
Tak hanya ada ornament berwujud kepiting saja yang bisa dijumpai di kelenteng Kwan Sing Bio ini. Tetapi juga ada ornamen-ornamen  berwujud satwa lainnya dalam bentuk patung dan relief yang terdapat pada beberapa bagian bangunan kelenteng.

Tak hanya befungsi sebagai penghias bangunan saja, ornament-ornamen itu ternyata dipercaya oleh umat kelenteng tersebut memiliki makna simbolis tersendiri  tentang nilai-nilai kehidupan dalam budaya dan warga Cina.


Ornamen-ornamen satwa di kelenteng Kwan Sing Bio  itu antara lain :




1.       Kepiting :
Selain untuk mengenang asal muasal lokasi kelenteng Kwan Sing Bio ini yang dulunya merupakan daerah tambak dengan banyak terdapat kepiting, ornament kepiting ini ternyata bermakna melindungi kelenteng dari roh-roh jahat.






2.      Naga ( Lung ), menggambarkan kemakmuran , keperkasan dan dan kekuatan yang menajaga dan mengawasi manusia serta jagad raya.Naga itu sendiri ada tiga macam yaitu Naga Langit, Naga Bumi dan Naga Air.  Dipercaya, naga-naga utama itulah yang menjaga empat laut yang mengelilingi bumi.



 

3.       Singa melambangan keberuntungan serta pelindung dari berbagai pengaruh jahat.


4.       Kuda ( Ma ), melambangkan kecepatan, kekuatan, keberanian dan perjalan kehidupan manusia dari kehidupan yang lama menuju kehidupan yang baru.



5.       Kelelawar, melambangkan keberuntungan, kebahagiaan dan panjang umur.



6.       Rusa, melambangkan keabadian dan kesucian, panjang umur dan melambangkan Dewa Kehidupan.

7.       Burung  Phoenix ( Feng ) , melambangkan kemakmuran, membawa nasib baik dan melawan kejahatan.


8.       Burung Bangau, melambangkan panjang umur.
 


9.    Kuda Bertanduk atau Kili ( Unicorn ) , melambangkan kebaikan dan kebijakan yang seharusnya terpancar antara manusia dan penciptanya.



10. Ikan , melambangkan Rezeki dan Berkah

  

Ternyata, ornamen-ornamen satwa di kelenteng Kwan Sing Bio Tuban ini tak hanya sekedar  penghias bangunan  semata.


Di satu sisi ada banyak  makna  di dalamnya yang melambangkan nilai-nilai  kehidupan. Di sisi lain adanya ornamen-ornamen satwa itu tentu semakin menambah indah dan semaraknya Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Rabu, 29 Februari 2012

Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban

Kelenteng Kwan Sing Bio didominasi warna merah, kuning dan hijau yang terang pada bangunannya dengan banyak hiasan berbentuk Naga,lampion dan lilin berbagai ukuran. Dan tentu saja bau Dupa dan Hio yang senantiasa menguar dari dalam kelenteng.


 Kelenteng Kwan Sing Bio berada di Jalan Raya R.E. Martadinata , Tuban – Jawa Timur.


Cukup mudah menuju ke kelenteng ini karena lokasinya yang berada di tepi jalan raya utama jalur Pantai Utara Jawa dengan banyak angkutan umum yang melintasinya.


Kelenteng Kwan Sing Bio menganut ajaran Tri Dharma yaitu Budha, Tao dan Konghucu dengan pemujaan pada dewa utamanya yaitu Dewa Kwan Kong. Selaras dengan arti nama Kwan Sing Bio yang berarti kelenteng untuk memuja dan menghormati Dewa Kwan Kong.

Sebelum memasuki kelenteng Kwan Sing Bio, sebuah gerbang dengan bentuk khasnya dan ada replika hewan Kepiting akan menyambut pengunjung kelenteng. Di Indonesia, hiasan kepiting itu konon cuma ada di kelenteng ini.


Hiasan kepiting yang seolah menjadi Ikon Kelenteng Kwan Sing Bio itu ternyata berkaitan dengan sejarah awal kelenteng yang diperkirakan dibangun pada abad 18 ini. Karena dulunya , lokasi dibangunnya kelenteng ini adalah daerah tambak dengan banyak hewan kepiting hidup dan berkembang biak di sekitarnya.


Tak hanya itu, hewan kepiting itu ternyata juga bermakna simbolis karena dipercaya dapat memberi perlindungan pada kelenteng dan umatnya dari pengaruh unsur-unsur jahat sekaligus mengusirnya. Makna-makna simbolis tentang nilai-nilai kehidupan itu juga terdapat pada banyaknya hiasan satwa pada beberapa bagian bangunan kelenteng baik yang berupa relief, patung, lukisan dan sebagainya.


Sekitar 5 meter tepat di belakang gerbang, bangunan utama kelenteng Kwan Sing Bio berdiri dengan anggunnya. Di bagian depan kelenteng dan di dalam bangunan utama pada sebelah kanan dan kiri pintu masuk terdapat sepasang patung singa dengan posisi duduk . Patung singa ini juga bermakna simbolis sebagai kekuatan dan penjaga kelenteng.


Di bagian atas pintu masuk kelenteng terdapat lukisan kelelawar. Satwa pemakan buah-buahan ini bermakna membawa keuntungan, kebahagiaan dan panjang umur. Sedangkan di bagian atap kelenteng di bagian depan terdapat hiasan sepasang naga ( Lung ) dengan bola apinya. Hewan pada mitologi Tionghoa  ini dipercaya melambangkan kesuksesan, kekuatan dan kemakmuran.


Bangunan utama Kelenteng Kwan Sing Bio terbagi menjadi 3 bagian Ruangan dengan banyak petugas kelenteng yang hilir mudik membantu keperluan umat kelenteng. Ruangan yang pertama di bagian depan untuk membakar dupa dan hio dengan terdapat banyak lilin berbagai ukuran .



Di ruangan ini sambil membakar dupa atau hio, umat kelenteng bersembahyang dengan menghadap utara, ke arah laut. Sedangkan di ruangan yang kedua yang berada di bagian tengah digunakan untuk melakukan sembahyang dan juga menaruh beraneka Buah persembahannya.

  
 Untuk ruangan ketiga yang terdapat di bagian belakang inilah terdapat Arca Dewa Kwan Kong dan arca dewa-dewa lainnya yang Dikeramatkan. Umat dan pengunjung kelenteng dilarang keras untuk memotret ruangan ini dengan segala isinya.


Di depan arca Dewa Kwan Kong inilah biasanya umat atau pengnjung kelenteng melakukan ritual jiam sie untuk berbagai keperluan seperti kelancaran usaha, kesehatan dan pengobatan atau sekedar untuk menerawang peruntungan dan nasib pada karir, jodoh dan sebagainya.


Kompleks kelenteng Kwan Sing Bio memiliki luas areal sekitar 4-5 hektar dengan berbagai bangunan dan fungsi, yang menjadikan kelenteng ini dikenal sebagai kelenteng yang paling besar dan luas di Indonesia. Di bagian barat kelenteng terdapat ruangan untuk pembaca jiam sie, kantor, berlatih barongsai dan liang-liong,dan stand souvenir.


Sedangkan di bagian timur terdapat ruangan dengan altar untuk persembahyangan dan di dalamnya terdapat pajangan seekor harimau yang telah diawetkan. Ada juga panggung mini untuk pementasan kesenian wayang potehi.


Di belakang bangunan utama kelenteng terdapat taman yang disebut Taman Dua Naga karena disana terdapat patung sepasang naga.


Yang menarik, di belakang taman itu terdapat bangunan Sembilan Gada Suci untuk menyimpan bendera dan panji-panji, barongsai, dan liang-liong khusus untuk persembahyangan dan pemujaan Dewa Kwan Kong.


Di dalam ruangan yang berkaca ini juga terdapat patung Dewa Kwan Kong yang berukuran cukup besar. Sementara di bagian luarnya pada sebelah kanan-kiri dan depan terdapat patung-patung para tokoh pembesar dalam sejarah dan legenda Tiongkok . Patung-patung itu ditampilkan dengan penggarapan pada ekspresi, detail dan warna yang cukup bagus dan menarik.


 Di belakang bangunan Sembilan Gada Suci terdapat ruangan semacam aula yang cukup luas dengan relief-relief berisi kisah legenda China yang berukuran cukup besar pada dinding di bagian barat dan timur.Salah satu relief itu berkisah tentang Legenda Delapan Dewa ( Pat Sien )

Melangkahkan kaki keluar dari ruangan ini di bagian belakangnya terdapat halaman yang sangat luas. Di halaman inilah terdapat bangunan yang cukup megah laksana istana kaisar China lengkap dengan gerbang, taman , kolam dan jembatan penghubung . Bangunan yang cukup menarik dan artistik ini digunakan sebagai panggung terbuka untuk pentas kesenian ala China.

 

Banyak pengunjung yang masuk ke bangunan ini untuk menikmati keindahannya sambil tak lupa berfoto ria. Di sebelah barat terdapat bangunan yang berfungsi sebagai tempat makan dan dapur umum. Siapapun dan kapan pun boleh makan disana secara gratis dengan jenis makanan yang disediakan oleh pihak kelenteng.


Di belakang bangunan panggung kesenian ini terdapat bangunan bertingkat yang besar dan megah dengan hiasan kepiting di bagian atasnya . Seolah belum lengkap, di kompleks kelenteng ini juga menyusul akan dibangun Pagoda Sembilan Lantai yang sangat megah.


Selain Relief dan patung naga dan singa ,pada beberapa bagian bangunan di kelenteng juga terdapat relief  dan Ornament bergambar burung phoenix ( Feng ), kuda bertanduk atau Unicorn ( Kili ), kuda ( Ma), rusa, bangau dan harimau dan satwa lainnya dengan arti filosofisnya masing-masing.
 

Kelenteng Kwan Sing Bio sering digunakan sebagai tempat untuk ritual Ciswak atau Fung Shen .  Keduanya adalah ritual untuk membuang sial bagi orang yang sedang bermasalah pada kehidupannya atau yang merasa shio-nya jiong ( bertentangan) dengan tahun baru Imlek 2563 yang bershio naga air.

 
Kedua ritual itu dilakukan dengan membeli seekor atau beberapa ekor Penyu atau kura-kura dan menuliskan doa-doa dan nama yang bersangkutan pada tempurung (karapas) penyu atau kura-kura dalam huruf Cina. Bisa juga dengan melepaskan Burung-burung kecil. 


Ritual dilakukan di halaman kelenteng oleh petugas pembaca Jiam sie. Setelah dibacakan doa oleh pembaca jiam sie, Penyu, kura-kura dan burung-burung itu kemudian dilepaskan terbang ke alam bebas. Lepasnya penyu, kura-kura atau burung itu ke alam bebas diharapkan lepas pula permasalahan dan kesulitan yang dialami oleh yang bersangkutan.


Sebuah ritual dan tradisi China yang menambah pesona dan daya tarik Kelenteng Kwan Sing Bio sebagai tempat ibadat dan destinasi wisata Tuban.

Free Trial 41.000 Movies  + TV  Episode = Amazon Prime 

======================================================================

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================





 ====================

===============

Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :