Tampilkan postingan dengan label Wisata Tuban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Tuban. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

Ribuan Ekor Ikan Dan Kelelawar di Gua Ngerong

Sungai dengan banyak hilir mudik ikan di aliran airnya tentu menggoda minat untuk mengambilnya dengan cara memancing, menjala,atau bahkan dengan memberi potas.


Namun hal itu tidak berlaku di Gua Ngerong.Karena walau di sungainya banyak terdapat ribuan ekor ikan berbagai jenis dan ukuran, tak ada seorang pun yang berani mengusik keberadaan ikan-ikan itu karena dikeramatkan oleh warga setempat.


Bila ada yang berani melanggar pantangan itu, sangat diyakini orang itu akan segera mendapat musibah. 

Hanya ikan-ikan yang melewati daerah batas jembatan yang diijinkan untuk diambil oleh warga dan dikonsumsi. Mitos ini seolah menjadi pagar betis alami yang melindungi kelestarian ikan-ikan itu. Itulah daya tarik wisata Gua Ngerong yang ada di Desa Rengel Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban – Jawa Timur, sekitar 28 km arah tenggara dari pusat kota rengel . Sangat mudah untuk menuju ke lokasi Gua Ngerong sangat mudah karena berada di dekat jalan raya utama yang dilalui banyak angkutan umum.

Tiket masuk Gua Ngerong Rp 3000 per orang belum termasuk karcis parkir untuk kendaraan. Di Gua Ngerong ini terdapat sungai yang mengalir tenang dan berkedalaman 1,5 meter. Sungai itu dinaungi pepohonan besar dan rindang dari berbagai jenis dengan berbapa bagian akarnya saling menempel, berjuntai dan menggantung di tebing batu . Aliran sungai berasal dari mata air yang terdapat di dalam Gua Ngerong. 

Gua Ngerong yang lubangnya berdiameter 5 meter itu sendiri sudah tampak bentuk luarnya ketika dipandang dari gerbang masuk yang berjarak sekitar 80 meter. Banyak warga yang beraktifitas di sungai itu seperti berenang, mencuci atau sekedar bercengkerama dan bercengkerama satu sama lainnya di tepi sungai 

Di sungai itulah ikan-ikan yang hidup di aliran sungai Gua Ngerong itu hidup dan berkembang biak dengan lestari. Beberapa diantaranya adalah jenis ikan Nila, mujair, gurami, dan lele . Rata-rata ukurannya sebesar tapak tangan orang dewasa. Bahkan untuk jenis ikan lele yang berwarna coklat dan putih itu ada yang berukuran cukup besar.Panjangnya ada yang seukuran lengan tangan orang dewasa. 

Yang menarik, pengunjung Gua Ngerong bisa memberi makan ikan-ikan itu dengan pakan yang banyak dijual di sekitar lokasi. Pakan itu cukup unik sederhana dan unik karena berupa ‘ klenteng ‘ ( biji Randu ) , roti dan jagung brondong yang dijual dengan harga Rp 500 – Rp 2000 per bungkus. 

Pengunjung tinggal menyebarkan klenteng, roti atau jagung brondong itu ke sungai. Dalam hitungan detik saja akan segera tampak ribuan ekor ikan segera mendekati dan saling merebut pakan. Dalam hitungan detik, pakan itu pun sudah berpindah ke perut ikan. Entah apa sebabnya dan bagaimana mulanya ikan-ikan di Gua Ngerong itu sangat suka dan rakus diberi pakan berupa klenteng. Konon , dulu di sekitar Gua Ngerong banyak terdapat pohon randu. Ketika buah randu telah kering dan menebarkan biji-bijinya ke sungai, menjadikan ikan-ikan itu terbiasa memakannya. 

Bisa jadi juga karena tingginya kandungan nutrisi dan minyak yang terdapat pada biji klenteng atau karena faktor lainnya. Ikan-ikan itu juga rakus memakan daun-daunan yang lunak seperti daun pepaya, daun kangkung daun singkong dan daun talas yang biasanya juga dibawa dan diberikan oleh pengunjung.


Khusus untuk ikan lele itu lebih suka dan berebut pakan jika pakan yang diberikan adalah jagung brondong atau roti. Laksana bisa bersikap toleransi, ikan Lele itu tidak tampak mendekat dan berebut pakan jika pakan yang diberikan itu berupa kelenteng. 


Tak hanya ikan, di Gua Ngerong juga dihuni beberapa ekor bulus ( semacam penyu ) berwarna putih jenis Chitra chitra .Bulus-bulus itu mempunyai nama unik seperti Sanggem, Poleng dan Menik yang tinggal dan bersembunyi di dalam gua. Uniknya, satwa berkarapas (bertempurung keras) itu bisa mendekati pengunjung jika dipanggil namanya dan diberi pakan berupa roti. 


Namun untuk memanggil bulus-bulus itu butuh kesabaran tersendiri. Tak jarang ketika bulus-bulus itu sudah berenang dan mendekati pengunjung yang memberi pakan roti, entah kenapa bulus-bulus itu seakan balik kucing dengan berrenang dan bersembunyi lagi ke dalam Gua Ngerong. 



Tak hanya itu saja keunikan dan daya tarik Gua Ngerong. Memandangnya dari kejauhan, tampak dinding Gua Ngerong berwarna hitam di beberapa bagiannya. Ternyata warna hitam itu adalah warna ribuan ekor kelelawar jenis Rousettus sp dan Rhinolopus sp. yang hidup berkoloni dan bergelantungan di dinding gua. 


Riuh suara gemericit ribuan kelelawar di dinding gua berpadu dengan suara kecipak air ribuan ekor ikan di sungai yang ada di bagian bawahnya laksana paduan suara orkestra alami. Karena dihuni oleh banyak kelelawar yang membuang kotoran di berbagai tempat, membuat lokasi wisata ini berbau kotoran kelelawar yang khas dan menyengat. Bahkan cukup sering terjadi kotoran dari kelelawar yang hilir mudik berterbangan itu jatuh menimpa pengunjung yang ada di bawahnya. 


Gua Ngerong dengan segala keunikan dan misterinya ini menarik banyak perhatian dari berbagai pihak untuk melakukan penelitian dengan masuk ke dalam gua.Diantaranya adalah Klub penelusuran gua Garbhabhumi dari Jakarta yang dibentuk oleh Norman Edwin (almarhum). Pada tahun 1980an mereka melakukan penelitian dengan masuk ke dalam gua dengan menyusuri lorong-lorong gua melalui sungai Gua Ngerong dan melawan arus sungai. 


Pada tahun 2002 , Cahyo Rahmadi, peneliti bidang Zoologi dari Puslit Biologi – LIPI juga pernah mengadakan penelitian di Gua Ngerong yang memfokuskan penelitian pada satwa Arthtropoda yang hidup di Gua Ngerong. Beberapa tahun lalu Gua Ngerong ini juga pernah menjadi bahan liputan utama dua acara telivisi swasta yaitu Expedition - Metro TV dan Jejak Petualang - Trans 7. Sayangnya , justru dari pihak pemerintah daerah setempat yang tidak terdengar kiprahnya untuk melakukan penelitian secara khusus pada Gua Ngerong dan mempublikasikan hasil penelitiannya.

Penelitian itu penting untuk dilakukan karena banyak pengunjung yang ingin tahu apa dan bagaimana kondisi yang ada di dalam gua Ngerong beserta segala misterinya.Gua Ngerong memang sangat menarik untuk dikunjungi. Disana kita bisa menjumpai harmoni kehidupan alam antara manusia, satwa dan flora.  


Free Trial 41.000 Movies  + TV  Episode = Amazon Prime 

======================================================================

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================





 ====================

===============

Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :



Kamis, 01 Maret 2012

Pesona Kesegaran Banyu Langse Tuban

Banyu Langse adalah ‘ grajagan ‘ atau  Air Terjun  yang berada di Desa Boto , Kecamatan Semanding. Sekitar 10 km arah barat daya dari kota Tuban, Jawa Timur.

Berupa wisata alam air terjun yang cukup indah dengan suasana dan pemandangan khas alam pedesaan dengan perbukitan kapurnya.


Untuk menuju ke sana sebenarnya cukup mudah karena akses Jalan yang sudah beraspal. Namun tiadanya angkutan umum yang menuju dan melewati Banyu Langse , rasanya susah juga untuk kesana bila tidak dengan menggunakan kendaraan sendiri. Dari Kota Tuban jaraknya sekitar 8 km arah Barat daya. Ada tiga rute untuk menuju ke Banyu Langse .

 
 Rute yang pertama dengan masuk melalui perempatan Masjid Al Falah yang berada di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo. Rute yang kedua dengan masuk dari pertigaan dekat SMP Negeri 4 dan rute yang ketiga masuk dari perempatan dekat Kompleks Perumahan Semen Gresik Tuban .
  Selama perjalanan, hamparan sawah atau kebun dengan aktifitas para petaninya bisa dijumpai. Sawah atau kebun itu umumnya hanya ditanami dengan padi, jagung, kedelai atau kacang tanah sesuai dengan musim tanamnya. Selain itu juga bisa menjumpai beberapa warga yang tengah membatik atau menjemur kain batik yang beraneka warna hasil pekerjaan membatik mereka.


Melihat warna kain batik itu, sepintas orang akan berpikir bahwa kain itu mirip dengan kain Batik Gedog yang khas Tuban. Namun jika mencermati kain itu, baru terlihat perbedaannya karena motifnya yang lebih sederhana, lebih mudah dan lebih besar ukuran gambar atau polanya. Kurang dari sejam, perjalanan pun sampai di Desa Boto. Tepat di tepi Jalan raya ada pertigaan jalan kecil dengan penanda papan kayu berukuran cukup kecil bertuliskan Gang Air Langse. Di pertigaan itu kemudian belok kiri sejauh sekitar 200 meter, akhirnya sampai juga di Banyu Langse.
 

Sayang tak ada tempat khusus untuk penitipan kendaraan sehingga biasanya pengunjung menitipkan kendaraannya di rumah warga setempat. Atau bisa juga membawanya menuju ke dekat lokasi tapi medannya cukup susah juga. Menyusuri jalan setapak sekitar 100 meter dengan aliran sungai di tepinya itu, sampailah pada kawasan utama Banyu Langse yang terdapat tiga air terjun yang berukuran cukup mini namun tetap indah dan menarik. Air terjun itu masing-masing berketinggian 10-20 meter dengan bentuk dan keindahannya pola airnya tersendiri.

Air terjun yang pertama seolah berada pada tumpukan tiga Batu Besar berbentuk bulat dengan formasi dua batu di bagian bawah dan satu batu di bagian atas. Dari atas batu itu mengalir air cukup deras yang kemudian menyebar di batu bagian bawahnya laksana lembaran tirai yang terbuka. Di bagian bawah air terjun ini biasanya digunakan oleh warga setempat untuk bermandi ria. Mereka biasanya naik ke batu di atas air terjun kemudian melompat dan menceburkan diri ke aliran sungai di bawahnya yang berkedalaman sekitar 5 meter.

   
Ada juga yang bermain-main dulu dengan bergelantungan di ranting pucuk pohon bambu yang menjuntai dekat air terjun sebelum menceburkan diri. Tak jauh dari air terjun yang pertama ini terdapat air terjun yang berikutnya yang bentuknya seperti air terjun yang berundak karena seolah bersusun dan bertingkat dengan batu-batu besarnya. Untuk melihat air terjun yang kedua ini dengan panorama yang indah dan leluasa, sebaiknya pengunjung meniti sebuah batu besar yang ada di dekat rumpun bambu. Di atas batu besar yang cukup datar itulah kita bisa menikmati pemandangan air terjun berundak ini yang indah dan menawan.

Dari air terjun yang kedua ini dan kemudian menyeberanginya dengan melangkahkan kaki di batu-batu sungai yang besar, pengunjung bisa menujumpai lagi air terjun yang berundak. Namun air terjun berundak yang ketiga ini lebih rendah dan lebih kecil ukurannya dibanding dengan air terjun lainnya di Banyu Langse. Tentu saja untuk menyeberangi dan melangkahkan kaki di batu-batu sungai itu harus tetap dengan hati-hati karena cukup licin dan selama arus sungainya tidak terlalu deras.
 
 
Waspada juga karena pada musim hujan seperti saat ini, di lokasi ini sering terjadi banjir kiriman yang cukup deras dari aliran sungai yang ada di atas kawasan Banyu Langse. Kawasan Banyu Langse dengan pesona keindahan air terjunnnya ini sering digunakan sebagai lokasi untuk foto Pre Wedding dengan tema foto alam pedesaan atau kembali ke alam . Demi hasil foto yang optimal dan sesuai dengan tema, tak jarang pasangan kekasih yang berfoto ria itu melengkapi diri dengan busana ala warga pedesaan dan berbasah-basah ria di Banyu Langse. Sering juga kegiatan perkemahaan dan kepecintaalaman diadakan di sekitar Banyu Langse .

Sayang, rimbunnya Pepohonan dan banyaknya rumpun bambu di Banyu Langse menjadikan kawasan ini terasa cukup membuat bulu kuduk merinding. Apalagi warga setempat sangat meyakini cerita siluman Kelabang Raksasa yang konon pada waktu-waktu tertentu menampakan dirinya di bebatuan air terjun Banyu Langse. Rasanya hampir setiap warga tahu dan bercerita tentang siluman Kelabang Raksasa itu. Karena itu, warga setempat biasanya berpesan kepada pengunjung Banyu Langse agar tidak berbuat hal yang tidak senonoh selama di Banyu langse. Karena cukup sering terjadi ada pengunjung jahil yang kerasukan roh di kawasan itu.

Begitu juga bila rumpun-rumpun bambu yang terlalu lebat agak dikurangi, tentu akan membuat suasana lokasi Banyu Langse bisa terasa lebih nyaman dan ‘ lebih terang ‘. Andai juga di Banyu Langse ini dibangun fasilitas beberapa bangunan semacam gazebo atau gardu pandang yang artistik dan nyaman bagi pengunjung selama menikmati panorama Banyu Langse.
 

 Di daerah sekitar Banyu Langse ini terdapat banyak tanaman pohon Lontar (Borassus flabellifer) atau warga setempat setempat menyebutnya Pohon Ental atau Siwalan. Pohon itu buahnya menggerombol berwarna hitam mengkilat dan masing-masing buah berukuran sekepalan tangan orang dewasa . Daging buahnya berwarna putih semacam kolang-kaling yang rasanya cukup segar dan nikmat dengan sedikit airnya berasa manis.


Dari tandan bunga Siwalan yang pucuknya diiris sedikit ini bisa disadap air nira berwarna putih yang disebut Legen dan bisa langsung diminum. Atau bisa pula diolah lebih lanjut menjadi gula merah.

Banyak warga setempat yang menjual legen itu dengan harga Rp 3500 per botol ukuran 1500 ml. So, bila berkunjung disana jangan lupa untuk menyempatkan diri merasakan minuman Legen itu. Rasanya sangat segar dengan perpaduan rasa manis dan sedikit asam.

 

 Tak jauh dari Banyu Langse terdapat Petilasan Gembul yang dikeramatkan oleh warga setempat. Petilasan yang berupa ceruk di tebing batu itu diselubungi dengan kain kafan. Di dalam petilasan Gembul terdapat meja kayu kuno yang juga diselubungi dengan kain kafan. Konon, petilasan Gembul itu dulunya digunakan sebagai tempat pertemuan Walisongo.


Banyu Langse adalah salah satu mutiara yang terpendam di Bumi Ronggolawe. Sayang Pemerintah daerah setempat sepertinya tidak tertarik dengan keindahan dan potensi wisata Banyu Langse dengan tidak adanya upaya pembenahan sarana dan prasarana di Banyu Langse sama sekali.

Free Trial 41.000 Movies  + TV  Episode = Amazon Prime 

======================================================================

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================





 ====================

===============

Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :



Rabu, 29 Februari 2012

Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban

Kelenteng Kwan Sing Bio didominasi warna merah, kuning dan hijau yang terang pada bangunannya dengan banyak hiasan berbentuk Naga,lampion dan lilin berbagai ukuran. Dan tentu saja bau Dupa dan Hio yang senantiasa menguar dari dalam kelenteng.


 Kelenteng Kwan Sing Bio berada di Jalan Raya R.E. Martadinata , Tuban – Jawa Timur.


Cukup mudah menuju ke kelenteng ini karena lokasinya yang berada di tepi jalan raya utama jalur Pantai Utara Jawa dengan banyak angkutan umum yang melintasinya.


Kelenteng Kwan Sing Bio menganut ajaran Tri Dharma yaitu Budha, Tao dan Konghucu dengan pemujaan pada dewa utamanya yaitu Dewa Kwan Kong. Selaras dengan arti nama Kwan Sing Bio yang berarti kelenteng untuk memuja dan menghormati Dewa Kwan Kong.

Sebelum memasuki kelenteng Kwan Sing Bio, sebuah gerbang dengan bentuk khasnya dan ada replika hewan Kepiting akan menyambut pengunjung kelenteng. Di Indonesia, hiasan kepiting itu konon cuma ada di kelenteng ini.


Hiasan kepiting yang seolah menjadi Ikon Kelenteng Kwan Sing Bio itu ternyata berkaitan dengan sejarah awal kelenteng yang diperkirakan dibangun pada abad 18 ini. Karena dulunya , lokasi dibangunnya kelenteng ini adalah daerah tambak dengan banyak hewan kepiting hidup dan berkembang biak di sekitarnya.


Tak hanya itu, hewan kepiting itu ternyata juga bermakna simbolis karena dipercaya dapat memberi perlindungan pada kelenteng dan umatnya dari pengaruh unsur-unsur jahat sekaligus mengusirnya. Makna-makna simbolis tentang nilai-nilai kehidupan itu juga terdapat pada banyaknya hiasan satwa pada beberapa bagian bangunan kelenteng baik yang berupa relief, patung, lukisan dan sebagainya.


Sekitar 5 meter tepat di belakang gerbang, bangunan utama kelenteng Kwan Sing Bio berdiri dengan anggunnya. Di bagian depan kelenteng dan di dalam bangunan utama pada sebelah kanan dan kiri pintu masuk terdapat sepasang patung singa dengan posisi duduk . Patung singa ini juga bermakna simbolis sebagai kekuatan dan penjaga kelenteng.


Di bagian atas pintu masuk kelenteng terdapat lukisan kelelawar. Satwa pemakan buah-buahan ini bermakna membawa keuntungan, kebahagiaan dan panjang umur. Sedangkan di bagian atap kelenteng di bagian depan terdapat hiasan sepasang naga ( Lung ) dengan bola apinya. Hewan pada mitologi Tionghoa  ini dipercaya melambangkan kesuksesan, kekuatan dan kemakmuran.


Bangunan utama Kelenteng Kwan Sing Bio terbagi menjadi 3 bagian Ruangan dengan banyak petugas kelenteng yang hilir mudik membantu keperluan umat kelenteng. Ruangan yang pertama di bagian depan untuk membakar dupa dan hio dengan terdapat banyak lilin berbagai ukuran .



Di ruangan ini sambil membakar dupa atau hio, umat kelenteng bersembahyang dengan menghadap utara, ke arah laut. Sedangkan di ruangan yang kedua yang berada di bagian tengah digunakan untuk melakukan sembahyang dan juga menaruh beraneka Buah persembahannya.

  
 Untuk ruangan ketiga yang terdapat di bagian belakang inilah terdapat Arca Dewa Kwan Kong dan arca dewa-dewa lainnya yang Dikeramatkan. Umat dan pengunjung kelenteng dilarang keras untuk memotret ruangan ini dengan segala isinya.


Di depan arca Dewa Kwan Kong inilah biasanya umat atau pengnjung kelenteng melakukan ritual jiam sie untuk berbagai keperluan seperti kelancaran usaha, kesehatan dan pengobatan atau sekedar untuk menerawang peruntungan dan nasib pada karir, jodoh dan sebagainya.


Kompleks kelenteng Kwan Sing Bio memiliki luas areal sekitar 4-5 hektar dengan berbagai bangunan dan fungsi, yang menjadikan kelenteng ini dikenal sebagai kelenteng yang paling besar dan luas di Indonesia. Di bagian barat kelenteng terdapat ruangan untuk pembaca jiam sie, kantor, berlatih barongsai dan liang-liong,dan stand souvenir.


Sedangkan di bagian timur terdapat ruangan dengan altar untuk persembahyangan dan di dalamnya terdapat pajangan seekor harimau yang telah diawetkan. Ada juga panggung mini untuk pementasan kesenian wayang potehi.


Di belakang bangunan utama kelenteng terdapat taman yang disebut Taman Dua Naga karena disana terdapat patung sepasang naga.


Yang menarik, di belakang taman itu terdapat bangunan Sembilan Gada Suci untuk menyimpan bendera dan panji-panji, barongsai, dan liang-liong khusus untuk persembahyangan dan pemujaan Dewa Kwan Kong.


Di dalam ruangan yang berkaca ini juga terdapat patung Dewa Kwan Kong yang berukuran cukup besar. Sementara di bagian luarnya pada sebelah kanan-kiri dan depan terdapat patung-patung para tokoh pembesar dalam sejarah dan legenda Tiongkok . Patung-patung itu ditampilkan dengan penggarapan pada ekspresi, detail dan warna yang cukup bagus dan menarik.


 Di belakang bangunan Sembilan Gada Suci terdapat ruangan semacam aula yang cukup luas dengan relief-relief berisi kisah legenda China yang berukuran cukup besar pada dinding di bagian barat dan timur.Salah satu relief itu berkisah tentang Legenda Delapan Dewa ( Pat Sien )

Melangkahkan kaki keluar dari ruangan ini di bagian belakangnya terdapat halaman yang sangat luas. Di halaman inilah terdapat bangunan yang cukup megah laksana istana kaisar China lengkap dengan gerbang, taman , kolam dan jembatan penghubung . Bangunan yang cukup menarik dan artistik ini digunakan sebagai panggung terbuka untuk pentas kesenian ala China.

 

Banyak pengunjung yang masuk ke bangunan ini untuk menikmati keindahannya sambil tak lupa berfoto ria. Di sebelah barat terdapat bangunan yang berfungsi sebagai tempat makan dan dapur umum. Siapapun dan kapan pun boleh makan disana secara gratis dengan jenis makanan yang disediakan oleh pihak kelenteng.


Di belakang bangunan panggung kesenian ini terdapat bangunan bertingkat yang besar dan megah dengan hiasan kepiting di bagian atasnya . Seolah belum lengkap, di kompleks kelenteng ini juga menyusul akan dibangun Pagoda Sembilan Lantai yang sangat megah.


Selain Relief dan patung naga dan singa ,pada beberapa bagian bangunan di kelenteng juga terdapat relief  dan Ornament bergambar burung phoenix ( Feng ), kuda bertanduk atau Unicorn ( Kili ), kuda ( Ma), rusa, bangau dan harimau dan satwa lainnya dengan arti filosofisnya masing-masing.
 

Kelenteng Kwan Sing Bio sering digunakan sebagai tempat untuk ritual Ciswak atau Fung Shen .  Keduanya adalah ritual untuk membuang sial bagi orang yang sedang bermasalah pada kehidupannya atau yang merasa shio-nya jiong ( bertentangan) dengan tahun baru Imlek 2563 yang bershio naga air.

 
Kedua ritual itu dilakukan dengan membeli seekor atau beberapa ekor Penyu atau kura-kura dan menuliskan doa-doa dan nama yang bersangkutan pada tempurung (karapas) penyu atau kura-kura dalam huruf Cina. Bisa juga dengan melepaskan Burung-burung kecil. 


Ritual dilakukan di halaman kelenteng oleh petugas pembaca Jiam sie. Setelah dibacakan doa oleh pembaca jiam sie, Penyu, kura-kura dan burung-burung itu kemudian dilepaskan terbang ke alam bebas. Lepasnya penyu, kura-kura atau burung itu ke alam bebas diharapkan lepas pula permasalahan dan kesulitan yang dialami oleh yang bersangkutan.


Sebuah ritual dan tradisi China yang menambah pesona dan daya tarik Kelenteng Kwan Sing Bio sebagai tempat ibadat dan destinasi wisata Tuban.

Free Trial 41.000 Movies  + TV  Episode = Amazon Prime 

======================================================================

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================





 ====================

===============

Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :