Roode Brug Soerabaia adalah sebuah komunitas yang peduli
dengan berbagai peristiwa sejarah dan perjuangan bangsa yang terjadi di Kota
Surabaya – Jawa Timur.
Dalam berbagai acara, komunitas ini juga sering tampil dan dilibatkan untuk menampilkan gambaran berbagai peristiwa sejarah dan perjuangan.
Dalam berbagai acara, komunitas ini juga sering tampil dan dilibatkan untuk menampilkan gambaran berbagai peristiwa sejarah dan perjuangan.
Tak hanya aktif dalam hal yang berkaitan dengan sejarah dan
perjuangan saja, tetapi mereka juga aktif dalam kegiatan amal dan sosial.
Seperti yang dilakukan komunitas ini dalam kegiatan Tali Asih Roode Brug kepada Panti Asuhan Don Bosco yang berlokasi di Jalan Tidar – Surabaya.
Seperti yang dilakukan komunitas ini dalam kegiatan Tali Asih Roode Brug kepada Panti Asuhan Don Bosco yang berlokasi di Jalan Tidar – Surabaya.
Kegiatan pemberian tali asih berupa donasi sejumlah uang
tunai itu dilaksanakan pada Hari Sabtu tgl 15 Desember 2012.
Berbeda dengan
kegiatan komunitas ini yang biasanya datang dengan mengenakan pakaian dan
perlengkapan ala pejuang di masa lampau, pada kegiatan ini mereka datang dengan
mengenakan pakaian biasa tanpa mengurangi makna dan spirit perjuangan.
Menurut Mas Dwi Fatrianto dari Roode Brug Soerabaia,
dipilihnya Panti Asuhan ini sebagai lokasi kegiatan karena Panti Asuhan ini
merupakan salah satu bangunan lama dan bersejarah yang berkaitan dengan sejarah
dan perjuangan bangsa di masa lampau.
Panti asuhan Don Bosco dulunya gedungnya merupakangudang senjata
jepang terbesar di asia tenggara. Dan dari gedung itulah senjata yg
digunakan untuk perang 10 Nopember 1945
.
" Selain alasan dari sisi sejarah, dari sisi humanisme keluarga besar
RB juga ingin menghibur penghuni panti dengan suguhan film perjuangan yang
mungkin jarang mereka temui.
Sehingga harapan kami juga bisa membentuk karakter pejuang pada para penghuni panti yang terdiri dari anak - anak penerus Bangsa, " kata Mas Dwi Fatrianto yang akrab dipanggil dengan nama Mas Emon ini.
Sehingga harapan kami juga bisa membentuk karakter pejuang pada para penghuni panti yang terdiri dari anak - anak penerus Bangsa, " kata Mas Dwi Fatrianto yang akrab dipanggil dengan nama Mas Emon ini.
Selain pemberian bantuan donasi, pada kegiatan itu juga
dilakukan pemutaran film Batalyon Mayangkara di aula panti asuhan. Banyak anak
panti yang terkesima dengan film
perjuangan dengan format semi dokumenter sejarah tersebut.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
================================================================
Film Batalyon Mayangkara itu perankan oleh anggota komunitas
Roode Brug, Komunitas Surabaya Juang dan komunitas sejarah lainnya.
Yang menarik, para pemeran dalam film itu tidak dibayar sama sekali karena mereka mereka melakukannya sebagai bagian dari bentuk kepedulian untuk memberikan rekonstruksi sejarah dan perjuangan bangsa.
Yang menarik, para pemeran dalam film itu tidak dibayar sama sekali karena mereka mereka melakukannya sebagai bagian dari bentuk kepedulian untuk memberikan rekonstruksi sejarah dan perjuangan bangsa.
Setelah acara nonton bareng film Batalyon Mayangkara
selesai, anak-anak panti asuhan itu kemudian berkumpul dan bercengkerama dengan
anggota Roode Brug Soerabaia.
Diantara mereka ada yang bertanya seputar film itu pada pemeran dalam film Batalyon Mayangkara.
Diantara mereka ada yang bertanya seputar film itu pada pemeran dalam film Batalyon Mayangkara.
Menurut Meneer Rifky, ada anak kecil yang memberikan pertanyaan yang lucu ala
anak-anak tentang dirinya yang ikut berperan dalam film.
Menurutnya, anak itu menanyakan tentang dirinya yang tidak mati ketika terlibat dalam pertempuran.
Menurutnya, anak itu menanyakan tentang dirinya yang tidak mati ketika terlibat dalam pertempuran.
Mendapati pertanyaan bocah itu, dengan menahan tawa, Sang
Meneer pun menjawab kalau dalam pertempuran itu dia bertempur sambil
sesekali dengan bersembunyi.
Kegiatan amal Tali Asih Roode Brug Soerabaia pada Panti
Asuhan Don Boscho ini patut diapresiasi. Apalagi kegiatan itu hanya dirancang
dan terlaksana hanya dalam waktu 4 hari saja.
Walau hanya berupa kegiatan
sederhana dengan donasi yang tidak begitu besar, kepedulian mereka semoga bisa
menginspirasi yang lainnya untuk bisa
berbagi bantuan dan kebahagiaan kepada sesama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar