Kamis, 28 Maret 2013

Sehari Berwisata Di Kota Rembang

Rembang adalah kota kecil di Jawa Tengah. Di daerah yang berada di tapal batas provinsi ini banyak terdapat bangunan kuno yang menunjukkan bahwa kota ini adalah merupakan jejak kota yang tua dan lama.
Pada salah satu kesempatan perjalanan, saya menyempatkan diri singgah sehari disana. Berada di pusat kota ternyata terdapat wisata yang cukup menarik.
_____________________________________ 
 
___________________________________

Wisata yang pertama berkaitan dengan sejarah seorang pahlawan wanita. Sedangkan wisata yang kedua adalah wisata alam dengan keindahahan panorama alamnya.
Berikut ini adalah catatan perjalanan saya di Kota Rembang

1. Museum R.A. Kartini
Nama R.A. Kartini tentu banyak yang mengetahuinya sebagai pahlawan wanita yang berjasa dalam memperjuangkan emansipasi wanita Indonesia.



Di kota kecil inilah , Kartini menjalani sebagian hidupnya  sebagai istri dari  R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat. 
 
Dengan keluarga besarnya, Kartini tinggal di kediaman yang bangunannya berbentuk Joglo.




Bangunan khas Jawa itu memiliki arsitektur dan ornament yang cukup menarik dengan  didominasi oleh warna putih, hijau dan kuning.
Walau RA KArtini sudah meninggal pada 17 September 1904,  kita bisa menyimak  kisah dan jejaknya melalui Museum RA. Kartini yang berada di pusat kota Rembang atau sekitar 200 meter arah timur dari alun-alun.
   
Sebelum memasuki museum, di bagian depan terdapat gerbang yang disebut dengan Regol. Bentuk gerbang itu mengingatkan saya pada bangunan gerbang yang ada di daerah Jogjakarta dan Solo.


Sekitar 100 meter setelah melewati gerbang itu, tampak sebuah bangunan Pendopo yang cukup besar dengan pilar- pilarnya.
Di belakang pendopo itulah  lokasi  Museum  RA. Kartini.  Sedangkan di sebelah timur pendapa terdapat patung RA. Kartni dan kereta kuda kuno milik RA. Kartini yang masih dalam bentuk aslinya. 
Di bagian depan museum terdapat pajangan foto RA. Kartni dengan hiasan rangkaian bunga. Suasana di museum ini terasa  cukup lengang juga karena saat itu  tak begitu banyak pengunjung.
___________________________________
 Dapatkan Poin Gratis Di Surfactif 
   


_______________________________________________

 
Selain itu juga karena begitu luas dan besarnya  bangunan museum ini yang terdiri dari beberapa ruangan.
  
Sayang sekali, pengunjung museum dilarang memotret benda-benda museum itu dengan menyalakan lampu blitz kamera. Karena dikhawatirkan cahaya lampu blitz kamera bisa berpengaruh pada benda-benda koleksi museum.
 
Di ruangah itu  pajangan baju kebaya terdapat tempat tidur dan lemari yang terbuat dari kayu dan bergaya klasik.


Ada juga perabotan  yang  terbuat  dari  batu marmer untuk menidurkan putra RA. KArtini  dan lukisan RA Kartini yang berhiaskan rangkaian bunga.
Di sisi timur ruangan kamar ini terdapat semacam teras yang disebut Ruangan Pringgitan sebagai tempat untuk bersantai. Di ruangan ini terdapat  kamar mandi dengan bak mandi kuno yang terbuiat dari besi dan dulu digunakan oleh RA. Kartini. 
Beralih ke ruangan-ruangan berikutnya terdapat pajangan foto-foto lama RA. Kartini dengan suami dan anaknya. Selain itu juga ada foto-foto RA KArtini dengan saudara-saudara perempuannya yaitu Kardinah dan Roekmini.
Berbagai benda-benda kuno yang terbuat dari kayu dan kuningan  seperti perabotan rumah tangga seperti lemari, meja, kursi,lukisan,  piring, tempat mangkok, lampu gantung dan lampu hias  juga bisa dijumpai disana.


 
Beberapa diantaranya seperti lukisan karya RA. KARTNI dan benda-benda lainnya merupakan replika. Sedangkan benda-benda yang aslinya tak jelas entah dimana keberadaannya.
Yang menarik, di ruangan sebelah barat terdapat etalase berisi buku-buku tentang RA. Kartini baik yang berupa tulisan tangan dalam bahasa Belanda ataupun dalam edisi cetak. Salah satunya adalah buku berjudul  Habis Gelap Terbitlah Terang yang sangat terkenal.
Buku itu merupakan kumpulan dari surat-surat RA Kartini kepada teman-temannya di Belanda yang diantyaranya  berisi buah pemikirannya tentang kondisi wanita di Indonesia dan sebagainya.
=====================================================================


Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Misteri Masjid Jin Yang Indah dan Megah
Wisata Religi Ke Pura Di Jawa Timur  
Masjid Muhammad Cheng Hoo Yang Berhias Lampion 
Keunggulan Bergabung dan Menulis di Vlog - Vivanews   
Jejak Tragedi Gerbong Maut Di Museum Brawijaya
 
Jejak Kebesaran Sunan Giri Di Gresik
Mahkota Emas Kerajaan Dan Kesultanan Di Nusantara



Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur 
Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah  
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang

Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur 



 




================================================================


2. Pantai Kartini  
Dari Museum Kartini ini, saya kemudian melanjutkan perjalanan menuju wisata berikutnya  yaitu Pantai Kartini.
Pantai Kartini atau juga diesbut Pantai Dampo Awang ini berada di pusat kota. Berada tak jauh di sebelah barat  Kantor Bupati Rembang.Pantai Kartini tampak cukup sederhana dengan  hanya dilengkapi beberapa fasilitas dan  sarana permainan anak-anak. 
  
 Di pantai ini  terdapat tiga anjungan dengan bentuknya yang khas dan terbuat dari kayu. 
 Panorama di Pantai Kartini cukup indah.  Walaupun pantai ini tidak memiliki pasir pantai yang putih, tetapi pasir pantai yang berwarna hitam dan berlumpur , namun  lingkungan di pantai cukup bersih dengan ombak yang  cukup tenang. 
Saya sengaja datang ke pantai Kartini  ini pada sore hari untuk menikmati indahnya panorama senja di pantai. Sambil menunggu bergulirnya Sang Surya kembali ke peraduannya, saya keduian duduk di anjungan dengan  menebarkan pandangan mata ke sekitar pantai.
Angin laut yang berhembus pelan dan sepoi-sepoi  membuat suasana di pantai terasa syahdu . Waktu pun kemudian bergulir dan bola api raksasa mulai bergerak  meninggalkan angkasa.
Semburat warna tembaga di angkasa member bayangan hitam pada benda-benda yang ada di sekitarnya.

Anjungan, perahu,  pantai dan pelabuhan tradisional  yang ada di latar belakang berpadu harmonis laksana lukiisan alam karya Sang Pencipta.Seiring dengan bergulirnya Mata Dewa itu, tangan saya tak henti-hentinya mengabdaikan keindahan panorama di Pantai Kartini  dari berbagai sudutnya. 
Tak hanya dari atas anjungan, saya juga turun ke bawah anjungan dan menjejakkan kaki saya di pasir pantai ini.Berada di bawah anjungan, ternyata bisa menjadi sudut pemotretan yang cukup menartik. Hasil fotonya juga cukup bagus dengan sudut pemotretan yang tampak berbeda.
 
Tak hanya anjungan, perahu, pasir dan pantai;  pepohonan besar yang berada di sisi timur pantai juga menarik perhatian saya dan  tak luput dari jepretan kamera saya.
 
Dengan pemandangan siluet senja di pantai Kartini ini  memang sangat indah dan mengesankan. Apalagi bagi pengunjung yang datang bersama pasangannya,  menikimati indahnya senja di pantai ini  seolah memberi nuansa romantis yang tiada hentinya.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar