Selasa, 20 Maret 2012

Jejak Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung - Probolinggo


               Mendengar nama Candi Jabung tentu banyak orang yang masih merasa asing dengan Nama itu. Pasalnya, Candi Jabung ini lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Walau lokasi candi ini sebenarnya cukup  mudah dijangkau dengan akses jalan yang baik, ternyata masih banyak warga yang belum tahu tentang apa dan bagaimana sosok candi yang bersejarah itu.
                Candi Jabung berada di Desa Jabung Candi kecamatan Paiton – Kabupaten Probolinggo. Sekitar 25  km jaraknya dari Pusat kota.  Berada di tengah perkampungan yang terletak  sekitar 500 m dari Jalan raya Probolinggo – Situbondo.

                Sebagai penanda mudahnya untuk menuju ke candi ini adalah Balai Desa Jabung Sisir yang berada tepat di tepi jalan raya itu. Dengan mengedarkan pandangan mata sejenak dari balai desa itu akan terlihat papan arah menuju ke candi Cabung.
                 Sosok Candi Jabung  terlihat  cukup tinggi dan megah. Taman dan halaman candi terawat  dengan bersih, rapi dan asri. Bangunan candi ini terbuat dari bahan  Batu bata. Karena itu, dari kejauhan candi Jabung ini tampak berwarna merah bata.
                Candi  yang bersifat  agama  Budha dan Siwaistik  ini memiliki  tinggi bangunan  16,20  m ,panjang 13,13 m dan  lebar  9,60 m dengan  posisi menghadap ke arah barat . Berada pada ketinggian 8 km  di atas permukaan laut dengan luas kompleks candi  yang sekarang menacapai 20.042 m2 setelah mendapatkan perluasan tambahan tanah hasil pengadaan.

                Dulunya bangunan candi Jabung hanya berada di lahan seluas  35x40 m. Bentuk arsitektur candi Jabung sangat menarik. Tubuh bangunan candi berbentuk bulat silinder  segi delapan dan berdiri di bagian atas kaki candi yang berbentuk persegi dan betingkat tiga. Sedangkan bagian atapnya berbentuk stupa.
                Sepintas gaya bangunan candi ini mengingatkan pada gaya bangunan  Candi Brahu di Mojokerto. Namun ada juga yang megatakan secara tipologis bentuknya seperti candi Muara Takus di Riau dan Biaro Bahal di Padang Sidempuan.
                Pada tahun 1983-1987 Pemerintah melakukan pemugaran bangunan candi Jabung  dan sekalgus menetapkannya sebagai Cagar Budaya.
                Sayang sekali bangunan candi Jabung sudah tidak utuh lagi. Atap candi  Sudah Runtuh dan raib entah kemana sehingga sampai sekarang tidak diketahui bagaimana bentuk Candi Jabung ini  secara utuh pada masa lampau. Candi Jabung ini  dalam Kitab Nagarakertagama disebut  Candi Kalayu, sedangkan dalam Kitab Pararaton disebut Candi Sajabung.
                 
Dalam kitab Negarakertagama pupuh XXXI diceritakan bah wa Raja Hayam Wuruk setelah sampai di daerah Kalayu mengadakan upacara persembahan. Diperkirakan Kalayu itu adalah nama desa jabung di masa lampau.
                 Sedangkan di  kitab Pararaton disebutkan bahwa  di desa Sajabung terdapat bangunan suci yang diberi gelar abhiseka : Barajinaparamitapuri.


                Menyimak  dan mencermati bangunan Candi  Jabung. Di bagian atas candi terdapat hiasan Relief Kala yang berbentuk kepala naga dan sulur-suluran sehingga lebih sering disebut dengan nama relief Kala Naga.
Ada empat Relief Kala Naga yang terdapat di empat sisi bagian atas Candi Jabung . Namun sayang pada salah satu sisi tinggal panil kosong saja, sedangkan relief kepala naganya sudah raib entah kemana.

----------------------------------------------------------------------------------------------------- Break Session :
   
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  
Jenazah Utuh Walau Sudah Dimakamkan Puluhan Tahun 
         Sisi lain Keindahan Di Gunung Bromo

         Jejak Panser Yang legendaris Di Surabaya 

         Kupat Ketheg yang Unik Dan Khas Di  Gresik 

         Koleksi Keramik Kuno masa Dinasti Ming di  Di House of Sampoerna


OLeh-oleh Khas Tuban 
 
========================================================================


Pada bagian tengah bangunan candi terdapat  tangga dan pintu masuk yang ternyata di dalamnya ada sebuah bilik berukuran 2,60 m x 2,58 m dan tinggi 5,52 m yang didalamnya terdapat batu penutup cungkup yang berukir. Di dalam bilik candi terdapat altar yang menempel di dinding pada biah utara, timur dan selatan.Sayang dinding pada bagian timur ada tanda bekas pengrusakan akibat jarahan tangan-tangan jahil. Diduga disana dulunya terdapat arca untuk pemujaan.

Pada bagian tubuh candi juga banyak terdapat relief-relief yang sebagian besar belum diketahui jalan ceritanya. Relief-relief yang umumnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari dimasa lampau itu juga tidak terlihat jelas karena sudah termakan aus.
Diantaranya adalah relief pertapa yang berhadapan dengan muridnya, dua pria yang berada dekat sumur, pepohonan dan dedaunan dan juga satwa. Ada relief tentang satwa yang menarik yaitu relief harimau dan singa yang saling berhadapan dan ada juga yang saling bertolak belakang.
Selain itu juga ada relief-relief  berbentuk padma, medalion ,sulur-suluran dan hiasan  lainnya.
                Menurut inskripsi yang terdapat pada gawang pintu masuk candi terdapat  angka tahun 1276 Saka ( 1354 Masehi ) yang merupakan masa awal pemerintahan Raja Hayam Wuruk, raja keempat Kerajaan Majapahit yang berkuasa tahun 1351-1389 M.
                
Selain bangunan candi induk,  di kompleks candi jabung juga terdapat bangunan candi lainnya yang berukuran lebih kecil dan juga berbahan batu bata.  Sisi bangunannya berukuran 2,55 m dan tinggi sekitar 6 meter. Karena berada di sudut kompleks candi, candi yang tampak mungil ini disebut dengan nama Candi menara Sudut atau Candi Sudut.
                  Ada juga kompleks pemandian kuno yang terletak di desa Tamansari, sekitar 2km dari kompleks candi. Pemandian itu diperkirakan masih ada kaitannya dengan sejarah candi Jabung.

               

9 komentar:

  1. waw ternyata lek udah mahir ngeblog ya....BlogSFIW].

    BalasHapus
  2. nice posting...! mksih infonya. By : Catatan Google

    BalasHapus
  3. Wow ... artikel yang bagus, jadi nambah wawasan baru lagi sekitar Sejarah dan Budaya.

    Kerena mas,

    @rie fabian

    BalasHapus
  4. Kalo suka ngblog, ikutan kontes event blog dari FB Korea Tourism Organization (KTO) Indonesia (http://www.facebook.com/Koreatourismorganizationindonesiaoffice)- event Touch Korea Tour. Sekalian minta dukungan untk postingan kontes saya, kalo ada waktu silahkan mampir dan diberi komentar : http://jurnal-ap.blogspot.com/2012/03/3-hal-yang-harus-saya-lakukan-di-korea.html - Salam sukses.

    BalasHapus
  5. Hallo.
    Saya eko.
    Sedang menelusuri sejarah probolinggo pada umumnya. Dari sini saya menemukan sejarah probolinggo sejak abad ke 12.sebelum berdirinya kerajaan singoshari.saya juga telah menemukan lokasi padang katautan tempat bertapanya ken agrok/ken arok. Bukti adanya padang katautan dikatakan dlm kisah sejarah sabdo pandito ratu yaitu adanya watu gajah dan goa sentro gondo mayit,yg mana dari dalam goa selalu mengeluarkan bau kemenyan hingga kini.juga diareal gua bersifat unik.yaitu jika ada mayat yg di tempatkan di areal goa maka takkan bisa busuk sampai berhari hari,jika di bali seperti daerah trunyan.
    Nah tentang nama probolinggo sebelum bernama banger daerah probolinggo bernama daerah sempulungan,titik utananya di masa itu adalah bukit sempulungan.kini bernama gunung bentar.. Kini aku tinggal di rumah istriku desa pesawahan kec.tiris. 081249063097, eko

    BalasHapus
  6. Terkait dgn foto foto candi jabung di atas.mengapa tidak anda lengkapi dgn dengan thn thn pemugaran candi jabung

    BalasHapus
  7. Terkait dgn foto foto candi jabung di atas.mengapa tidak anda lengkapi dgn dengan thn thn pemugaran candi jabung

    BalasHapus
  8. Harga tiket masuknya gratis ya?

    BalasHapus