Rabu, 14 Maret 2012

Penambang Minyak Tradisional Di Bojonegoro

Walau bisa dikatakan cukup miskin tempat wisata, Kabupaten Bojonegoro – Jawa Timur sebenarnya mempunyai potensi wisata yang sangat bagus dan tidak terdapat di daerah lainnya.
Potensi wisata itu adalah Penambangan minyak Tradisional yang banyak terdapat di salah satu kawasannya.


Penambangan minyak secara tradisional ini banyak dilakukan oleh warga di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan dan Warga desa di sekitarnya.


Para warga menambang minyak di titik-titik sumur minyak peninggalan Belanda. Dengan berbekal peta Lama yang memuat denah dengan lokasi titik-titik sumur minyaknya, warga dengan bekerja secara berkelompok dan bersama-sama kemudian mencari, menggali dan menambang sumur minyak itu.


Sumur-sumur itu dulu memang pernah digunakan dan dioperasikan fungsinya oleh Belanda pada Jaman Penjajahan. Setelah Belanda kalah perang dan sebelum meninggalkan Indonesia, mereka menimbun sumur-sumur minyak itu dengan Tanah karena Belanda tidak ingin bangsa Indonesia menggunakan dan menikmati hasil minyak dari sumur-sumur itu.


Ada sekitar seratusan lebih sumur minyak yang terdapat di daerah Wonocolo ini. Bentuk penambangan sumur itu sangat khas dengan adanya tonggak-tonggak kayu yang kokoh, Warna Merah dari nyala api pada tungku pembakaran dengan asap hitamnya yang membumbung tinggi . Proses , pengolahan dan peralatan penambangan minyak itu juga dilakukan dengan sangat sederhana.


Dengan menggunakan tenaga mesin dari kendaraan truk yang sudah uzur, minyak mentah yang disebut lantung dan berwarna coklat pekat itu ditimba dengan menggunakan sling baja dan timba besi yang disebut dengan Timbel.


Timbel itu berbentuk seperti peluru dengan panjang sekitar 3 meter yang dilengkapi dengan katup di bagian pucuknya. Ketika timbel terangkat ke permukaan tanah, petugas yang berjaga di sekitar sumur kemudian menggulingkan timbel itu untuk mengalirkan Lantung ke Bak penampungan.

  

Di Bak penampungan itu, Lantung yang masih bercampur dengan Air pun mulai memisah antara air dan minyak mentahnya. Minyak mentah itu tampak berwarna hitam dengan mengumpul dan mengapung di permukaan air.


Oleh petugas lainnya, lantung murni itu kemudian diserok dan ditampung di jerigen-jerigen yang selanjutnya dibawa ke tungku pemanasan.


Di tungku pemanasan itulah dengan melalui proses destilasi atau penyulingan dengan tingkat panas tertentu, lantung akan menjadi bahan bakar lainnya seperti bensin, minyak tanah atau solar.


Biasanya penambang akan mengolah lantung itu menjadi solar karena mudah pemasarannya dan masing-masing titik sumur  sudah ada bakul langganan tetapnya.


Solar hasil dari penambangan minyak tradisional ini banyak diminati oleh para sopir Angkutan Umum yang ingin menekan biaya operasional karena harganya yang lebih Murah dari harga solar di pasaran.


Andai Pemerintah daerah setempat menyadari akan potensi wisata yang terpendam dari penambangan minyak tradisional ini, tentu mereka akan menjadikannya sebagai kawasan dan destinasi wisata alternatif di Bojonegoro.

Free Trial 41.000 Movies  + TV  Episode = Amazon Prime 

======================================================================

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================





 ====================

===============

Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :


3 komentar:

  1. bisa dijadikan referensi berwisata yang bermanfaat nih, makasih udah di share sobat :D

    BalasHapus
  2. harusnya pemerintah cepat tanggap dengan kondisi itu

    BalasHapus