Rabu, 10 Juli 2013

Jejak Sejarah Pesawat Nomad TNI - AL Di Jawa Timur

Monumen pesawat udara jenis Nomad milik TNI Angkatan Laut itu tampak berdiri dengan gagahnya.Ada rasa kekaguman tersendiri melihat monumen itu.

Terlebih dengan jasa dan peranannya saat masih aktif dalam masa dinasnya turut mewarnai sejarah dan perjuangan bangsa.
 
Ada tiga monumen  pesawat udara jenis ini yang saya jumpai di Jawa Timur. Ketiganya menjadi monumen dan land mark kebanggaan bagi warga dan daerahnya.


1. Monumen Pesawat Nomad Di  Probolinggo 
Monumen pesawat Nomad ini berada di halaman depan Museum Kota Probolinggo yang berlokasi di Jalan raya Suroyo. 



Pesawat itu menjadi salah satu ‘ pengawal museum ‘ ini bersama dengan lokomotif kuno dan tank milik Marinir.
Pesawat yang pada ekor pesawatnya bernomer  P-830  itu berasal dari negara Australia dan dibuat pada tahun 1982 oleh industri  pesawat GAF.

Dengan menggunakan bahan bakar avtur, pesawat ini memiliki panjang 12,57 meter , lebar 16,46 meter dan tinggi 5.53 meter.
Pesawat memiliki berat kosong 2.676 kg dan berat maksimum 3878 kg. Dengan kecepatan jelajah 133 knots, pesawat memiliki kecepatan ekonomis 133 knots dan kecepatan maksimal 172 knots.
 

1. Monumen Pesawat Nomad Di Lamongan
Monumen pesawat Nomad  yang berikutnya saya jumpai di alun-alun kota Lamongan. Lokasinya tepat di bagian tengah kawasan pusat kota ini.
Pesawat dihibahkan oleh  TNI Angkatan Laut kepada warga Kota Lamongan, pada tgl 7 Januari 2009.
Sebelumnya, TNI AL menggunakan pesawat ini dalam melaksanakan patroli pantai, dan tergabung dalam Skadron Udara 800 yang berpangkalan di Lanudal Juanda – Surabaya.
Pesawat  N-22 Nomad TNI AL yang bernomor lambung P.806 itu dibuat di Australia pada 1974. 



Bagian tubuh Pesawat dicat dengan warna abu-abu  yang memiliki panjang 12,5 meter, lebar 16,46 meter dan berat mencapai 2.676 kilogram.

 


3. Monumen Pesawat Nomad Di Jombang 

Untuk monumen pesawat Nomad yang ketiga saya jumpai di lintasan jalan Raya Jombang dekat dengan terminal bis Jombang. 


Lokasi ditempatkannya pesawat ini berseberangan jalan dengan lokasi monumen Pesawat OV 10-V Bronco.

Pesawat N-22 Nomad P-811 itu dibuat di Pabrik Goverment Aircraft Factory (GAF), Australia 1974 dan masuk ke jajaran TNI AL, 22 Juli 1979. 



Pada 5 Februari 2001 pesawat itu di-"grounded" dan dinyatakan tidak layak terbang.



 
Tugas pokok dari pesawat Nomad itu sendiri adalah melaksanakan patroli udara maritim, intai taktis dan pengamatan laut terbatas karena memiliki kemampuan terbang rendah di atas permukaan laut.

Pesawat tipe kecil itu telah banyak berjasa bagi TNI AL. Berbagai tugas operasi yang pernah dilaksanakan adalah Operasi Chandra, Operasi Pengusiran Kapal Lusitania Ferries, Natuna Jaya.Pesawat itu juga terlibat dalam operasi Jala Reksana, Sabang Jaya, Mina Jaya, Operasi Seroja Timor Timur, Operasi Jajak Pendapat Timor Timur, Operasi Pemulihan Keamanan Nanggroe Aceh Darussalam, Operasi Bhakti Pulau Nias, Operasi Ambalat dan Operasi SAR.
 

Selain itu pesawat Nomad juga  pernah melaksanakan berbagai penugasan latihan, antara lain, Armada Jaya, Tutuka, Latihan Cakrawala, Latihan Causek, Latihan Gabungan Laut, Latihan Gabungan ABRI, Latihan Indusa, Latihan Ausina, Latihan Malindo.




Dengan berdirinya monumen tersebut generasi muda ke depan memiliki wawasan kebaharian yang luas.Selain menjadi tujuan wisata, monumen itu hendaknya mampu memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat untuk membangun nasionalisme sebagai bangsa.

Free Trial 41.000 Movies  + TV  Episode = Amazon Prime 

======================================================================

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================




 ====================

===============

Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :



2 komentar: