Selasa, 02 Juli 2013

Indahnya Prasasti Singhasari Yang Mengagumkan

Ada banyak peninggalan purbakala berupa prasasti di nusantara. Salah satunya adalah prasasti Singhasari yang mengagumkan. 

Prasasti yang berangka tahun 1278 Saka atau 1351 Masehi itu dalam keadaan yang masih utuh dan terawat dengan baik.



 
Bentuk  prasasti berupa lempengan kotak dengan bagian atasnya yang melengkung dan berhias sedikit ornamen. Prasasti itu terbuat dari batu andesit  dan pada tepinya berhiaskan semacam guratan yang menjadi bingkainya. Sedangkan tulisannya menggunakan aksara JAWI (Jawa Kawi) dalam 17 baris yang dibuat pada era kerajaan Majapahit.


Prasasti itu menjadi koleksi Museum Nasional Indonesia di Jakarta.Kita bisa menyimaknya di dunia maya melalui situs Wilwatikta Online Museum. Dalam situs itu dijelaskan bahwa prasasti ini ditulis untuk mengenang pembangunan sebuah caitya atau candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada. 

Pada paruh pertama prasasti ini merupakan pentarikhan tanggal yang sangat terperinci, termasuk pemaparan letak benda-benda angkasa. 



Sedangkan pada paruh kedua mengemukakan maksud prasasti ini, yaitu sebagai pariwara pembangunan sebuah caitya.


Selain itu juga ada Prasasti Sojomerto yang juga terbuat dari bahan batuan Andesit. Prasasti ini memiliki ukuran  panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm.


Prasasti berasal dari masa  Kerajaan MATARAM Kuno dengan tahun Penerbitan diperkirakan abad ke-7 Masehi. Aksara yang digunakan adalah aksara Jawi ( Jawa Kawi ) dalam 11 baris dengan menggunakan bahasa Melayu kuno.


Isi prasasti yang beraliran Siwais ini memuat keluarga dari tokoh utamanya yaitu Dapunta Selendra,yang memiliki ayah bernama Santanu dan  ibunya bernama Bhadrawati. Sedangkan istrinya bernama Sampula. 





Disebutkan dalam situs itu Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. 

Ada juga Prasasti Tuk Mas. Prasasti ini lokasi penemuannya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, JAWA-TENGAH. Prasasti terbuat dari bahan Batuan Andesit pada Era Kerajaan MATARAM Kuno.

Prasasti diperkirakan dibuat pada  abad ke-5 sampai ke-7 Masehi dengan menggunakan aksara  Pallava-Grantha dan Bahasa  Sanskrit ( Sansekerta ). 
______________________________




Layanan untuk Web Hosting dan Domain Anda :






 _____________________________
 
Nama prasasti Tuk Mas berasal dari tempat ditemukannya prasasti ini yaitu di sumber air Tuk Mas yang berati Mata Air Emas. Prasasti Tuk Mas memuat sejumlah ICONOGRAPHY SYMBOLS yang dipahatkan pada sebuah batu dengan sebaris aksara Pallawa Grantha yang tertulis di bagian bawahnya. 


Simbol-simbol tersebut antara lain adalah roda (Chakra) dengan 16 jeruji, sebuah GADA, 2 buah tempat air (Purna Kumbhas), sebuah tombak bermata tiga (Trisula), sebuah Kapak (Parasu), sebuah tongkat, sebilah pisau dan 4 buah batu rosetta bermotif teratai.



Di samping itu juga terdapat sejumlah simbol yang hingga kini belum dapat terdefinisikan secara sempurna.  

Secara umum, beberapa dari simbol-simbol tersebut biasa diassosiasikan dengan tokoh Siva. Selain itu terdapat pula sejumlah simbol yang juga biasa di assosiasikan dengan tokoh Vishnu. 




Karena lokasi penemuan prasasti yang berada di sekitar sumber mata air yang mengalir, maka Dr. Nicolaas J. Krom mengatakan bahwa wilayah tersebut dahulu merupakan PENTIRTAAN sebagai tempat suci yang secara khusus dipersembahkan bagi pemujaan Dewa Brahma. 

Tak kalah menariknya adalah Prasasti Tugu yang ditemukan pada tahun 1911 di  Desa Tugu, Kelurahan Tugu Selatan  Kecamatan Koja, JAKARTA UTARA. Prasati ini terbuat dari bahan : Batuan Andesit dengan Ukuran sekitar  1 m dan  berbentuk bulat telur.Diperkirakan prasasti dibuat pada era  Kerajaan TARUMANEGARA pada  abad ke-5 Masehi. Prasasti dipahat dalam 5 baris dengan menggunakan aksara  Pallawa dan bahasa  Sansekerta.



Prasasti Tugu yang dikoleksi Museum Nasional Indonesia di Jakarta ini  bertuliskan aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sansekerta dengan metrum Anustubh yang terdiri dari lima baris dengan melingkari mengikuti bentuk permukaan batu. Sebagaimana semua prasasti-prasasti dari masa Tarumanagara umumnya, Prasasti Tugu juga tidak mencantumkan pertanggalan.

Dibandingkan prasasti-prasasti dari masa Tarumanagara lainnya, Prasasti Tugu merupakan prasasti yang terpanjang yang dikeluarkan Sri Maharaja Purnawarman. Prasasti ini dikeluarkan pada masa pemerintahan Purnawarmman pada tahun ke-22 sehubungan dengan peristiwa peresmian (selesai dibangunnya) saluran sungai Gomati dan Candrabhaga.

Prasasti Tugu memiliki keunikan yakni terdapat pahatan hiasan tongkat yag pada ujungnya dilengkapi semacam trisula. Gambar tongkat tersebut dipahatkan tegak memanjang ke bawah seakan berfungsi sebagai batas pemisah antara awal dan akhir kalimat-kalimat pada prasastinya

=====================================================================

Break Session :




Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
 
 
 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna









===============================================================


Tidak ada komentar:

Posting Komentar