Sabtu, 06 Juli 2013

Suasana Di Makam Sunan Giri Menjelang Ramadhan

Walau bulan Ramadhan tinggal menjelang beberapa hari lagi, tetapi di kawasan wisata religi Makam Sunan Giri di Desa Giri Kecamatan Kebomas - Gresik masih ramai dikunjungi oleh para peziarah. 

 



Tetapi jumlah pengunjung itu jauh berkurang dibandingkan dengan saat tiga minggu atau sebulan sebelum  mendekati Ramadhan seperti tradisi ziarah di makam Walisongo yang lainnya.






Untuk kesekian kalinya saya berkunjung ke makam ini pada hari Jum'at tgl 5 Juni 2013 untuk mengetahui suasana makam ini menjelang Ramadhan. 

Disana saya menjumpai suasana yang cukup lengang yang tampak pada kawasan kios dan Masjid Sunan Giri.



Ramainya pengunjung tampak di sekitar tempat parkir kendaraan  dan makam Sunan Giri. Mereka ada yang berdoa di dalam makam.

Karena keterbatasan tempat dan ruangan, mereka ada yang berdoa di luar dan sekitar cungkup makam.



Ada jugayang berkumpul dan berdoa di Pendapa Agung Sunan yang disekitarnya terdapat beberapa makam dari kerabat Sunan Giri.

 


Berada di kawasan wisata religi Makam Sunan Giri ini kita bisa menjumpai banyak makam-makam kuno dari kerabat Sunan Giri dan para pengikutnya  yang berada di sekitar makam Sunan Giri. 

Selain itu juga terdapat gapura-gapura dengan berbagai bentuknya.
Makam Sunan Giri itu sendiri berada dalam sebuah cungkup yang terbuat dari kayu jati. 
 
Bentuk cungkup itu cukup kecil dengan ketinggian bangunan yang cukup rendah.
Sehingga ruangan di dalam cungkup makam tampak cukup sempit dan pengap.
Ditengah cungkup itulah terdapat makam Sunan Giri yang dilindungi dengan dinding kaca. Nisan makam tampak berselubung kain yang dihiasi dengan sulaman bordir.

Cungkup makam Sunan Giri pada dindingnya berhias gebyok dengan motif ukir-ukirannya yang indah. 



 
Pada bagian luarnya di lindungi dengan kain kelambu untuk menghindari dari debu, kotoran dan usikan tangan-tangan jahil.

Dinding gebyok berukir yang serupa juga terdapat di ruangan dalam cungkup. Pada pintu masuk di dinding gebyok beukir itu terdapat hiasan berbentuk kepala naga. 




Sayang,ada larangan bagi  pengunjung  untuk memotret ruangan di dalam  makam Sunan Giri.

Di dalam cungkup makam  dan di selasar luarnya tampak banyak pengunjung yang melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an dan doa-doa bagi sang Sunan. 

 
Tentunya beberapa diantara mereka  ada yang menyertainya dengan doa-doa berbagai keperluan  bagi dirinya dan keluarganya.
Di sebelah selatan makam Sunan Giri terdapat Pendapa Agung Sunan Giri yang di dalamnya juga banyak terdapat makam-makam kuno. 
______________________________ 
Layanan untuk Web Hosting dan Domain Anda :







 _____________________________

Sedangkan di sebelah utaranya terdapat Masjid Agung Ainul Yakin Sunan Giri dengan dikelilingi banyak kios pedagang yang menjual berbagai jenis dagangan.
Sunan Giri  lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra.


Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit.
Selain menjadi penyebar agama Islam, Sunan Giri juga menjadi Nata ( kepala pemerintahan ) dengan gelar Prabu Satmata dan sebagai Pandita ( pemimpin umat Islam ) dengan gelar Tetungul Khalifatul Mukminin yang ditandai dengan Candra Sengkala yang  berbunyi ‘Trusing Luhur Dadi Haji “ atau tahun 1409 Saka / 1487 Masehi).
Sunan Giri wafat pada tahun 1426 Saka / 1506 Masehi dan dimakamkan di Bukit Giri Gajah, sekitar 2 km arah selatan dari pusat kota gresik. 

Tak jauh dari makam Sunan Giri terdapat Situs Giri Kedaton yang juga bersejarah.

Break Session :




Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
 
 
 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna








Tidak ada komentar:

Posting Komentar