Jumat, 21 Juni 2013

Benda-benda Penolak Bala Di Museum Kesehatan

Cermin itu tampak unik dan berbeda. Pada bagian tengahnya terdaspat gambar berwarna kuning dengan pola seperti jaring laba-laba dan berhias simbol Yin dan Yang. 

Menjumpai cermin dengan bentuk seperti itu mengingatkan saya pada cermin serupa dalam film-film horor ala Mandarin.



Dalam film itu biasanya dikisahkan sang cenayang atau dukun selalu menggunakan cermin itu untuk melawan dan menyerang lawannya dari Dunia Lain seperti hantu, Vampire dan sebagainya.


Sedangkan pada tradisi dan budaya orang Tionghoa , cermin itu biasanya dipasang di depan rumah tepatnya di bagian atas pintu masuk.  




Cermin itu merupakan salah satu koleksi menarik yang ada di Museum Kesehatan atau juga dikenal dengan nama Museum Santet. 
 
Selain cermin yang tak biasa itu, di museum yang berlokasi di jalan Indrapura - Surabaya ini juga menyimpan benda-benda lainnya yang dianggap berfungsi untuk  menolak bala. Termasuk diantaranya adalah untuk mengusir roh-roh jahat.



Benda-benda itu antara lain Patung Dewa Wisnu yang terbuat dari kayu yang terukir dengan indah. Patung yang diperoleh dari Kediri ini diyakini bisa menolak bala.Selain itu ada juga patung Ganesha yang terbuat dari batu dan diperoleh dari Yogyakarta.

Di bagian lainnya terpajang tanduk rusa.yang diperoleh dari Palangkaraya - Kalimantan.
 

Tanduk rusa ini dipercaya bisa menolak penyakit atau bala yang berasal dari luar rumah.  

Sedangkan  bagian ujung tanduk yang runcing ini dipercaya bisa menolak bala atau penyakit yang berasal di dalam rumah. 
______________________________

 

Layanan untuk Web Hosting dan Domain Anda :










 _____________________________

Ada juga koleksi lainnya berupa ladam ( sepatu kuda ) yang berasal dari Jakarta dan Medan. Benda yang biasanya ditempatkan di atas pintu rumah  ini dipercaya bisa melindungi rumah dan orang-orang yang tinggal di dalamnya dari gangguan makhluk halus.


Yang menarik, ada juga koleksi yang digantungkan berupa Klenengan ( Lonceng ) gantung yang diperoleh dari Surabaya. 

 
Benda yang bisa menimbulkan bunyi bergemerincing bila terkena hembusan angin ini juga digunakan sebagai penolak atau pengusir roh jahat baik yang berasal dari dalam dan luar rumah.


Tak hanya memajang benda-benda yang berasal dari nusantara saja, tetapi museum ini juga memasang benda-benda yang fungsinya hampir sama dan berasal dari mancanegara. 



 
Diantaranya adalah supit yang berasal dari Thailand pada tahun 2002. Peralatan makan dan memasak ini biasa digunakan sebagai pendeteksi racun makanan.Sayang tak ada penjelasan bagaimana cara mendeteksi dan indikasi  makanan itu mengandung racun atau tidak saat menggunakan supit itu.

Koleksi lainnya berupa sebuah patung yang terbuat dari marmer dengan bentuk seperti Singa Kilin. Pada patung yang berasal dari Hongkong ini dipercaya bisa memberikan keberuntungan pada seseorang yang namanya terukir pada batu itu.

Terlepas dari benar atau tidaknya tradisi dan kepercayaan itu, keberadaan benda-benda penolak bala itu cukup menarik sebagai khazanah koleksi budaya di museum ini.


Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :



 
=======================================================================





Break Session :


 
 
 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna










1 komentar: