Selasa, 25 Juni 2013

Pameran Benda-benda Jejak Sunan Giri Di Surabaya


Sepintas tak ada yang istimewa pada kedua lembar kain yang berupa kain surban dan sajadah itu. Keduanya tampak kusam dan kumal. 

Bahkan untuk kain sajadah sudah tak utuh lagi dan hanya berupa potongan kecil saja. 

Tetapi siapa sangka jika kain yang sederhana itu sangat berharga karena merupakan milik Sunan Giri, seorang tokoh Walisongo yang dikenal sebagai penyebar ajaran Islam di Pulau Jawa.


Kain itu merupakan salah satu dari benda-benda jejak Sunan Giri yang dipamerkan oleh Museum Sunan Giri - Gresik  dalam Pameran Dwi Tunggal Museum di Museum Tugu Pahlawan - Surabaya pada hari Minggu tgl 23 Juni 2013.
 


Kain surban  yang berjenis kain salami itu konon berasal dari Persia. Kainnya berwarna putih,niru, merah dan coklat dengan hiasan floral.

Sedangkan fragmen kain sajadah itu berasal dari situs kubur Sunan Giri di Desa Giri - Kecamatan Kebomas. 

 
Kain yang berasal dari Timur Tengah dan berukuran 68cm x 23 cm  itu didominasi warna merah dan motif sulur-suluran berwarna kuning.


Selain kain surban dan sajadah itu juga dipamerkan benda-benda lainnya yaitu Al Qur'an kuno yang ditulis dengan tangan. 



Al Qur'an yang ditulis lengkap sebanyak 30 juz itu  pada halaman-halaman tertentu dihias dengan lukisan yang menggunakan tinta warna merah, biru dan emas. Dari bahan kertas dan tinta yang digunakan, dapat diketahui bahwa kitab suci ini berasal dari abad ke-XVII M.


Ada juga koleksi berupa pelana kuda yang terbuat dari kayu dan konon milik pengikut Sunan Giri. 



Pelana kuda yang didapat dari Masjid Ainul Yaqin di Desa Giri ini terdapat bidang ikat dan pijakan kaki yang terbuat dari besi. Dimensi pelana kuda adalah panjang 50 cm dan lebar 38 cm.

Pada bagian lainnya juga terdapat Guci keramik yang berwarna hijau.Guci yang berbahan kaolin ini ditemukan di Masjid Manyar dan berasal dari Cina abad ke-15. 
  ______________________________

Layanan untuk Web Hosting dan Domain Anda :







 _____________________________
 
Guci ini  berfungsi sebagai wadah minuman.

 
Ada juga koleksi yang berupa Piring keramik dari Eropa. Piring yang juga terbuat dari kaolin ini terdapat gambar lanskap pemandangan ala Eropa dan dengan motif sulur-suluran yang berwarna biru.


Koleksi dari Eropa lainnya adalah lampu gantung dengan bentuk dan desainnya yang klasik.Lampu hantung ini digunakan sebagai penerangan di kubur Sunan Giri yang konon berasal dari masa kolonial.


 
Bentuknya oval dan terbuat dari kaca yang bening. Bidang gantung dan kaitnya terbuat dari tembaga.

Bagian badan lampu berfungsi untuk minyak bahan bakar lampu dan pelindung dari angin agar api tetap menyala. Konon, minyak sisa dari lampu itu dipercaya dapat mengobati berbagai jenis penyakit.

Koleksi berupa alat musik Rebana atau Terbang yang berasal dari Timur Tengah dan  terbuat dari kayu juga bisa dijumpai. 



 
Rebana ini juga didapat dari Masjid Ainul Yaqin yang biasa dimainkan sebagai pengiring syair-syair dari kitab baszanji atau syair musik yang materinya bersumber pada ajaran agama Islam.



Koleksi yang lainnya adalah Umpak kayu. Umpakini berfungsi sebagai pelandas tiang bangunan sebagai penahan beban tiang bangunan pada pendapa cungkup kubur Sunan Giri. Bahan umpak ini adalah kayu jati yang terdapat hiasan berupa ukiran motif karang yang umum ditemukan pada benda-benda di masa berkembangnya agama Islam.


Yang menarik, juga terdapat pajangan beberapa foto lama yang menampilkan kondisi Gresik pada masa lampau. Diantara foto itu terdapat foto yang menggambarkan seorang penjual minuman dawet yang tengah melayani pembelinya.

Sayang karena keterbatasan tempat,  hanya ada beberapa koleksi saja yang ditampilkan dalam pameran itu. Agar lebih jelasnya Anda bisa berkunjung langsung ke Museum Sunan Giri yang beralamat di  Jalan Pahlawan no 24 Gresik. Disana Anda bisa menjumpai jejak peninggalan Sunan Giri lainnya yang diantaranya adalah keris Kalam Munyeng yang sangat legendaris.


=================================================================

Break Session :


Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
 
 
 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna








 
===============================================================

1 komentar: