Sabtu, 15 Juni 2013

Koleksi Bambu Bertuah Di Museum Santet Surabaya

Potongan bambu dalam keadaan kering itu sebenarnya tampak sederhana dan biasa saja. Tetapi siapa sangka jika harga bambu itu cukup mahal mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 

Selain karena jarang ada dan dijumpai, bambu itu juga dipercaya konon mempunyai tuah tertentu bagi yang mempercayainya.
 

Bambu yang biasa dikenal dengan nama Bambu Petuk itu merupakan barang yang sangat populer dalam budaya Jawa, utamanya bagi mereka yang aktif dan bergelut dalam dunia paranormal, mistik, klenik dan sebagainya berkaitan dengan tuah yang dimilikinya.

Bambu Petuk itu merupakan salah satu koleksi di Museum Santet - Surabaya. 
_____________________________________ 

____________________________________

Museum yang sebenarnya bernama Museum Kesehatan dr. Adhyatma , MPH itu juga memajang koleksi bambu dan kayu bertuah lainnya.

Bambu-bambu itu ditempatkan dalam etalase kaca dan diberi silica gel agar tidak berjamur. 
 


Disebutkan bahwa Bambu Petuk itu berasal dari jawa Timur pada tahun 1999 dan merupakan bagian dari ilmu para priyayi ( pejabat / ningrat )  untuk meolak bala atau penyakit.  


Disebut Bambu Petuk karena memiliki ciri khas yaitu  ada cabangnya  yang Petuk ( bertemu ) pada satu ruas bambu. 
  

Tentu fenomena Bambu Petuk seperti itu sangat langka karena biasanya cabang bambu itu pisah dan tak ada yang berkumpul dalam satu ruas bambu. 
 
Ada juga jenis bambu dengan ciri khas lainnya yang disebut dengan Pepandang Waskita.  
______________________________


Layanan untuk Web Hosting dan Domain Anda :










 _____________________________

Bambu jenis ini konon bisa mempertajam dan memperkuat kemampuan indera keenam seseorang.Bambu lainnya adalah Bambu kuning yang bisa menyembuhkan sakit kuning .




Selain bambu, ada juga koleksi menarik lainnya yaitu Palerean yang juga diperoleh dari Jatim pada tahun 1997.  




Benda yang sepertinya merupakan bunga dari tanaman semak dan bentuknya seprti Bunga Edelweiss ini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kanker.


Selain bambu, ada juga koleksi yang berupa kayu yang juga bertuah. 


Diantaranya adalah kayu  Wunglen yang diperoleh dari Imogiri pada tahun 1995 sebagai tolak balak dan kayu Rantai dari Alas Purwo Banyuwangi juga untuk kegunaan serupa.

Pada bagian lainnya ada kayu Laru untuk menyembuhkan penyakit diabetes, kayu Kuning untuk sakit kuning,kayu Prana Kuning  untuk penyakit kuning dan beri-beri,

Sedangkan untuk kayu Nogo yang diperoleh dari Gunung Muria - Kudus itu untuk mengusir dan mencegah serangan tikus. 




Kayu itu cukup unik karena permukaannya yang bagaikan ukiran alami. 


Yang membuat miris, ada juga koleksi berupa duri pohon Randu yang biasa digunakan untuk membedah luka. Konon, dengan kandungan zat tertentu pada duri itu bisa mempercepat penyembuhan pada luka.

 
Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan tuah pada benda-benda itu, keberadaan mereka menjadi khazanah yang memperkaya koleksi dan informasi di  Museum Santet ini.


=======================================================================




Break Session :


 
 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna















1 komentar: