Minggu, 30 Juni 2013

Ironi di Kebun Binatang Surabaya Yang Memprihatinkan


Miris dan  memprihatinkan. Begitulah kesan yang saya jumpai di wisata Kebun Binatang Surabaya ( KBS ) di Jawa Timur ini. 

Sebagai destinasi yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda, seharusnya wisata ini semakin besar dan berkembang.Baik dari segi koleksi satwa, fasilitas yang lebih baik dan sebagainya.


Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, koleksi satwa yang ada semakin berkurang. Begitu juga dengan fasilitas-fasilitasnya  tampak semakin kumuh dan terkesan kurang terawat.
  
Silang sengkarut tentang  kemelut dan sengketa yang terjadi antara pengelola , pemerintah kota Surabaya dan pemerintah menjadikan wisata yang dikenal dengan Bonbin Surabaya ini terkena imbasnya.


Tenda keprihatinan yang didirikan di depan loket wisata itu seolah mewakili penderitaan nasib wisata ini beserta koleksi satwa dan karyawannya


Melangkahkan kaki ke beberapa kandang berikutnya ternyata bernasib sama. Kandangnya juga tampak tak bertuan.Saya merasa bingung juga ketika berada disana. Ada banyak kandang yang tampaknya tak berpenghuni.
 

Setelah menunggu dan melongok ke sekitar kandang itu selama beberapa waktu, ternyata tak ada satupun satwa yang ada di kandang itu . 


Ah, memang kandang-kandang itu sudah di kosongkan belum lama ini karena sebanyak 76 satwanya dipindah ke Kebun binatang Mirah Fantasia di Banyuwangi

Berada di area dekat sangkar burung dan ayam, saya juga menjumpai rumah burung yang tampak kumuh .

Menyusuri bagian lainnya di kawasan ini, saya mendapati bangunan yang terbuat dari tumpukan batu yang menyerupai bukit kecil. 


 
Menaiki bukit itu saya juga menjumpai sebuah bangunan dengan kolam air yang kotor di bagian tengahnya. Bangunan itu juga tampak rusak,dan tak terawat. Bahkan pada bagian atapnya juga sudah  banyak yang berlubang dan roboh.


Entah apa fungsi bangunan itu. Di sekitar bangunan ini juga tampak cukup menyeramkan dengan nuansa lumutnya yang cukup tebal dan nyamuk-nyamuk yang berterbangan.
 
______________________________


Layanan untuk Web Hosting dan Domain Anda :






 _____________________________
  
Tak banyak koleksi satwa yang menarik yang saya jumpai disana. Umumnya hanya berupa satwa  jenis primata dan kambing atau sapi-sapian dalam berbagai bentuk dan asal negara.   

Satu hal lagi bila Anda berada disana akan menjumpai banyak kucing yang berkeliaran. Tentang banyaknya kucing itulah yang menjadi joke bahwa kucing-kucing itulah yang koleksi satwa yang sebenarnya di kebun binatang ini.


Untunglah saya masih bisa menjumpai satwa gajah. beruang dan onta yang menjadi penawar rasa penasaran saya tentang koleksi satwa di tempat ini.

 
Dengan tiket masuk Rp 15.000 untuk setiap pengunjungnya, rasanya cukup mahal juga tanpa ada koleksi satwa dan fasilitas  yang memadai bagi satwanya. 
  


Bagi saya lebih baik dan n puas berkunjung ke wisata Zoo Maharani di Lamongan saja. Walau tiket masuknya lebih mahal yaitu Rp 30.000, tetapi koleksi satwa dan fasilitas disana cukup memadai dan mengesankan daripada berkunjung ke KBS ini.




=====================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
 
 
 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna








===============================================================

1 komentar: