Jumat, 21 Juni 2013

Menikmati Indahnya Senja Di Pantai Boom Tuban

Wisata Pantai Boom Tuban rasanya tak ada habisnya untuk dieksplorasi tentang kisahnya. 
 
Karena sudah ada banyak tulisan yang bercerita tentang sejarah dan profil wisata ini,  kali ini saya akan mengajak Anda untuk menikmati pesona keindahan Pantai Boom kala senja.


Ketika senja di pantainya yang berombak tenang. Bentangan kanvas raksasa  yang tiada bertepi dengan semburat warna jingga dan bayangan hitam di sekitarnya , sungguh laksana lukisan alam yang menawan.

Bagai film yang sedang diputar, Keindahan itu terus berlanjut. Saya kemudian menyusuri jalan yang dibangun permanen di bagian tengahnya. 



Tampak deretan pohon cemara dengan bayangan hitamnya yang menjulang tinggi bagaikan raksasa yang menghantar sang surya kembali ke peraduannya.


Sedangkan di sisi lainnya tampak beberapa keluarga ,  remaja yang sedang asyik berfoto ria, bermain gitar atau sekedar bersenda-gurau menikmati indahnya senja dengan perahu-perahu yang tertambat.



Yang menarik, di kawasan ini juga terdapat dua buah sumur yang berair tawar walau lokasinya berada di tepi pantai.

 
Seperti yang tertulis pada prasasti yang terpasang di dinding sumber air itu, pantai Tuban ini dulunya menjadi Pelabuhan besar yang menjadi jalur lintasan utama perdagangan dan pelayaran pada masa kerajaan Singhasari dan Majapahit.

 

Di pantai inilah kisah legendaris tentang  Adipati Ronggolawe bermula. Kala itu dia dan pasukannya  menghadang dan menyerang pasukan tentara Mongol yang hendak menyerbu kerajaan Singhasari.


Sebagai bekas pelabuhan niaga yang besar di masa lampau,tak heran bila di kawasan perairan dan pantai ini banyak ditemukan benda-benda bersejarah seperti gentong dan guci, kuno, persenjataan tradisional, keramik dan sebagainya. 
______________________________

 

Layanan untuk Web Hosting dan Domain Anda :








 _____________________________



Beberapa diantara benda-benda yang berhasil diangkat dari perairan Pantai Boom itu bisa dijumpai di Museum kambang Putih Tuban yang berada di sebelah selatan alun-alun Tuban.

Menyaksikan sang Mata Dewa yang bergerak perlahan menuju ke peraduannya menjadi kenangan yang cukup romantis dan mengesankan.  



Terlebih dengan adanya pendar cahaya penerangan dari lampu merkuri di lokasi.


Karena itu banyak pengunjung yang mengabadikan panorama sunset itu dengan berfoto ria bersama  dengan kekasih atau keluarganya. 





Sayang beberapa lampu penerang yang ada di sana ada yang rusak dan tidak menyala. Entah hal itu dilakukan untuk penghematan listrik atau karena faktor lainnya.
 


 Kalau alasannya hanya untuk penghematan listrik, lalu apa tujuan didirikannya tiang-tiang berlampu itu selain sebagai penerangan di wisata Pantai Boom ini ? 


Semoga hal ini segera mendapatkan perhatian serius dari pihak penanggung jawab dan pengelola wisata ini.



=======================================================================




Break Session :


Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
 
 
 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna









1 komentar: