Selasa, 29 Januari 2013

Eksotisnya Kerajinan Ala Kerajaan Majapahit Di Trowulan

Ada pemandangan yang menarik ketika  saya berada di daerah Trowulan Kabupaten Mojokerto - Jawa Timur.

Di daerah yang berada di sisi ruas jalan antara Jombang dan Mojokerto  itu banyak terdapat jejak kebudayaan kerajaan Majapahit, sebuah kerajaan besar di Pulau Jawa pada masa lampau.
Selain jejak yang berupa bangunan candi-candi, jejak kebudayaan itu juga terlihat dari usaha kerajinan kuningan milik warga  yang berada di desa Bejijong , Kecamatan Trowulan.

Produksi kerajinan kuningan itu umumnya berbentuk menyerupai benda-benda kuno seperti arca dan sebagainya yang biasanya terdapat di candi, bangunan kuno atau yang menjadi koleksi museum.
   
 
Bahkan diantaranya ada yang berbentuk seperti benda aslinya dengan warna dan permukaan yang menyerupai bentuk asli benda-benda kuno peninggalan masa kerajaan Majaphit.
 

Rasa kekaguman saya begitu membuncah menyimak produksi kerajinan kuningan itu. 
Melihat begitu indah, artistik dan detailnya karya kerajinan kuningan itu, bagi saya rasanya para perajin kuningan itu seperti merupakan reinkarnasi dari perajin kuningan yang ada pada masa kerajaan Majapahit.
Produksi kerajinan kuningan itu ada yang dijual dan ditampilkan dalam sebuah galeri atau ruang pajang yang khusus. Ada juga yang dipajang dan dijual langsung di rumahnya yang sekaligus sebagai galerinya. Disamping itu ada juga yang dijual melalui agen pengepul atau melalui toko-toko souvenir.

=======================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog


Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog  

OLeh-oleh Khas Tuban 

Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan

Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur

Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono

Kisah Batu Kodok Di Lamongan

Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan


Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe

Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta


Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 


Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk



Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 

Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong

Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio

Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 

Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio


Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  

Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 


Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga


Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 

Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo

Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban

Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 

Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 


Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro

Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya

Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna







================================================================
 
Selain dari kerajinan kuningan, di daerah Trowulan juga terdapat usaha kerajinan lainnya yaitu pembuatan arca-arca dari batu.
Arca-arca yang bergaya kuno itu ternyata adalah barang dagangan warga setempat baik yang belum laku terjual atau sudah siap kirim.
Mereka membuat arca-arca itu dengan menggunakan bahan baku batu dengan jenis tertentu yang didatangkan dari kabupaten Pacitan. Mereka ada yang membuat arca dengan bentuk arca yang sudah lazim seperti arca Budha, Ganesha, Dewa dan Dewi dan sebagainya.
Ada juga yang mengerjakan pembuatan arca dengan mengikuti bentuk dan desain dari pemesan. Harga arca-arca itu umumnya berkisar dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah yang bergantung pada ukuran,bentuk dan kesulitan cara pembuatannya.
Misalnya saja arca Budha sedang tiduran  dengan ukuran 1 meter  ada pedagang yang menjual dengan harga Rp 150.000. Sedangkan arca ganesha yang berukuran cukup besar dengan tinggi sekitar 2 meter ada yang menjualnya dengan harga Rp 8.000.000.Untuk pengiriman arca ke luar kota itu tentu mereka melakukannya dengan hati-hati dan dengan perlakuan khusus pada pengepakannya.
Saya menjumpai salah seorang perajin arca di Trowulan yang bernama Pak Sutrisno. Pria ini ternyata sangat mahir dalam membuat arca. dengan keahlian dan pengalamannya, Pak  Sutrisno bisa mengerjakan dan menyelesaikan patung Budha sedang tidur hanya dalam waktu 2 hari saja.
Bisa dibayangkan betapa cekatannya pria ini dalam bekerja karena harus mengerjakan mulai dari memilih batu yang masih  berbentuk bongkahan  , memotong, menatah dan menghaluskan arca yang hampir jadi itu  dalam rentang waktu yang cukup singkat.

Sungguh mengagumkan melihat cara kerja mereka yang begitu cepat  dan hasil karya arca mereka yang sangat bagus. Penggarapan setiap arca itu  dengan detail yang jelas  dan tekstur yang rapi.
Yang menarik, menurut Pak Sutrisno  ternyata posisi arca juga  ikut menentukan harga jual  arca. Arca dengan posisi duduk ternyata lebih mahal jika dibandingkan dengan arca dengan posisi berdiri.
Pasalnya, untuk mendapatkan bentuk arca yang proporsional dalam bentuk duduk tentu membutuhkan bahan batu yang lebih banyak dan lebih sulit dalam hal pengerjaannya.
Ketika para perajin arca itu sedang bekerja diantara arca-arca yang ada di sekitarnya, terasa banyak keindahan yang bisa diabadikan secara fotografis.

Dengan hasil arca yang sangat indah dan bagus,   bagi orang awam tentu terasa  cukup sulit juga untuk membedakannya dengan arca kuno yang asli.
Pembuatan arca-arca itu menjadi sebuah usaha  dan kegiatan yang menngerakkan roda perekonomian  warga Desa Trowulan.
Bila Anda sedang berkunjung ke Mojokerto, usahakan untuk menyempatkan diri untuk berkunjung ke Trowulan dan menikmati jejak-jejak kebudayan kerajaan Majapahit melalui kerajinan kuningan dan arca yang dibuat oleh warga disana.

2 komentar: