Minggu, 06 Januari 2013

Pohon Klumpit Raksasa Di Gua Rancang Kencana

Gua Rancang Kencana itu cukup unik dan menarik. Selain terdapat rongga dan  ruangan yang sangat luas di dalamnya, di gua itu juga tumbuh pohon Klumpit.

Pohon itu sangat besar dan tinggi yang berada tepat di depan lubang masuk ke dalam gua. Melihat bentuk dan ukurannya yang raksasa, tentu pohon itu sudah berusia ratusan tahun.


Gua Rancang Kencana berada di Dukuh Menggoran, Desa Bleberan Kecamatan Playen Kabupaten Gunung Kidul, sekitar 40 km dari pusat kota Jogjakarta. Untuk menuju kesana medan jalannya terus menanjak dengan banyak Jurang di kanan dan kiri jalan.
Dari Jogjakarta ada dua alternatif jalur perjalanan yang bisa ditempuh yaitu Jogjakarta-Piyungan-Patuk-Pertigaan Gading-Playen-Bleberan. Sedangkan jalur yang lainnya dari Jogjakarta-Imogiri-Panggung-Playen-Bleberan.
Jika kesana menggunakan angkutan umum dari terminal bis Giwangan Jogjakarta menempuh waktu perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos Rp 6000. Selama perjalanan menuju ke lokasi banyak terdapat hutan dengan vegetasi jenis pohon jati, kayu putih, mahoni, pinus, dan sebagainya. 

Sesampai di Pertigaan Gading atau , perjalanan bisa dilanjutkan dengan naik Angkutan Umum menuju ke Pertigaan Menggoran. Tapi angkutan umum ini hanya ada sampai siang saja bersamaan dengan jam pulang anak sekolah. Selepas itu hanya ada alternatif angkutan ojek dengan ongkos Rp 15.000 menuju ke Gua Rancang Kencana.
Karena perjalanan banyak melewati daerah Hutan dengan banyak persimpangan jalan, ada baiknya untuk bertanya kepada warga setempat tentang arah perjualanan menuju ke air terjun. JIka sudah memasuki Desa Bleberan, di sebuah pertigaan terdapat pos untuk membeli tiket masuk ke lokasi wisata Gua ini.
 Harga tiketnya Rp 3000 per orang. Cukup murah karena tiket itu bisa digunakan untuk masuk ke dua lokasi wisata yaitu air terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang Kencana yang masing-masing berada sekitar 200 meter jauhnya dari pos tiket dengan lokasi yang berbeda.
Pengunjung bisa memilih untuk menuju ke Gua Rancang Kencana atau ke air terjun Sri gethuk terlebih dahulu. Namun ada baiknya untuk menuju ke Gua Rancang Kencana terlebih dahulu karena medannya yang cukup ringan tanpa perlu banyak menguras tenaga daripada medan perjalanan menuju ke air terjun Sri Gethuk. 
Di pos tiket, pengunjung bisa bilang ke petugas untuk pinjam senter sebagai penerang di dalam gua atau sekaligus juga minta diantar oleh pemandunya. Tanpa diantar oleh pemandu pun tak masalah karena untuk menuju ke Gua Rancang Kencana cukup mudah.
Lokasi Gua Rancang Kencana ditandai dengan dua tumpukan bongkahan batu besar di kanan dan kiri jalan yang seolah menjadi pintu gerbangnya.Sekitar 30 meter dari tumpukan batu itu tampak menjulang tinggi sebuah pohon Klumpit ( Terminalia edulis ) yang cukup besar dan rindang. 
Melihat dari bentuk dan besarnya ukuran pohon klumpit dengan bentuk akarnya yang sangat kokoh itu tentu usia tanaman itu sudah ratusan tahun. 
Mendekati pohon raksasa itu barulah tampak lubang yang sangat besar dengan tangga yang sudah disemen untuk masuk dan turun ke dalam gua. Melihat dari atas lubang besar ini dari kejauhan tampak gua Rancang Kencana. 
Rimbunnya tanaman menjadikan lokasi gua rancang Kencana tampak asri dan menyejukkan. Namun temaramnya sinar matahari yang masuk ke dalam gua membuat suasana di dalam dan sekitar gua terasa nuansa mistis.
Menurut Marwanto (26), petugas loket sekaligus pemandu, dulunya Gua Rancang Kencana ini pernah diberi lampu sorot dengan pendar sinar dan cahayanya pada gua menjadikannya tampak artistik.
“Namun atas saran dari sesepuh desa dan menjaga kesakralan gua, lampu penerang itu sejak beberapa tahun lalu kemudian ditiadakan,” kata Marwanto.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :

OLeh-oleh Khas Tuban 


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio


Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 
Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna










================================================================

 

Melangkahkan kaki memasuki Gua Rancang Kencana banyak menjumpai berbagai bentuk stalaktit dan stalakmit yang berwana putih, coklat dan hitam. Namun tak ada satupun stalaktit dan stalakmit itu yang tampak berkilauan.Memasuki ke dalam gua yang ‘ gerbang masuk ‘ nya berukuran lebar 10 meter dan tinggi 8 meter itu juga terdapat tumpukan batu .
Diantara batu-batu itu  ada yang bentuknya seperti sapi . Ada juga batu kotak dengan hiasan ukiran di bagian bawahnya. Sayang tekstur tatahan pada kedua batu itu kurang begitu jelas bentuknya. 
Apakah batu-batu itu juga merupakan bagian dari candi atau bangunan kuno yang dipindahkan ke dalam gua ini atau memang sudah ada di dalam gua ini sejak lama itu menjadi misteri yang belum terjawab hingga saat ini.
Di gua ini juga terdapat beberapa lorong.Yang menarik, ada satu lorong gua yang lubangnya berukuran cukup kecil dan untuk memasukinya harus dengan satu persatu.  Karena saking sempitnya, hanya pengunjung yang bertubuh kurus atau ramping saja yang bisa memasukinya.Di balik lorong itu ternyata terdapat ruangan yang cukup luas dan berukuran sekitar 5x6 meter.
Di ruangan itu pada dindingnya terdapat ornamen hiasan bergambar Garuda Pancasila dan tulisan Prasetya Bhinekaku yang terbuat dari goresan arang. Ornamen itu pada intinya berisi kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Garuda Pancasila.
Sayang keberadaan ornamen itu malah terkesan terlalu dipaksakan karena justru merusak pemandangan dan keaslian panorama di dalam gua. Apalagi apa logika nyambungnya antara Garuda Pancasila dengan Gua Rancang Kencana?  

Menurut buku Legenda Budaya Desa Bleberan yang diterbitkan oleh pemerintah desa Bleberan, Gua Rancang Kencana ditemukan pada tahun 1720 oleh beberapa prajurit dari Laskar Mataram yang menyelamatkan diri dari sergapan pasukan Belanda yang mau menangkapnya.

 Diantara prajurit itu terdapat Kyai Putut Lingga Bawono dan Kyai Soreng Pati yang dengan bertempat di dalam gua ini kemudian menyusun rencana dan strategi untuk mengadakan penyerangan dan perlawanan kembali pada pasukan Belanda.

Rencana dan strategi yang dianggap mulia bagai emas itulah yang kemudian menjadi nama bagi gua ini yaitu Gua Rancang Kencana. Dalam bahasa Jawa Rancang berarti rencana dan Kencana artinya emas.


Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :



1 komentar: