Rabu, 23 Januari 2013

Relief Harimau Di Candi Sanggrahan Tulungagung

Relief itu menggambarkan seekor harimau.Bentuknya cukup aneh karena tidak seperti sosok satwa harimau yang kita kenal pada umumnya. Relief unik itu terdapat di sebuah candi yang berada di daerah Boyolangu .
 
Ada yang Istimewa dengan daerah kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.  Karena di daerah yang bertopografi perbukitan ini banyak terdapat situs purbakala seperti Candi dan Gua dengan beraneka benda Purbakala.

Salah satunya adalah Candi Sanggrahan, yang berada di Dusun Sanggrahan , Desa Sanggrahan ,  sekitar 8 km dari Pusat Kota.

 
 Candi ini  berada pada daerah  pemukiman yang cukup subur. Tediri dari  tiga bangunan,yang sayangnya  masing – masing sudah tidak utuh lagi karena runtuh pada beberapa bagiannya.

Candi Sanggrahan merupakan Kompleks  percandian dengan  terdiri atas sebuah bangunan induk. Bangunan Utama  yang hanya tersisa bagian tengah dan bawahnya saja  ini berukuran panjang 12.60m lebar 9.05 m tinggi 5.86 cm.
Bangunan ini terdiri atas empat Tingkat yang masing – masing berdenah bujur sangkar dengan arah Atap menghadap ke Barat. Selain itu juga ada dua bangunan kecil lainnya  yang berada di sebelah  Timur 


Bahan yang digunakan dalam pembangunanya adalah Batu Bata dengan kombinasi batu andesit pada beberapa bagiannya.
Pada dinding batu andesit itu terdapat beberapa Relief bergambar satwa Harimau. Ada juga beberapa panil relief yang Polos tanpa Gambar apapun.


=======================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog  

OLeh-oleh Khas Tuban 

Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan

Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta

Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk

Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio


Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 
Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna









================================================================

Di tempat ini dulu terdapat lima buah Arca Budha yang masing – masing memiliki posisi mudra yang berbeda. 

Adanya  arca – arca Budha dalam berbagai mudra itu menunjukkan bahwa  Candi Sanggrahan ini adalah candi agama Budha

Arca – arca tersebut  saat ini di simpan di rumah juru pelihara candi demi melindunginya dari jarahan dan pencurian benda-benda purbakala.
 
Bangunan candi induk itu  berada pada  teras/ undakan berukuran 51 m x 42.50 m. Pagar penahan undakan itu berbahan susunan batu  bata setinggi tidak kurang dari 2  meter. 


Ada sensasi perasaan khawatir dan cemas saat melangkahkan kaki melewati undak-undakan itu.
 

Apalagi dengan bentuk bangunannya yang seperti hendak roboh karena sebagaian diantaranya berupa reruntuhan batu bata yang tak beraturan.
 
 
Menurut  ahli Sejarah, Candi Sanggrahan yang juga disebut Candi Cungkup ini di masa lampau merupakan tempat Pemujaan . Selain itu  juga  digunakan untuk beristirahatnya rombongan pembawa jenazah Gayatri (Rajapadmi), Pendeta wanita Budha (Bhiksumi) masa kerajaan Majapahit era  pemerintahan Hayam Wuruk.

Jenazah itu dibawa dari Kraton  Majapahit untuk menjalani upacara pembakaran di sebuah tempat disekitar Boyolangu.
 Arca Gayatri (Rajapatni ) itu sendiri bisa dijumpai  di Candi Gayatri yang lokasinya terletak  sekitar 2 km dari candi Sanggrahan.
Tak jauh dari Candi Sanggrahan ini juga terdapat situs purbakala  lainnya seperti Gua Pasir, Gua Selomangleng, Gua Tiris, Candi Dadi, Candi Gayatri dan Candi Mirigambar.

3 komentar: