Jumat, 18 Januari 2013

Jejak Nostalgia Di Museum Kota Surabaya



Kota Surabaya ternyata tak hanya dikenal dengan wisata berupa Kebun Binatang saja. Di Kota Pahlawan ini juga terdapat destinasi wisata lainnya yang cukup menarik untuk dikunjungi. Apalagi lokasinya yang cukup berdekatan dan mudah dijangkau.

Alternatif wisata itu adalah  wisata Museum Monumen Tugu Pahlawan, Museum Kesehatan, House Of Sampoerna dan Museum Bank Escompto ( Bank Mandiri ).

1. Museum Monumen Tugu Pahlawan. 

Sesuai dengan namanya, museum ini berada di dalam kawasan Monumen Tugu Pahlawan. Bentuk bangunannya seperti piramida yang berada di bawah permukaan tanah. Lokasinya sekitar beberapa puluh meter di belakang Monumen Tugu Pahlawan.

Untuk masuk ke museum ini tiket masuknya Rp 5.000 per orang. Bangunan museum terdiri dari dua lantai.


Di ruangan-ruangannya menampilkan benda-benda koleksi yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa yang terjadi di Surabaya dalam bentuk diorama, replika, foto-foto lama , persenjataan  dan sebagainya.

Diantara foto-foto itu terdapat foto-foto tentang pertempuran yang heroik antara pejuang dan Arek-arek Suroboyo melawan  tentara sekutu.

Museum ini selain memiliki koleksi yang diletakkan di luar museum yaitu di antara taman-taman yang ada di kawasan halaman Monumen Tugu Pahlawan. Benda-benda itu berupa meriam, panser dan mobil Opel kuno milik Pahlawan Nasional Bung Tomo.

2. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH.

Sekitar 1 km ke arah barat dari Monumen Tugu Pahlawan ada museum lainnya yaitu Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH. Museum ini berlokasi di Jalan Indrapura dan berada dalam kawasan kantor intansi pemerintah dalam bidang kesehatan.

Sesuai dengan namanya, museum ini menyimpan benda-benda yang berkaitan dengan dunia kesehatan dan sejarah instansi kesehatan. Berbagai peralatan kesehatan yang kuno yang merupakan sumbangan dari beberapa rumah sakit bisa dijumpai di museum ini.
 
Museum Kesehatan juga dikenal dengan nama Museum Santet. hal ini karena di dalam museum juga menyimpan benda-benda yang berkaitan dengan dunia teluh atau santet.

 Ada juga koleksi yang unik lainnya berupa celana anti perkosaan, boneka Nini Towok, Jailangkung , peti mati dan sebagainya.

Suasana yang horor dan cukup menyeramkan sangat terasa di museum ini. Apalagi disana juga terdapat Ruangan Dunia Lain yang konon merupakan markas para hantu yang pada saat-saat tertentu sering menampakkan wujudnya.Tiket masuk museum ini cukup murah yaitu Rp 1.500 per orang
=======================================================================
Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog
Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog  

OLeh-oleh Khas Tuban 

Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta
Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk

Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio


Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 
Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna









================================================================

3. House Of  Sampoerna

Museum yang ini terkesan ekslusif karena koleksinya hanya terdapat di Kota Surabaya dan tidak ada kembarannya di daerah lainnya. Museum ini bernama House Of Sampoerna yang berlokasi di Jalan Taman Sampoerna no 6.

Di museum ini menyimpan jejak sejarah industri rokok Sampoerna yang pada awalnya dirintis dan dijalankan oleh Liem Seeng Tee , imigran dari Tiongkok yang hijrah ke Indonesia. 

Tentu banyak yang tidak tahu dan menyangka sebelumnya bahwa industri rokok Sampoerna dengan bisnisnya yang menggurita itu pada awalnya dilakukan dengan asongan tembakau di kereta api olerh Liem Seeng Tee.
 
Di museum inulah kita bisa menjumpai jejak-jejak sejarah indsutri rokok Sampoerna.Di dalam ruangan-ruangannya terdapat pajangan foto-foto lama Liem Seeng Tee dengan istri dan anak-anaknya, foto-foto direksi perusahaan, peralatan percetakan, kemasan rokok produksi Sampoerna dari masa ke masa, memorabilia Marching Band Sampoerna yang unik dan fenomenal karena terdiri dari 234 personil yang merupakan karyawan bagian linting rokok perusahaan Sampoerna dan sebagainya.

Ada juga koleksi lainnya berupa benda-benda yang merupakan jejak bioskop milik Dinasti Sampoerna seperti iklan film bioskop, piringan hitam dan sebagainya.

Ternyata pada masa lampau Founder Sampoerna selain berbisnis rokok juga menggeluti usaha lainnya yaitu bioskop atau theatre.

Museum ini juga dilengkapi dengan galeri seni dan  kafe. Selain itu juga ada  Surabaya Heritage Track  ( SHT ) yang bisa diikuti oleh pengunjung museum secara gratis dengan kontak dan mendaftar terlebih dahulu di kantor museum.

Surabaya Heritage Track akan mengajak pengunjung museum untuk berwisata kota dengan menggunakan bis yang berwarna merah dan mengunjungi tempat dan bangunan-bangunan cagar budaya dan bersejarah di Kota Surabaya.

Asyiknya, House Of Sampoerna ini tidak ada tiket masuk bagi pengunjungnya dan buka sampai malam hingga pukul 22.00.

4. Museum Bank Escompto ( Bank Mandiri )

Museum ini berlokasi sekitar 100 meter arah timur dari kawasan Jembatan Merah.


 Sesuai dengan namanya, museum ini menyimpan benda-benda yang berkaitan dengan jejak sejarah Bank Mandiri yang pada masa lampau dikenal dengan nama Bank Escompto.Lokasinya berada di lantai bawah Kantor Bank Mandiri cabang Kembang Jepun.

Diantara benda-benda koleksinya terdapat foto-foto lama Bank Escompto dan bangunan lainnya di Surabaya, berkas dan dokumen kuno yang diantaranya berbahasa Belanda, uang yen, brankas, peralatan mesin ketik dan penghitung kuno dan sebagainya.

Yang menarik, di museum ini juga terdapat sayembara yang unik dan berhadiah uang tunai Rp 1.000.000. Sayembara itu terbuka bagi perorangan yang bisa mengangkat dan memindahkan sebuah mesin kuno pada jarak hanya 1 meter saja dari tempatnya semula.

Walau terkesan cukup mudah, ternyata sampai sekarang masih belum ada yang sanggup dan mampu menaklukkan sayembara itu. Maklum, mesin ketik kuno itu bukan mesin ketik biasa. Karena selain ukurannya yang sangat besar, bobotnya  juga sangat berat yang membutuhkan tenaga 4 pria dewasa untuk bisa mengangkat dan memindahkannya.

Museum ini buka setiap hari sesuai dengan jam dan hari kerja Bank pada umumnya dengan tidak mengenakan tiket masuk bagi pengunjungnya.

Museum-museum itu cukup meanrik untuk dikunjungi. Karena itu, bila Anda berknunjung ke Surabaya, usahakan untuk menyempatkan diri dan waktu Anda dengan berkunjung ke museum-museum itu dan nikmati pesona jejak-jejak nostalgianya.



3 komentar: