Jumat, 28 September 2012

Penambahan Koleksi Baru Di Museum Probolinggo

Museum Kota Probolinggo - Jawa Timur terus berbenah dan berinovasi. Diantaranya dilakukan dengan penambahan koleksi museum dan peluncuran buku tentang sejarah kota Probolinggo yang dilakukan pada tgl 26 September 2012.

Penambahan koleksi museum  yang baru itu berupa Relief yang berkisah tentang Arjunawiwaha. Relief itu berasal dari Candi kedaton yang berada di lereng gunung Hyang di daerah Kecamatan Tiris -  Probolinggo.

Relief itu terdiri dari tiga babak adegan dan disimpan di ruangan pertama museum yang khusus menyimpan benda-benda berupa arca-arca kuno.

 Benda koleksi baru lainnya berupa patung Lengger Probolinggo yang terbuat dari kayu Jati dan berukuran cukup besar yang ditempatkan dalam Ruangan Budaya.

Pada hari  yang sama di museum ini  juga dilakukan peluncuran sebuah buku yang berkisah tentang sejarah kota Probolinggo. Buku itu ditulis oleh Ir. Handinoto, M.T., seorang Dosen senior  dari Desain Arsitektural - ITS.

  -----------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  







================================================================

Buku itu berjudul Sejarah Kota Probolinggo 1746-1940 Ditinjau Dari Sudut Bentuk dan Struktur Kotanya.Sesuai dengan judul dan temanya, buku itu bertutur tentang sejarah kota Probolinggo dari masa ke masa yang disertai dengan foto-foto sebagai ilustrasinya.

Diantara foto-foto dalam buku itu terdapat foto-foto lama tentang peristiwa, bangunan, alat tarsportasi dan sebagainya yang pernah ada di Probolinggo pada masa lampau. Tentu saja juga ada foto-foto lama yang bernuansa masa kolonial Belanda.

Yang menarik, dalam buku itu juga terdapat gambar peta lama kota Probolinggo. Selain itu juga terdapat foto-foto Walikota Probolinggo mulai dari Ferdinand Edmond Meyer  yang menjabat pada tahun 1928 - 1936 hingga Walikota Probolinggo H.M. Buchori SH, M.Si yang menjabat pada 2004 - 2014.
Walaupun sederhana dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari, ternyata penambahan koleksi baru itu banyak mengundang banyak pengunjung untuk melihatnya. Sebuah langkah dan inovasi dari Museum Probolinggo yang patut  kita apresiasi sebagai upaya lebih mengenalkan museum ini pada publik.












1 komentar:

  1. gunakan dan melestarikan lingkungan sekitar secara tidak langsung membangun kota kita sendiri, salam dari event organizer,@bintang_yayan

    BalasHapus