Senin, 24 September 2012

Semaraknya Pawai Budaya Hari Jadi Kota Probolinggo


Suasana di kota Probolinggo pada hari Sabtu tgl 22 September 2012  tampak sangat ramai sekali. Di beberapa ruas jalan utama di kota itu tampak dipadati oleh warga. Mereka tampak antusias untuk menyaksikan Pawai Budaya yang diadakan sebagai  rangkaian kegiatan memeriahkan Hari Jadi Kota Probolinggo ke 653.

Pawai Budaya ini diikuti oleh 52 tim yang berasal dari lembaga dan instansi pemerintah, swasta, warga dan sebagainya. Dalam pawai itu mereka tampil dengan semaksimal mungkin dalam hal personel, kostum,tata rias, properti  dan perlengkapan audio musiknya.

Berbagai bentuk kesenian tradisional dan budaya khas Probolinggo baik yang tradisional dan kontemporer ditampilkan dalam acara ini. Aneka bentuk dan warna pada kostum dan properti yang digunakan oleh peserta menambah semaraknya pawai budaya. 

Yang menarik, dalam pawai budaya ini didominasi oleh properti  berupa becak yang dihias  dalam berbagai bentuk dan warna. Becak-becak itu dikendarai oleh para pejabat pemerintaan dan ditumpangi oleh istrinya. Beberapa diantaranya juga mengajak anak kecilnya.

Adanya pejabat pemerintahan yang berperan sebagai tukang becak itu seakan menjadi nostalgia tersendiri bagi Walikota Probolinggo H.M. Bukhori karena dalam perjalanan karirnya di masa lampau, beliau juga pernah mencari nafkah sebagai tukang becak juga. 

Becak yang pernah digunakan oleh walikota Probolinggo itu sendiri menjadi koleksi di Museum Kota Probolinggo.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  







================================================================
   
Selain itu, dilibatkannya becak-becak itu juga sesuai dengan tema dalam pawai budaya ini yaitu Dari , Oleh dan Untuk Abang Becak. Hal ini tentu  menjadi rezeki tersendiri  bagi para tukang becak yang ada di Probolinggo. 

Menurut salah seorang tukang becak yang becaknya disewa dan digunakan dalam pawai budaya ini, dia memperoleh uang sewa Rp 140.000 untuk sewa becak selama dua hari. Sementara dalam mengayuh becak pada setiap hari biasanya dia hanya memperoleh Rp 30.000-Rp 50.000 saja.

Pada akhir pawai budaya diantara buyaran para penonton, sebuah  mobil yang berwarna hitam  melintas dan dari dalam mobil tampak seseorang yang tidak diketahui wajahnya membagikan lembaran-lembaran kertas pada tukang becak yang ternyata berupa voucher belanja.

 
Pawai Budaya ini cukup menarik karena begitu antusiasnya warga dan pejabat di Kota Mangga ini untuk mengikuti dan menyemarakkan acara.   

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar