Jumat, 15 Februari 2013

Arca Dewa Wisnu dan Dewa Shiwa Di Museum


Wisnu dan Shiwa adalah merupakan dua dari Dewa yang utama dalam keyakinan umat Hindu. Banyak benda-benda bersejarah seperti candi dan bangunan purbakala lainnya yang memiliki ornamen yang menggambarkan sosok dua dewa itu baik yang berupa arca, relief dan sebagainya.

Diantaranya adalah arca Dewa Wisnu yang tersimpan di Museum Majapahit di Mojokerto dan Arca Dewa Shiwa di Museum Airlangga di Kediri. Menyimak arca-arca itu serasa mengalirkan decak kagum yang tiada henti pada agungnya peradaban budaya pada masa lampau.
 

1. Arca Dewa Wisnu Di Museum Majapahit - Mojokerto
Arca itu sangat indah dan menakjubkan. Pada reliefnya  terdapat  sosok Dewa Wisnu yang sedang menunggang burung garuda. Ternyata Arca ini merupakan penggambaran dari Raja Kahuripan yang bernama Airlangga , yang dipercaya sebagai titisan Dewa Wisnu. Setelah membagi Kahuripan menjadi Kediri (Dhoho/Panjalu) dan Jenggala tahun 1045, Airlangga menjadi pertapa bergelar Resi Gentayu.
Ketika ia meninggal pada 1049, arca yang bernomer koleksi 405 itu dibuat untuk memujanya sebagai jelmaan Wisnu, dewa penyelamat dan penjaga dunia. Garuda yang ditungganginya juga merupakan simbol kerajaan Kediri (Garudamukha).
Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu ( Viṣṇu)  dan disebut juga Sri Wisnu atau Nārāyanaadalah Dewa yang bergelar sebagai shtiti (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman (Tuhan Yang Maha Esa).
Selain itu , di museum ini juga ada Arca yang berukuran cukup besar dan berbentuk kepala KALA atau  mahkluk yang menyerupai  raksasa. Wujudnya menyeramkan dengan mata yang besar dan melotot. Pada deretan giginya tedapat taring yang panjang. Di sekitar  arca itu terdapat pajangan arca-arca lainnya dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Arca tersebut merupakankoleksi yang ada di Museum Mojopahit yang berada di daerah Trowulan , Kabupaten Mojokerto - Jawa Timur. Museum ini sungguh sangat mengagumkan karena memiliki  koleksi benda-benda kuno dan bersejarah yang diantaranya berkaitan dengan sejarah kerajaan Majapahit.
Koleksi arca-arca kuno itu ada yang ditempatkan di dalam ruangan museum bersama koleksi benda-benda bersejarah lainnya. Ada juga yang ditempatkan di halaman belakang dan samping museum. Jumlahnya sangat banyak sekali yang kesemuanya dalam keadaan bersih dan terawat dengan baik.

Untuk arca-arca yang berada di halaman belakang museum ada yang ditempatkan dalam tempat terbuka dan ada juga yang ditempatkan dalam naungan bangunan yang berbentuk pendapa. Di sana juga terdapat koleksi berupa prasasti.

Cukup menarik menyimak arca-arca kuno tersebut. Ada yang bentuknya masih utuh, sambungan dan ada juga yang tidak utuh dan berupa potongan  arca. Bahan pembuat arca-arca  tersebut beragam dari yang terbuat dari batu andesit, batu sungai, batu putih dan sebagainya. Begitu pula dengan warnanya ada yang berwarna hitam, putih, abu-abu, coklat dan krem.


Diantara arca-arca itu ada yang berupa arca Garudeya yang bentuknya seperti lambang  yang digunakan oleh Universitas Airlangga.Arca itu tampak khas bentuknya yang berupa sosok burung garuda yang sedang mengepakkan sayapnya. Sayang arca itu keadaannya tidak utuh.
Selain itu juga terdapat arca yang berbentuk seeorang yang bertubuh agak gemuk dan mengenakan aksesoris yang indah pada tubuhnya. Arca ini memiliki ornamen dengan detail dan tekstur tatahan yang halus, rapi dan sempurna.

=======================================================================
Break Session :

OLeh-oleh Khas Tuban 



Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur 
Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah  
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang
Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur

Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan

Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur

Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono

Kisah Batu Kodok Di Lamongan

Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan



Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe

Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta


Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 


Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk



Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 

Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong

Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio

Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 

Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio


Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  

Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 


Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga


Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 

Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo

Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban

Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 

Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 


Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro

Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya

Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna






================================================================
 
2. Arca Dewa Shiwa Di Museum Airlangga 
 
Museum Airlangga Kediri
Arca Dewa Shiwa yang ada di Museum Airlangga di kota kediri ini tampak cukup spektakuler karena ukuran arca yang cukup tinggi dan besar. Tampaknya arca ini merupakan arca yang terbesar di museum yang lokasinya berdekatan dengan wisata Gua selomangleng ini.

Dewa Shiwa, yang mata ketiganya bisa membakar musnah apa pun yang tidak dikehendakinya, biasanya diletakkan di ruang utama candi Hindu.Shiwa adalah dewa tertinggi Trimurti (Shiwa, Wisnu, Brahma). Dewa itu digambarkan bermata tiga dan  bertangan empat  yang masing-masing membawa trisula, cemara, genitri, dan kendi .Ada juga ornamen berupa ardha chandra (bulan sabit) pada hiasan kepala, ikat pinggang dari kulit harimau, hiasan leher ular kobra, dan berkendara Lembu Nandini.

 Museum Airlangga Kediri
Dalam ajaran agama Hindu, Dewa Siwa adalah dewa pelebur, bertugas melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus dikembalikan kepada asalnya.  Sedangkan sosok  tentang Lembu Andini itu juga bisa dijumpai di museum ini pada  Arca Shivanandi . Arca itu menggambarkan Dewa Shiwa sedang menunggang Lembu Andini.
Museum Airlangga Kediri
Masih berkaitan dengan Dewa Shiwa , di museum ini juga ada Arca Ardhanari . Arca ini  merupakan lambang persatuan Shiwa dengan Parwati, isterinya.

Museum Airlangga Kediri
Karena itu , Ardhanari digambarkan berbentuk setengah pria dan setengah wanita bertangan empat, dengan dua tangan belakang masing-masing memegang aksamala dan camara dan dua tangan depan diletakkan di depan perut.

Di museum ini juga ada Arca Dewa Wisnu . Sayang, beberapa bagian dari arca ini juga sudah tidak utuh lagi.

Arca Dewa Wisnu itu juga bisa dijumpai di bagian depan museum. Bentuk arca itu sepintas mirip dengan arca Dewa Wisnu yang berada di Museum Majapahit dan berbeda pada bahan pembuatnya.

Keberadaan arca Dewa Wisnu dan Dewa Shiwa dalam kedua museum itu  menjadi salah satu pesona dan daya tarik museum. 


2 komentar: