Kamis, 14 Februari 2013

Kawasan Bunker Di Kota Surabaya

Bangunan bunker di Kota Surabaya itu walau tampak sederhana ternyata cukup menarik untuk dikunjungi. Apalagi jika bunker itu memiliki kaitan sejarah yang dengan perjuangan bangsa Indonesia dan perjalanan kota Surabaya di masa lampau.
Diantara bangunan bunker yang ada di Kota Pahlawan ini ada 3 bunker yang bisa dijumpai yaitu Bunker Rajawali, Bunker Krembangan Besar dan Bunker Roti Manis. Dua diantaranya sudah tidak digunakan lagi dan satu bunker yang sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat tinggal.
1. Bunker di Jalan Rajawali.

Bangunan  yang berada di Jalan Rajawali - Surabaya itu berbentuk kuno ala bangunan era kolonial.Di sebelah timurnya terdapat bangunan lama juga yang kini menjadi kantor Korps Cacat Veteran Republik Indonesia.


Bangunan itu sendiri tampak kotor dan tidak terawat. Jamur yang menghitam dan lumut  yang menghijau menghiasi dinding bangunannya. Pada beberapa bagiannya sudahrusak dan berlubang. Onggokan sampah dan barang-barang bekas menghuni halamannya.   
       
Siapa sangka ,bangunan ini ternyata menyimpan jejak perjuangan bangsa Indonesia yang terjadi di Surabaya pada masa lampau . Karena dibelakang rumah ini terdapat bunker yang dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda.
   
Bersama Roode Brug Soerabaia yang ,saya berkesempatan berkunjung dan melihat bunker yang berada dibagian belakang rumah kuno itu. Sepintas  cukup bingung juga mengenali bunker itu karena bentuknya yang seperti rumah dengan terdapat tembok, genteng dan tali jemuran pakaian. Beragam jenis tanaman terdapat di sekitarnya.
Namun setelah mendekat ke bangunan yang  berwarna abu-abu itu ,barulah terasa nuansa bunkernya . Bentuk bunker  itu persegi panjang dengan tinggisekitar 2.5 meter dan luas sekitar 8x 8 meter.Pada sisi utaranya terdapat pintu baja.Di dekat pintu baja itu terdapat lubang ventilasi berdiameter  30cm.
Memasuki bunker itu   ternyata memiliki jalan masuk yang menikung dan  membentuk huruf L. Menurut Ady Setyawan dari Roode Brug Soerabaia ,jalan masuk  yang sengaja dibuat   dengan pola menikung seperti itu itu untuk menjebak dan menghadang musuh yang masuk ke dalam bunker.Pasukan yang sudah bersiap siaga dibalik jalan yang menikung itu akan segera menembak setiap pasukan musuh yang masuk ke dalam  bunker.
Bunker yang terbuat dari beton dengan ketebalan sekitar 30cm itu idibuat oleh kolonial Belanda yang tidak jelas kapan tahun pembuatannya.Dulunya  digunakan untuk markas komunikasi radio dan pertahanan dari serangan udara.
Ruangan di dalam bunker terdiri dari beberapa sekat yang tampak pengap karena minimnya ventilasi udara dan pencahayaan alami. Ketinggian atapnya hanya sekitar 2 meter dengan terdapat lapisan kayu sebagai alas penyangga atap beton.

Saat ini ruangan di dalam bunker itu digunakan untuk tempat tidur dan menyimpan barang-barang dan perabotan lainnya oleh warga yang menghuni bangunan Korps Cacat Veteran Republik Indonesia.

Bunker ini bukan tipe yang kedap udara yang bisa mengantisipasi gas beracun pada masa perangKarena dari pintu bunker yang tidak terdapat karet penutup antara pintu dan tembok. Hanya terdapat bekas tempat karet pada pintu.


Pintu bunker itu terbuat dari pelat baja dengan dua tuas pembuka yang harus digerakkan bersamaan ketika membuka atau menutup pintu. Keadaan bunker sedikit menurun dibawah tanah sekitar 50 cm.

Dengan ketinggian langit - langit sekitar 2 m, tebal tembok sekitar 80 cm. Pada beberapa dinding terdapat lubang - lubang mulai 2 - 5 cm yang diperkirakan sebagai jalur kabel - kabel, ini mengingat fungsi bunker sebagai bunker perlindungan telekomunikasi.

Langit - langit terbuat dari papan kayu jati setebal 5 cm, lebar sekitar 10 cm dan panjang mengikuti lebar kamar tiap ruangan, sehingga tidak ada sambungan antar kayu pada tiap ruangan. Di balik kayu jati langsung merupakan atap bunker yang ketebalannya mungkin dua kali lipat tebal tembok.

 
Atap bunker dikamuflasekan dengan atap genteng berbentuk limas yang saat ini sudah runtuh separuhnya. Lantai disekeliling luar bunker merupakan satu kesatuan dengan bunker yang terbuat dari beton dengan lebar sekitar 1,5 m.Di  sekitar bunker ini terdapat bak mandi yang melihat dari bentuknya yang tanpa sekat dulunya digunakan untuk mandi secara bersama.

 
Yang menarik, berada di dalam ruangan bunker ini terasa berada di ruangan kedap suara karena kita bisa mendengar hiruk pikuknya suara yang berasal dari luar bunker.Sebaliknya,yang berada di luar bunker tidak bisa mendengar hiruk pikuk suara yang berasal dari dalam bunker.

 
Setelah mengunjungi bunker ini, saya dan Roode Brug Soerabaia kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke bunker berikutnya yang berada sekitar 200 meter di belakang bunker ini.

Untuk menuju kesana kami harus melewati jalan dengan cara memutar terlebih dahulu. Sebenarnya dulu dari sini bisa langsung menuju ke bunker yang kedua itu.Namun saat ini jalan pintas menuju kesana sudah terhalang oleh bangunan tembok.
2. Bunker di Jalan Krembangan Besar 


Bunker yang kedua ini juga berada dibelakang bangunan lama dengan gaya bangunan ala era kolonial.Terletak di Jl. Krembangan Besar. Disini terdapat beberapa rumah lama yang dahulunya merupakan rumah perwira dari tentara Belanda sejak awal Belanda mendirikan perbentengan didaerah ini. 
  
Saat ini beberapa rumah merupakan milik dari dinas TNI AD, walau beberapa rumah nampaknya sudah berpindah tangan. Rumah - rumah ini sudah banyak mengalami perubahan walau fasade masih menampakkan kekunoannya.
Bentuk bunkernya bundar dengan diameter sekitar 3 meter.Bentuk bangunan bunker berbentuk bulat dengan ketinggan 1 meter. Pintu masuk berbentuk kotak dengan tinggi kurang dari 1 m, sehingga perlu merunduk untuk memasukinya. Pintu masuk terlindung satu tembok berbentuk seperempat lingkaran.

Ruangan dalam bunker ini sangat kecil, mungkin hanya dapat memuat sekitar 6 orang  dengan posisi  berjongkok. Tebal tembok dan atap sekitar 80 cm dari kontruksi beton bertulang.

Dulunya bunker ini bisa dimasuki ruangan di dalamnya. Namun sejak beberapa waktu yang lalu, dengan alasan di dalam bunker banyak terdapat ular yang berbisa,akhirnya bunker itu kemudian ditutup sehingga tidak bisa lagi memasuki dan melihat ruangan didalamnya.
  
Di sekitar bunker ini tampak kotor dan semrawut karena terdapat benda-benda yang berserakan.Tanaman pisang dan cabe tumbuh subur disekitarnya.
=======================================================================
Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
OLeh-oleh Khas Tuban 

Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur 

Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah  

Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang


Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur

Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan

Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta

Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna






================================================================
 
3. Bunker Roti Manis Di Markas Koarmatim Surabaya 

Bangunan kuno itu biasa disebut dengan nama Roti Manis karena bentuknya yang seperti roti manis. Beberapa mobil tampak parkir di sekitarnya. Bangunan yang berbentuk seperti bunker itu berada di sekitar Markas Komando Armada RI Kawasan Timur ( Koarmatim ) TNI Angkatan Laut  di Dermaga Ujung – Surabaya itu sangat dikenal dengan bentuk bangunannya yang cukup unik.

Bangunan itu didirikan sebelum masa perang dan menjadi tempat berlindung sementara bagi  tentara Belanda dan  berfungsi semacam bunker dari serangan pihak musuh. 
 
Bangunan itu dibuat pada tahun 1939 oleh militer Belanda dalam pengembangan pangkalan angkatan lautnya di surabaya. Ketika Jerman menguasai Belanda pada tahun 1940, sekolah angkatan laut Belanda didirikan di Surabaya. Mereka mengira akan adanya serangan udara dari pihak Jepang yg merupakan sekutu Jerman.

Saya bersyukur  bisa menyusuri kawasan ini ketika mengikuti acara Hari Armada RI Ke 67 pada tgl 5 Desember 2012. Saat itu bersama dengan seorang teman yang juga ditemani seorang personel TNI Angkatan Laut, saya diajak menyusuri dan melihat Bunker Roti Manis yang berada di sebelah timur dari dermaga kapal-kapal perang yang ditambatkan itu.
Bentuk bunker itu cukup unik seperti ujung peluru dengan terdapat beberapa pintu di bagian bawahnya. Sayang, pintu-pintu itu sekarang dalam keadaan tertutup dengan cor beton sehingga tidak bisa mengetahui bagaiamana bentuk ruangan di dalamnya.
Disana ternyata ada tiga bangunan bunker dengan bentuk yang sama. Masing-masing bunker itu berjarak sekitar 100 meter. Konon, ketiga bunker itu saling terhubung melalui jalan di bawah tanah.Bagian bawah tanah yang menghubungkan bunker satu dengan lainnya, kini sudah tidak terpakai lagi. Bahkan di beberapa tempat dibiarkan menjadi tempat timbunan sampah. 
Menurut Ady Setyawan, ST dari Komunitas Roodebrug Soerabaia, Bunker Roti Manis itu merupakan bangunan Belanda dan dibuat jauh sebelum perang. Dalam bahasa Belanda bunker perlindungan ini disebut ' Suikerbrood ' yang  jika diartikan bisa berarti 'Roti Gula' atau Roti Manis', mungkin karena bentuknya yang mirip roti
Dalam buku  " Soerabaja Beeld van een stad " halaman 32 terdapat gambar di atas, orang - orang berlarian nampak seperti sedang berlari-lari mengelilingi bangunan itu.Ternyata itu adalah bagian dari latihan menanggapi serangan udara dari angkatan laut Belanda yang biasa disebut " Luchtbeschermingsoefening ".
Pada saat itu, ketika alarm dibunyikan sebagai tanda bahwa ada serangan udara, setiap orang harus segera menempati posisinya baik di dalam bunker maupun bagian melayani senjata anti serangan udara. 
Pada tahun 1942, tentara Belanda yang bertugas di Dutch East Indies harus bersiap menahan serbuan tentara Jepang yang melakukan ekspansi daerah jajahannya.
Beberapa pertempuran besar terjadi di Sumatra, Kalimantan dan Jawa baik di laut, darat dan udara.Jepang seringkali mengirimkan pesawat - pesawat pembom untuk  menetralisir kekuatan Belanda.
Tak jauh dari sana terdapat dermaga tempat berbagai kapal perang milik TNI Angkatan Laut RI ditambatkan.
Tetapi sayang, kawasan ini tertutup untuk umum karena merupakan kawasan militer. Untuk memasukinya pun harus melalui banyak pos penjagaan yang sangat ketat. 
Untunglah , kita  bisa memasuki dan melihatnya  ketika mengikuti acara Hari Armada RI dan Naval Open Base Day yang diadakan pada setiap tahunnya. Pada acara tersebut kawasan ini biasanya terbuka untuk umum walau hanya dalam beberapa jam saja.

2 komentar: