Selasa, 12 Februari 2013

Kuliner Unik Yang Terbuat Dari Tanah Dan Tokek

Setiap daerah biasanya memiliki kuliner yang khas dan menarik untuk dinikmati. Tetapi untuk dua  kuliner yang berikut ini tentu sangat jarang dijumpai. Butuh berpikir lebih dari dua kali untuk menyantap dan menikmati kuliner tersebut.

Betapa tidak, kuliner itu adalah Ampo yang terbuat dari tanah dan dendeng yang terbuat dari tokek. Walaupun terkesan aneh, ternyata kedua jenis kuliner itu memiliki banyak peminat karena diyakini memiliki khasiat tertentu. 
 

1. Camilan Ampo Dari Tuban

Camilan yang terbuat dari tepung, ubi ,buah-buahanan dan sebagainya dengan berbagai bentuk , warna dan rasanya tentu adalah hal yang biasa. Bagaimana bila camilan itu terbuat dari tanah dengan warna dan rasa tanah plus sensasi rasa asap? Tentu camilan itu sangat menarik, unik dan berbeda.

Camilan Itu bernama Ampo yang  bisa dimakan dan  sudah menjadi Tradisi secara turun-temurun. Di beberapa daerah lainnya di Jawa Timur, Jawa tengah, Jogjakarta dan lainnya Ampo masih bisa dijumpai. 
Salah satunya adalah di Kabupaten Tuban - Jawa Timur. Tepatnya di Desa Trowulan Kecamatan Semanding, sekitar 8 km arah selatan dari Pusat Kota Tuban atau 5 km dari Pasar Baru Tuban.
Di desa ini terdapat pembuat ampo yang hanya tersisa 3 wanita berusia lanjut saja yaitu Ramani (80), Darmini (70) dan Rasimah (55). Dari tiga wanita itupun hanya Darmini dan Rasimah saja yang sampai saat ini masih aktif membuat ampo.

Sedangkan Ramani karena kondisi usia lanjutnya dan kesehatannya yang sering sakit-sakitan sejak tiga tahun yang lalu sudah tidak lagi membuat ampo.Dalam seminggu, kedua wanita yang masih aktif membuat ampo itu hanya membuat ampo 2-3 kali saja.Berbeda jauh dengan Masa Kejayaan ampo pada sekitar tahun 1980an dimana mereka bisa membuat ampo 5-6 kali dalam seminggu.
Cara membuat Ampo sangat Sederhana dan mudah sekali. Hanya saja Tanah yang digunakan sebagai bahan baku membuat ampo tidak bisa menggunakan tanah sembarangan.Tanah itu harus berjenis tanah liat yang bertekstur lembut dan bebas dari Pasir, kerikil atau Batu.
Dari tanah yang sudah terkumpul itu kemudian dibentuk menjadi semacam adonan berbentuk kotak atau bentuk tertentu lainnya dengan penambahan Air secukupnya agar adonan tanah menjadi kalis. Cirinya adonan tidak lengket pada Tangan.
Untuk membuat adonan kotak itu dengan menambahkan tanah sedikit demi sedikit dengan sesekali menumbuknya dengan alat semacam palu besar yang terbuat dari Kayu.
Setelah adonan berbentuk kotak siap, proses berikutnya tinggal mengikis atau menyerut tanah di bagian atas adonan itu sedikit demi sedikit dengan menggunakan bilah pisau bambu .
Hasil serutan tanah yang berbentuk seperti ‘ wafer stick/roll ‘ dengan panjang 6-8 cm itu lah yang disebut ampo yang kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di semacam periuk dari Gerabah tanah liat untuk diasapi dengan pembakaran di tungku yang menggunakan kayu bakar.
    
Setelah diasapi beberapa lama dan ampo sudah matang dengan tanda ampo bisa dipatahkan, ampo pun diangkat dari tungku dan setelah didinginkan beberapa saat, Ampo itupun siap untuk disajikan dan disantap.
Ampo terasa hambar dengan sensasi asap karena memang terbuat dari tanah yang diasapi.

=======================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog
Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog   

OLeh-oleh Khas Tuban 


Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur 
Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah  
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang
Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur

Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan

Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur

Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono

Kisah Batu Kodok Di Lamongan

Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan



Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe

Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta


Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 


Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk



Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 

Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong

Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio

Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 

Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio


Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  

Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 


Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga


Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 

Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo

Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban

Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 

Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 


Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro

Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya

Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna






================================================================
2. Dendeng Tokek Di Probolinggo 

Oleh-oleh dari berpergian ke suatu kota yang berupa makanan, buah-buahan, souvenir, pakaian  dan sebagainya tentu adalah hal yang biasa saja. Tetapi bila oleh-oleh itu berupa makanan yang berbentuk dendeng, tentu cukup menggoda selera untuk dinikmati.
Tetapi untuk dendeng yang satu ini, tentu akan membuat Anda berpikir dua kali untuk mau atau segera menyantap dan menikmatinya. Pasalnya, dendeng yang satu ini terbuat dari binatang tokek  ( Gekko gecko ). Dari bentuk Tokek yang cukup menyeramkan, tentu butuh nyali tersendiri untuk menikmati dendeng tokek yang unik.
Dendeng Tokek ini merupakan oleh-oleh yang diproduksi oleh Didik Prabudi, warga Desa Tegal Siwalan Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo - Jawa Timur.

Pria ini justru tidak tertarik dan berminat dengan tokek bertubuh gendut  yang menghebohkan seperti yang terjadi pada beberapa bulan yang lalu.
Sebaliknya, Didik Prabudi justru lebih berminat pada tokek jenis rumahan yang biasa kita jumpai dengan ciri bobot tubuh tokek yang standard dan cenderung kurus.

Dari bisnis tokek yang sudah digelutinya sejak 10 tahun yang lalu itu, dia telah mendapatkan hasil miliaran rupiah.

 
Beberapa bangunan rumah plus bangunan rumah baru yang sedang dibangun dan beberapa mobil mewah yang dimilikinya tentu sudah bisa menunjukkan betapa manisnya bisnis tokek itu.

Didik lebih tertarik memilih tokek kurus itu karena tidak banyak lemaknya sehingga mudah untuk dikeringkan dengan cara dioven.

Menurutnya, bagian tubuh tokek yang  berkhasiat dan banyak digunakan adalah pada bintik-bintik berwarna oranye yang terdapat pada sekujur kulit tokek pada bagian atas.
 
 
Bintik-bintik itulah yang konon mengandung zat-zat tertentu yang berkhasiat dalam obat-obatan tradisional, kosmetik dan keperluan lainnya. 

 
Tokek oven kering itu  itulah yang banyak diminati oleh pasar importir di luar negeri.

Beberapa rekannya di luar negeri yang juga berbisnis tokek kering seperti Jepang, Korea, Taiwan, Singapura dan sebagainya itu  telah menjadi pelanggan tetap Didik Prabudi.


Guna ketersediaan pasokan bahan baku tokek, Didik  menangkarkan tokek sendiri dan telah memiliki surat izin penangkaran tokek dari Dishut Jawa Timur No.522.52/343/116.03/2008.

Selain itu dia juga menerima kiriman tokek dari penangkar tokek lainnya yang banyak terdapat di daerah sekitar tempat tinggalnya.
Selain itu ada juga tokek yang diperoleh dari perburuan dan penangkapan di alam.
Nah, bagaimana apakah Anda tertarik dan penasaran untuk mencoba merasakan nikmatnya Camilan Ampo dan Dendeng Tokek itu ?
 
Bila Anda berminat, jangan lupa bila Anda sedang berkunjung ke Tuban dan Probolinggo, sempatkan diri untuk membeli Ampo dan Dendeng Tokek itu. Dan rasakan kenikmatan kuliner yang cukup ekstrem tersebut.
   

2 komentar: