Kamis, 28 Februari 2013

Teatrikal Roode Brug Di Monumen Tugu Pahlawan

Suasana kawasan Monumen Tugu Pahlawan pada pagi di hari Minggu sangat ramai oleh pengunjung.

 Selain menikmati suasana di kawasan yang bersejarah itu, mereka juga ingin menyaksikan pentas teatrikal yang ditampilkan oleh Roode Brug Soerabaia, sebuah komunitas pegiat sejarah dan perjuangan di kota Surabaya.
_____________________________________ 
____________________________________
Teatrikal perjuangan itu merupakan agenda rutin yang dipentaskan oleh Roode Brug pada minggu ketiga setiap bulannya sebagai hiburan bagi pengunjung Monumen Tugu Pahlawan.

Menurut Adi Setyawan, S.T. , Komandan dari  Roode Brug Soerabaia, pada setiap bulannya teatrikal itu menampilkan kisah perjuangan yang berbeda. Pada tampilan teatrikal tgl 24 Februari 2013 ini, Roode Brug menampilkan kisah yang berjudul Surabaya Teritory Suci.

Kisah ini menampilkan perjuangan dan perlawan para pejuang di Surabaya dalam menghadapi tentara Sekutu dalam pertempuran 10 November 1945 yang legendaris itu. Dalam pertempuran itu, arek-arek Surabaya menolak dan melawan ultimatum dari tentara Sekutu agar para pejuang takluk dan menyerahkan diri pada tentara Sekutu.
 
Mereka mengadakan perlawanan pada tentara Jepang dan tentara Sekutu yang didalamnya juga terdapat pasukan Gurkha yang mengenakan sorban dan wajah berewokan ala orang India.  
 
Pentas ini ditampilkan dalam dua sesi pertunjukan untuk memberikan waktu istirahay sejenak bagi para pemainnya. Personel RB itu terbagi dalam dua bagian yaitu para pejuang Surabaya di sisi timur dan tentara Jepang dan Sekutu di sisi barat.

Dikisahkan, pada saat itu para pejuang sedang berkumpul dengan mendengarkan pidato dari Bung Tomo yang disiarkan melalui radio. Pidato yang menggelora itu menyerukan agar para pejuang dan arek-arek Suroboyo menolak seruan dan ulitimatum dari tentara Sekutu agar takluk dan menyerahkan diri.

Dengan semangat juangnya yang membara, arek-arek Suroboyo kemudian melakukan perlawanan kepada tentara Jepang dan tentara Sekutu.Cukup banyak pejuang dan pasukan musuh yang gugur dalam pertempuran itu yang ditampilkan dengan cukup memikat.

Dalam pertempuran itu  dilengkapi berbagai properti pendukungnya seperti tumpukan karung goni, kembang api sebagai efek asap dan suara tembakan dan musik lainnya.

Banyak penonton yang menyaksikan pentas ini dengan mengelilingi lapangan di depan Monumen Tugu Pahlawan sebagai tempat pentas teatrikal itu. Walau dikemas secara sederhana, atraksi itu cukup menghibur mereka. 
=======================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog

Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog 

OLeh-oleh Khas Tuban
Jejak Kebesaran Sunan Giri Di Gresik

Mahkota Emas Kerajaan Dan Kesultanan Di Nusantara





Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur 
Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah  
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang

Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur
Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan
 
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan


Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta
Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 

Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna

















================================================================
   
Apalagi dalam pementasannya, personel Roode Brug juga mengenakan pakaian ala pejuang dan tentara Sekutu dan tentara Gurkha dengan berusaha  menirukan peristiwa pertempuran yang sebenarnya.

Tak hanya wisatawan yang antusias dan tertarik dengan teatrikal Roode Brug itu. Metro TV juga mengadakan liputan tentang acara itu dan menampilkan kiprah Roode Brug dalam acara Wide Shot - Metro TV.
 
Ade sebagai reporter Metro TV menyatakan ketertarikannya untuk menampilkan Roode Brug Soerabaia ini sebagai liputannya karena jarang ada komunitas yang unik dan aktif seperti Roode Brug. Apalagi komunitas ini sangat kental dengan nuansa perjuangan dan nuansa Surabayanya karena hanya ada di Surabaya. 

Sedangkan menurut Meneer Rifky dari Roode Brug, acara liputan itu akan tayang di Wide Shot Metro TV sekitar tgl 10 Maret 2012.

So, bagi Anda yang juga  tertarik untuk mengetahui bagaimana pentas teatrikal dan liputan tentang Roode Brug Soerabaya itu, jangan lupa untuk memantaunya di acara Wide Shot -  Metro TV pada kisaran tanggal tayangnya.

Sebuah aksi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Roode Brug Soerabaia pada kecintaannya tentang sejarah dan perjuangan yang terjadi di kota Pahlawan yang layak mendapat apresiasi dari berbagai pihak.




 

  












2 komentar: