Jumat, 22 Februari 2013

Mahkota Emas Kerajaan Dan kesultanan Di Nusantara

Mahkota Raja itu sungguh sangat indah dan menawan. Bentuk dan desainnya yang artistik berpadu harmonis dengan kilau warna emasnya. Yang mengagumkan lagi, pembuatan  mahkota Raja itu membutuhkan emas sebanyak 2 kilogram.

Mahkota emas itu adalah salah satu dari beberapa mahkota emas milik Kesultanan dan Kerajaan yang menjadi koleksi Museum Nasional Indonesia , The Museum Of Fine Arts di Amerika dan  sebuah mahkota kerajaan yang tidak jelas siapa pemiliknya karena dilelang melalui internet.


Melalui situs Wilwatikta Online Museum, kita bisa menyimak keindahan maha karya pada mahkota-mahkota emas itu.

1. Museum Nasional Indonesia ( Museum Gajah )
Di museum yang beralamat diJalan Medan Merdeka Barat no.12 - Jakarta Pusat ini memiliki koleksi beberapa mahkota kesultanan dan kerajaan di nusantara yang sangat indah dan mengagumkan. Koleksi itu terdiri Ketopong ( mahkota )  Kerajaan Kutai Kertanegara pada abad ke-19.
Mahkota ini dibuat pada  masa pemerintahan Sultan Muhammad Sulaiman (1845-1899) dibuat oleh seniman lokal dan tukang emas dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Mahkota yang berbentuk  Brunjungan  ini merupakan salah satu simbol paling penting dari keberadaan kerajaan.

Pembuatan mahkota membutuhkan hampir dua kilogram emas dan batu permata  yang tentu bisa dibayangkan sendiri berapa nilainya jika diwujudkan dalam bentuk rupiah. Belum termasuk nilai dalam segi sejarah dan budayanya.

 
Koleksi lainnya berupa   Gelung Agung ( Mahkota  ) dari istana Kerajaan Badung  di  Bali . Mahkota yang bermaterial emas, batu mulia dan batu permata  ini dikenakan pada acara-acara upacara penting seperti dikenakan oleh  pengantin pada pernikahan kerajaan. Selain itu juga  dikenakan oleh penari pilihan dari istana saat melakukan tarian gambuh.

Pada  bagian depan mahkota  dihiasi dengan berbagai bunga dari  logam kecil. Sedangkan bagian belakang berbentuk gelung agung  yang berbentuk segitiga dan  terdapat tiga segitiga kecil yang dihiasi dengan 175 batu permata, ukiran kepala gajah, serta asti karang (batu khusus) yang diyakini memiliki kekuatan gaib untuk mengusir kejahatan

Selain itu juga terdapat koleksi berupa Mahkota dari Kesultanan Siak Sri Indrapura asal Siak - Riau. Mahkota ini terdiri dari material berupa emas, batu mulia dan batu permata.Mahkota ini dibuat dari emas dan dihiasi permata,  berlian dan  batu mirah delima dengan motif filigri dalam berbagai teknik.

Yang menarik, setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Sultan Syarif Kasim II menyatakan tunduk kepada pemerintah RI dan memberikan mahkotanya kepada pemerintah RI untuk kemudian diserahkan dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia.

Koleksi lainnya berupa Mahkota Kerajaan dari Kesultanan Banten - Jawa barat pada  abad ke-18.
Bentuk mahkota seperti mangkok yang terbalik dengan dihiasi oleh motif ukir-ukiran.

Mahkota ini bermaterial emas, batu mulia dan logam yang dilapisi sepuhan. Memiliki  dimensi : 17.0 x 11.5 cm  pada bagian terluar dari mahkota.

=======================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog

Cara Mudah Membuat Toko Online

Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog   

OLeh-oleh Khas Tuban 

Tiga Mobil Kuno Yang Legendaris Di Jawa Timur

Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur 
Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah  
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang


Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur

Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan  
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan


Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta

Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 
Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna






















================================================================

2. The Museum Of Fine Arts di Houston - USA.




Mahkota ini bermaterial emas, batu ruby, sapphir, dan berlian. Memiliki dimensi 6 x 10 1/4 x 8 inches.Merupakan mahkota milik Ratu dari Kerajaan Singaraja di Bali pada abad ke -19.

Pasda bagian atas mahkota tampak hiasan berupa rangkaian bunga. Sedangkan pada bagian depan mahkota berhias batu mulia yang beraneka warna.

3. Mahkota Emas Kerajaan Kahuripan 

 Mahkota emas dengan hiasan batu permata  ini merupakan mahkota dari Kerajaan Kahuripan di jawa Timur abad ke-10. Adanya ciri khas Kerajaan Kahuripan itu tampak pada elemen khas berupa ornamen sosok Garudamukha. Kerajaan KAHURIPAN didirikan oleh AIRLANGGA, beribukota di Wwtan yang berubah menjadi Wotan Mas di era Majapahit dan menjadi Wotan Mas Jedong pada saat ini.

Kerajaan ini di lereng Gunung PAWITRAN atau disebut juga Gunung PENANGGUNGAN. Sepeninggal AIRLANGGA, kerajaan dibagi dua : Kerajaan DAHA dan Kerajaan JENGGALA.

Sayang, tak terdapat informasi tentang siapa pemilik mahkota Kerajaan Kahuripan ini yang dilelang secara terbuka via internet.


Mengetahui adanya arca emas jejak kebesaran kerajaan dan kesultanan  yang berada di luar negeri itu tentu membuat banyak pihak merasa sedih dan prihatin. Tetapi melalui situsnya, Deddy Endarto berpesan agar :
 " Janganlah ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki Kolektor dan Museum ASING, mungkin itu dijarah saat masa penjajahan atau dijual orang kita sendiri atau bahkan anak keturunan yang sedang membutuhkan uang." 
“Amati dengan seksama,  tangkap auranya dan ciptakan yang lebih indah dari itu. Mereka tidak akan pernah bisa menjarah bakat dan keluhuran yang diwariskan leluhur kita”.

2 komentar: