Jumat, 22 Februari 2013

Koleksi Yang Menyeramkan di Museum Kesehatan

Ada Yang Menarik dengan Museum Kesehatan Dr. Adhytama, MPH di Kota Surabaya. Di museum yang berlokasi di Jalan Indrapura ini selain memiliki koleksi benda-benda yang berkaitan dengan sejarah dan dunia kesehatan, ternyata juga ada koleksi benda-benda yang cukup menyeramkan.

Benda-benda yang berada di ruangan Sasana Budaya dan Kesehatan Tradisional itu identik dengan dunia mistik dan gaib. Koleksi yang bernuansa horor ala Dunia Lain itu diantaranya adalah Boneka Jailangkung dan Nini Towok, Tengkorak Manusia, Kotak Abu Jenazah dan Peti Mati .

1. Boneka Jailangkung dan Nini Towok

Yang menarik adalah adanya dua boneka  ‘ Jailangkung dan Nini Towok ‘ yang kerangkanya terbuat dari kayu dan diberi pakaian ala manusia. Boneka yang pada bagian kepalanya menggunakan batok kelapa yang  diberi rambut dan dilukis wajah manusia.

Boneka Jailangkung dan Nini Towok ini biasa digunakan untuk mengundang roh atau arwah untuk berbagai keperluan. Pada masa lampau, Jailangkung dan Nini Towok ini sering dipentaskan sebagai hiburan rakyat  usai panen padi dan hasil pertanian lainnya.
Gambar Jailangkung
Kedua boneka itu terbuat dari gayung air yang menggunakan kerangka  yang berbentuk huruf T dari bahan bambu  dan tempurung  kelapa. Tempurung kelapa itu ditempatkan pada bagian atas dengan posisi menghadap ke muka. Pada bagian depan tempurung tersebut dilukis dengan ornamen  yang berbentuk wajah manusia lengkap dengan rambut buatan.



Pada bagian tengah boneka diberi sebatang bambu yang pada ujungnya diberi  kapur tulis atau alat tulisnya. Setelah pawang atau Dukun melakukan ritual  dengan membaca mantera-mantera khusus untuk mengundang roh-roh dari alam gaib, Jailangkung dan Nini Towok yang dipegangi pada bagian bawahnya itu akan bergerak sendiri dengan meloncat-loncat  dan berputar-putar.



Sambil bergerak-gerak itulah, Jailangkung dan Nini Towok akan menggerakkan kapur atau alat tulis lainnya pada batang bambu dan lembaran papan atau kertas yang telah  disediakan sebelumnya. Boneka – boneka gaib itu akan menuliskan informasi singkat tentang keterangan yang dibutuhkan oleh sang dukun atau orang yang berhubungan dengan dukun tersebut.

2. Tengkorak Manusia


Untuk koleksi Tengkorak dan tulang belulang manusia  ini ditempatkan dalam sebuah kotak kecil yang berukuran sekitar 35 cm x 50 cm. Di dalam kotak itu, tengkorak dan tulang belulang manusia  bercampur dengan tanah  kering

Bilah-bilah bambu dipasang di bagian atasnya yang semakin menambah kesan angkernya. Kotak kecil itu kemudian diselubungi dengan lembaran plastik bening agar tidak dipegangi oleh pengunjung museum.
 
Sayang tidak disebutkan tengkorak manusia itu merupakan tengkorak  siapa dan kapan diperolehnya. Dari penjelasan Bapak Sartono sebagai petugas museum, tengkorak dan tulang belulang manusia itu merupakan sumbangan dari sebuah rumah sakit di Surabaya .

Sebelumnya  tengkorak dan kerangkanya itu digunakan sebagai obyek studi dan penelitian oleh mahasiswa kedokteran dan keperluan pengetahuan lainnya.
 
3.Kotak Abu Jenazah dan Guci Tulang Belulang


Di dekat kotak yang berisi tengkorak dan tulang belulang manusia itu juga terdapat kotak kecil  yang juga  terbuat dari kayu.

 Kotak yang merupakan sumbangan dari seorang warga dari Kalimantan Timur itu digunakan untuk menyimpan abu jenazah.

Begitu juga dengan guci keramik setinggi sekitar 50 cm yang berada di sampingnya juga berfungsi untuk menyimpan tulang belulang manusia.

=======================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog

Cara Mudah Membuat Toko Online

Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog   

OLeh-oleh Khas Tuban 

Tiga Mobil Kuno Yang Legendaris Di Jawa Timur

Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur 
Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah  
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang


Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur

Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan  
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan


Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta

Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 
Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 

Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga

Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 

Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna

















================================================================

 4. Peti Mati 

Masih berada dalam satu deretan, ada juga koleksi yang tak kalah menyeramkan. Koleksi itu berupa peti mati yang terbuat dari kayu dan merupakan peti jenazah milik keluarga dari perintis Museum Kesehatan ini yaitu  Bapak  Profesor Harijadi Soeparto.
Ada kisah yang menarik tentang peti mati itu karena kondisinya yang bekas pakai dan  sebelumnya digunakan untuk meletakkan jenazah dan menguburnya di dalam tanah selama beberapa waktu.
Keluarga besar jenazah tersebut berkeinginan mengganti peti mati itu dengan peti mati yang baru, peti mati itu kemudian diangkat kembali dari dalam kubur dan jenazahnya kemudian  dipindahkan ke dalam peti mati yang baru.
Uniknya, peti mati itu sendiri statusnya hanya dititipkan untuk sementara waktu saja. Karena Bapak Dr. Harijadi Soeparto , DOR, Msc. APU yang saat ini masih hidup sudah berwasiat dan  berpesan akan menggunakan peti mati itu kelak jika  beliau sudah meninggal. Artinya, peti mati itu kelak  tidak bisa dijumpai lagi di museum ini karena menjadi ‘ rumah  masa depan ‘ bagi perintis Museum Kesehatan itu.

Peti mati itu sendiri bisa dibuka. Dan isi di dalamnya cukup mengagetkan juga karena ternyata di dalamnya terdapat lapisan kain dan bantal yang berwarna putih. Selain itu juga terdapat sebuah peti mati yang berukuran lebih kecil dan sudah lapuk pada beberapa bagiannya.
  
Peti mati kecil yang berasal dari kompleks makam  Tjitrosoman di Tuban itu dulunya juga telah digunakan dan diangkat dari dalam kubur untuk dipindahkan jenazahnya ke peti mati yang baru.

Koleksi berupa tengkorak dan tulang belulang manusia, guci  dan kotak menyimpan abu jenazah  dan dengan adanya peti mati yang telah digunakan itu disana membuat  saya tidak bisa membayangkan bagaimana seramnya suasana di ruangan ini bila malam hari.

2 komentar: