Kamis, 27 Desember 2012

Legenda Delapan Dewa Di Kelenteng Kwan Sing Bio

Dalam  Tradisi, sejarah dan budaya  Tionghoa, kisah legenda tentang Pat Sian atau Delapan Dewa tentu sudah tidak asing lagi. Berbagai cerita dalam dalam bentuk tulisan, film, gambar, relief  dan sebagainya banyak yang menceritakan kisahnya. 

Dalam kisah dengan berbagai versi itu, para dewa yang  memiliki penampilan dan kepribadian yang sangat berbeda dan  sering berkumpul bersama  ini merupakan Dewa yang hebat dalam ajaran Tao.

Salah satu tempat yang menampilkan kisah Legenda Delapan Dewa itu adalah Kelenteng Kwan Sing Bio di Kota Tuban - Jawa Timur. Kisah  itu ditampilkan dalam bentuk relief yang cukup besar di dalam ruangan aula kelenteng. 

 
Relief-relief itu dipahat secara Indah dan Artistik di Dinding  dan berukuran cukup besar yang berada di belakang Ruangan Sembilan Gada Suci .


Atau di depan bangunan Istana Kaisar yang cukup megah di kompleks Kelenteng Kwan Sing Bio. 


   

Di depan ruangan ini terdapat Pilar-pilar dengan ornament dan hiasan berbentuk naga.
Sedangkan di bagian belakang terdapat semacam jalusi atau lubang angin berbentuk Khas dengan hiasan Kaligrafi berbahasa  Tiongkok.

Ruangan ini cukup luas sekitar 40 x 40 meter. Dulunya digunakan sebagai tempat bermalam para pengunjung kelenteng dengan menggelar tikar dan selimut yang disediakan oleh pihak Kelenteng.


Namun sejak adanya bangunan  Gedung  pengganti yang baru dan  megah sebagai tempat bermalam pengunjung kelenteng, ruangan ini seolah berfungsi sebagai ruangan cadangan 
yang multi fungsi. 


Di bagian barat ruangan ini terdapat Relief tentang kisah Pat Sian atau Delapan Dewa.

Sedangkan di bagian timur terdapat relief tentang kisah Kiang  Thay Kong bertemu dengan Tjioe Boen Ong. 

Sama seperti ornamen-ornamen lainnya di Kelenteng Kwan Sing Bio, relief-relief itu cukup menarik dengan begitu detail dan ekspresif.

Legenda Delapan Dewa mungkin berawal pada Dinasti Tang, dan cerita itu bervariasi pada setiap dinasti. Para karakternya, menurut versi setelah Dinasti Ming, adalah Han Zhongli, Zhang Guolao, Han Xiangzi, Tie Guali, Cao Guojiu, Lu Dongbin, Lan Caihe, dan He Xianggu.

Legenda Pat Sian Kuo Hai (Ba Xian Guo Hai) mempunyai posisi yang cukup penting di dalam sastra dan budaya Cina.  Ungkapan "Ba Xian Guo Hai" yang menggambarkan  sekelompok orang yang saling mempertunjukkan keahliannya.

Ini ditunjukkan ketika ke delapan dewa beraksi dengan keahlian masing-masing ketika menyeberangi Laut. Delapan Dewa tidak langsung dilahirkan abadi. Mereka berasal dari dunia manusia, seperti dari anggota keluarga kekaisaran, pengemis, pendeta Tao, dan lain-lain. Ada kisah yang yang sangat menarik di belakang mereka saat berhasil berlatih dan mencapai keabadian.

Cao Guojiu adalah Dewa terakhir dari Delapan Dewa. Dia ditampilkan dengan pakaian pejabat resmi dan butiran batu giok. Kadang-kadang ia terlihat memegang alat musik.
keajaiban butiran batu gioknya adalah dapat memurnikan lingkungan.

Li Tie Guai-("Li dengan tongkat besi"). Tongkat besi yang dimilikinya, diberikan oleh Xi
Wang-mu saat dia disembuhkan kakinya. Xi Wang-mu juga mengajarinya mengultivasi diri menjadi Dewa. Benda lain yang dibawanya adalah labu yang berisi ramuan ajaib.

He Xian Gu adalah satu-satunya dewa perempuan di antara Delapan Dewa.
Saat lahir He Xian Gu memiliki enam rambut panjang di kepalanya. Saat berusia
14 atau 15 tahun, seorang dewa muncul dalam mimpinya dan memberi petunjuk kepada dia untuk makan bubuk mika, agar tubuhnya bisa menjadi sangat ringan dan abadi. 

Ia kemudian memakan bubuk mika itu dan juga bersumpah untuk tetap menjaga keperawananya.Suatu hari pada periode Long Jing , He Xiangu terbang ke langit di siang hari bolong, dan menjadi Dewa Tao.

Zhang Guo Lao dikenal cukup menghibur, sering membuat dirinya menghilang, minum dari bunga beracun, memetik burung-burung di langit, serta bunga menjadi layu hanya dengan menunjuk kearah mereka, saat berada dihadapan Kaisar.

Zhang Guolao juga punya kebiasaan unik, yaitu menunggang keledai putih secara terbalik, Tentu saja keledai itu juga merupakan keledai khayangan, yang bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam tas saat ia sedang tak diperlukan tuannya.
 
Han Xiang bisa menunjukkan salah satu kemampuan Tao yang dia pelajari dengan menuangkan anggur kedalam cangkir demi cangkir dari labu miliknya tanpa berhenti. Karena serulingnya dapat memberikan kehidupan, maka Han Xiang juga disebut pemain seruling pemberi perlindungan.

Zhongli Quan adalah salah satu Dewa yang paling kuno dan menjadi pemimpin dari Delapan Dewa (Beberapa orang menganggap Lu Dongbin menjadi pemimpin). Ia juga dikenal sebagai Zhongli Han (Han Zhongli) karena dia lahir pada masa Dinasti Han. Menurut legenda, cahaya terang memenuhi ruangan saat dia dilahirkan. Setelah lahir, tujuh hari penuh dia terus-menerus menangis tanpa henti.

Zhongli Quan adalah seorang Jenderal dalam kerajaan pada masa Dinasti Han. Biasa digambarkan sebagai laki-laki gemuk bertelanjang perut dan membawa kipas bulu yang dapat mengendalikan lautan dan dapat menghidupkan orang mati. Pada hari tuanya dia menjadi petapa dan mendalami ajaran Tao.

Lan Cihe biasanya digambarkan dalam pakaian yang tidak jelas, tetapi sering ditampilkan sebagai pemuda atau gadis membawa keranjang bunga yang terbuat dari bambu. Lan Caihe menggunakan gaun biru lusuh dan dikenal sebagai dewa pelindung para pujangga. Dalam tradisi lain, Lan adalah penyanyi wanita dan memiliki lirik lagu yang dapat meramal kejadian masa depan secara akurat.

Lu Dongbin pernah dalam satu kali berjanji pada Han Zhongli untuk menyelamatkan semua makhluk hidup. Namun dia belum juga menyelamatkan satu orang pun, kemudian dia melakukan sebuah perjalanan menuju daerah Yue Yan. Dalam perjalanannya ia pernah bertemu dengan seorang wanita tua. Pada wanita tua itu dia memberi keberuntungan selama setahun dengan mengubah air sumur miliknya menjadi berisi minuman tuak dengan memasukkan biji-bij padi ke dalam sumur.

Keberadaan relief-relief  Kisah Legenda Tiongkok itu seolah semakin menambah pesona keindahan Kelenteng Kwan Sing Bio.

Free Trial 41.000 Movies  + TV  Episode = Amazon Prime 

======================================================================

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 


Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

======================================================================



 ====================

===============

Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar