Rabu, 28 November 2012

Indahnya Ornamen Di Gedung Serba Guna Emaus


Ada banyak keindahan yang saya jumpai di kawasan wisata religi Gereja Puhsarang di Kediri – Jawa Timur. Selain bentuk bangunan gerejanya yang unik dengan ornamen klasiknya yang indah, Gua Maria Lourdes dan Jalan Salib Bukit Golgota; ternyata masih  ada keindahan lainnya yaitu tentang bangunan Gedung Serba Guna Emaus.


Gedung Serba Guna Emaus  ini berada  sekitar  15 meter di depan   gereja Puhsarang.
 
Sosok bangunannya mudah dikenali karena bentuknya yang mirip dengan bentuk bangunan gereja Puhsarang.Perbedaannya hanya pada ukurannya yang lebih besar dan luas.


Kesamaan bentuk bangunan antara gereja Puhsarang dan bangunan gedung serba guna ini memang disengaja karena ingin meniru dan menerapkan keindahan pada  bentuk dan arsitekturnya yang indah dan klasik.

Hal ini karena  pada saat renovasi dan pembangunan kawawsan wisata gereja Puhsaran ini pada beberapa tahun yang lalu , Tim Pembangunan Keuskupan Surabaya bersama Uskup Surabaya berpendapat bahwa perlu dibangun sebuah gedung yang besar yang bisa menampung para peziarah pada saat Novena yang diadakan tiap bulan  mulai Oktober sampai dengan bulan juni setiap tahunnya.


  -----------------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel menarik  Lainnya tentang Gereja Puhsarang ini bisa Anda baca dengan Langsung KLIK LINk-LINK berikut ini :




Indahnya Ornamen Klasik Di Gereja Pusarang
---------------------------------------------------------------------
Saat itu disepakati bahwa yang dibangun bukan gedung gereja baru, karena sudah ada gereja lama yang cukup indah. Tapi dengan membangun sebuah Gedung Serba Guna  yang bisa digunakan untuk bermacam-macam keperluan : untuk ibadat, hiburan dan kegiatan lainnya.
 
Dengan demikian fungsi amphitheater yang dulu pernah ada di Puh Sarang, yakni di ampiteater yang sudah hilang dan tidak ada lagi sejak tahun 1955 dan ditimbun menjadi taman, diambil alih oleh Gedung Serba Guna.

Gedung Serba Guna Emaus dibangun mirip Perahu dan Gunungan, Hanya saja kalau dalam gereja lama, Bangunan Induk besar dan penuh relief, maka sekarang dibuat lebih sederhana, Bangunan Pendapa yang dalam gereja lama hanya kecil justru dibuat besar untuk bisa menampung banyak umat. 
 ---------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  





================================================================
 
Pada tanggal 12 Oktober 1997 diadakan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Gedung Serba Guna oleh Uskup Surabaya, Mgr. Johanes Hadiwikarta bersamaan dengan pembukaan Novena pada bulan Oktober. Rancangan gedung serba guna dibuat oleh Ir. A.S. Rusli, Ir. Yohan Budi Santosa dan Ir. Harry Widayanto. Sedangkan pembangunan dilaksanakan oleh Ir. Harry Widayanto dibantu oleh Ir. Djoko, Bp. Bernard dan para tukang.


Pada bagian puncak bangunan terdapat  ornament berbentuk empat kerucut yang menghadap empat arah mata angin. Selain itu juga terdapat hiasan berupa lambang salib. Lambang Salib itu juga menghiasi di bagian atap bangunan yang menggunakan media genteng  kaca yang bening. Dengan terpaan sinar dan cahaya matahari pada genteng kaca itu menjadikan Lambang  Salib itu tampak dramatis.


Bangunan ini juga terbuka tanpa ada dindingg penutup atau sekat. Di bagian dalam ruangannya terdapat semacam mimbar dengan beberapa kursi dan meja yang terbuat dari kayu. Sebuah pagar yang terbuat dari besi melingkari mimbar itu .Pada bagian belakang mimbar terdapat  Ornamen dengan relief yang menggambarkan kota Yerusalem dan bukit Gologota di mana Yesus dulu disalib.


Yang menarik, di dekat gedung Serba Guna ini juga terdapat ornament yang berbentuk semacam gua dengan terdapat patung Maria di dalamnya. Patung Maria itu berhiaskan rangkaian bunga dan bekas lelehan lilin yang dinyalakan oleh umat gereja ini.Ada juga tempat sampah yang cukup unik karena menggunakan bahan dari batu sungai yang disusun sedemikian rupa. 

Nama Emaus dipilih untuk nama gedung ini karena dalam ajaran Kristiani di Emaus para murid berkumpul dan bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Sebuah sisi keindahan yang bisa dijumpai di kawasan wisata Gereja Puhsarang.

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar