Rabu, 28 November 2012

Misteri Gedung Singa Di Kota Surabaya


Gedung Singa, begitulah bangunan kuno itu biasa dikenal. Sesuai dengan namanya, pada bagian depan bangunan itu terdapat dua  patung singa.Patung singa yang seolah menjadi penjaga  bangunan itu berwarna abu-abu dan dalam posisi duduk. Sepasang ornamen  yang berbentuk seperti sayap menghiasi punggung patung singa itu.

Tidak diketahui siapa pembuat patung singa itu. Tetapi diduga fungsinya  seperti penjaga bangunan seperti halnya Dwarapala di candi  atau singa Ciok-say di kelenteng.


Ada juga yang menyebut bahwa singa bersayap merupakan satu dari empat binatang buas dalam Bible yang disebut Minute Lion. Singa bersayap juga digunakan sebagai lambang Venesia dan simbol St Mark.

Selain adanya patung Singa, bangunan itu juga mempunyai bentuk dan arsitektur yang cukup unik dan berbeda. Begitu pula dengan ornament-ornamennya.


Gedung Singa itu berlokasi di sekitar  kawasan Jembatan Merah yang menuju ke arah Monumen Tugu Pahlawan. Sosok bangunannya mudah dikenali karena berada di tepi jalan raya di depan terminal bayangan yang menjadi pangkalan angkutan kota atau Lyn.


Dari tampak bagian luar, gedung Singa ini memiliki arsitektur yang sangat indah. Sayang, gedung ini dalam keadaan tertutup dan terkunci. Begitu juga suasana dan lingkungan di gedung itu tampak sangat kotor dan berdebu.

Tak ada seorang pun yang tampak menjaga di gedung ini sehingga saya tidak bisa memperoleh informasi tentang gedung ini dan gambaran ruangan-ruangan yang ada di dalamnya. 

Gedung Singa  ini dibangun pada 1901 ini dan pada jaman kolonial dipakai sebagai kantor Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum Pertanggungan Jiwa dan Anuitas Jiwa), sebuah perusahaan asuransi jiwa terbesar di Belanda yang didirikan pada 1880 namun bangkrut pada 1921

Arsitektur gedung ini adalah karya dari  arsitek terkenal Hendrik Petrus Berlage (Amsterdam 21 Februari 1856 — Den Haag 12 August 1934).

Pada buku “Budaya Visual Indonesia” yang ditulis Agus Sachari dari Fakultas Desain dan Seni Rupa ITB, disebutkan bahwa Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente adalah karya pertama Hendrik Berlage di Hindia Belanda yang dikerjakannya pada 1900.

Ia kemudian membuat desain gedung de Nederlanden van 1845 yang berada di Jl Pintu Besar Utara, Jakarta. Disebutkannya bahwa Berlagen juga menjadi konsultan pemerintah Hindia Belanda dalam proyek restorasi Candi Prambanan.

 

Pada bagian pintunya terdapat papan kayu yang bertuliskan nama PT. APERDI - Jembatan Merah 1923 yang membuatnya juga dikenal sebagai Gedung APERDI.

Di gedung ini tedapat tiga gerbang yang terbuat dari besi dan berbentuk lengkung di lantai satu, dengan bagian tengah berukuran lebih kecil yang merupakan pintu utama yang dijaga sepasang singa bersayap. Pada ketiga lengkung itu juga dipasang susunan batu bata konsentris berwarna merah sebanyak empat baris. 

Pada lantai dua di bagian depannya terdapat pilar-pilar dan ornamen yang juga berbentuk lengkunga Ada juga sebuah tiang bendera yang di bagian bawahnya terdapat  ornamen  yang berupa lukisan pada porselen.  Lukisan pada porselen itu karya Jan Toorop, seorang desainer grafis dan ilustrator, pelukis art nouveau, simbolis dan impressionis, yang lahir 20 Desember 1858 di Purworejo dan meninggal di Den Haag pada 3 Maret 1928.

Lukisan itu bernuansa mistis karena menggambarkan seorang  wanita  yang duduk di tengah dengan tangan dan sayap yang mengembang dan terdapat garis pada dada membentuk huruf A (mungkin inisial Algameene). 

     

Di sebelah kanannya tampak seorang wanita berpakaian Eropa tengah mengangkat bayi berambut pirang, dan di sebelah kirinya lukisan wanita bersanggul dengan pakaian puteri Jawa berkain batik tengah menimang bayi berambut hitam.

Di kiri kanan wanita bersayap itu terdapat bulatan ungu masing-masing berjumlah tujuh, dan empat jam pasir di bawah kakinya. Jam pasir di paling kiri ‘mengisi’ ke bawah, sedangkan jam pasir di paling kanan ‘membuang’ ke bawah, melambangkan kisah 7 tahun masa panen dan 7 tahun masa paceklik dalam kitab suci. 

Gambar itu mungkin sebuah perlambang agar orang menabung (dalam bentuk asuransi) untuk simpanan pada masa sulit.

Terlepas dari hal itu, dengan keindahan dan keunikan bangunanya yang bergaya klasik, Gedung Singa ini sering menjadi lokasi pemotretan untuk fashion, pre wedding dan kegiatan fotografi lainnya.

Free Trial 41.000 Movies  + TV  Episode = Amazon Prime 

======================================================================

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================





 ====================

===============

Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :






Tidak ada komentar:

Posting Komentar