Sabtu, 24 November 2012

Sesajian Dalam Ritual Larung Sesaji Gunung Kelud


Beragam makanan yang berada di hamparan alas tikar itu tampak menggugah selera makan. Mulai dari yang berbentuk nasi, sayuran hijau , lauk pauk , buah, kue  tradisional dan sebagainya. Kesemuanya tampil dalam berbagai warna dengan tatanan yang menarik.

Banyak warga yang berada dan mengelilingi di sekitar  makanan itu. Beberapa pria dewasa tampak memimpin doa sedangkan warga yang lainnya tampak bersiap-siap untuk berrebut makanan itu

Berbagai jenis makanan itu merupakan bentuk sesajian yang terdapat dalam ritual  Larung Sesaji di Wisata Gunung Kelud pada hari Sabtu tanggal 24 November 2012. Tak hanya prosesi dan ritualnya saja yang menarik, tetapi ragam sesajian itu juga menarik untuk disimak.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel menarik tentang Ritual Larung Sesaji Di Wisata Gunung Kelud itu bisa Anda baca dengan Langsung Klik Link berikut ini : 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nuansa adat, tradisi dan budaya menjadi bagian dalam ritual larung sesaji itu. Aneka jenis makanan yang biasa dijumpai dalam tradisi dan acara hajatan yang biasa diadakan oleh warga ada dalam sesajian itu.
Seperti nasi tumpeng  yang  unik  karena berbentuk kerucut. Nasi tumpeng ini ada dua macam yaitu nasi tumpeng yang berwarna kuning dan nasi tumpeng yang berwarna putih. Pada nasi tumpeng yang berwarna putih ditutupi dengan daun pisang yang telah berubah warna menjadi hijau kecoklatan akibat pengaruh ketika menanak nasi.

Kedua jenis nasi yang sama bentuknya tetapi berbeda warna itu ditata dan dihias sedemikian rupa sehingga bentuk dan tampilannya tampak memikat.

Di sekeliling  nasi tumpeng itu terdapat beraneka jenis lauk pauk yang nikmat seperti telor, tahu, tempe, mie, irisan buah ketimun,urapan dari sayuran hijau dan parutan sambal kelapa dan sebagainya.

Selain itu juga ada lauk pauk yang berupa daging ayam. Lauk pauk yang berlumuran bumbu di bagian laurnya ini terdapat dua jenis yaitu daging ayam panggang yang dimasak dengan cara dipanggang dan telah dipotong menjadi beberapa bagian.


Jenis yang berikutnya adalah  daging ayam Ingkung yang dimasak dengan cara tertentu tapi dalam keadaan daging dalam bentuk seekor ayam yang utuh dan tidak dipotong-potong. 

Di tikar itu juga terdapat sesajian berupa beras mentah, buah-buahan seperti apel, sawo dan mangga yang ditaruh dalam sebuah wadah plastik. Dalam wadah lainnya terdapat tumpukan buah pisang jenis Pisang Raja  yang dibagian tengahnya terdapat sesajian berupa Janur  atau daun kelapa yang dirangkai dalam bentuk tertentu dan beberapa helai daun pohon beringin.

Ada juga wadah yang berisi kue tradisional berupa bubur dan kue berbentuk seperti manusia dengan butiran kacang hijau sebagai hiasan matanya. Kue modern  dengan kemasan plastik yang digemari oleh anak-anak juga menjadi sesajiannya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  






================================================================

Dua buah ornamen yang berbentuk tandu juga beirisi  sesajian yang juga ditata dengan menarik. Untuk sesajian dalam bentuk ini berupa hasil-hasil dari olah pertanian dan perkebunan berupa buah-buahan dan sayur-sayuran. 

Seperti buah nanas, salak, mangga, tomat, terong, labu siam, cabai, kacang panjang dan sebagainya.

Di bagian lainnya yang tak jauh dari kerumunan warga itu juga ada sesajian lainnya berupa beberapa jenis bunga yang wangi baunya yang ditempatkan dalam wadah yang terbuat dari daun pisang. Dalam setiap wadah itu juga diberi sebatang rokok, sebutir telur ayam kampung dan uang logam.

Di dekat sesajian bunga-bunga itu tedapat yuswa ,  hio dan kemenyan yang dibakar dengan baunya yang khas. Hio dan yuswa itu ditancapkan dalam periuk yang terbuat dari tanah liat.

Sedangkan untuk kemenyannya dibakar di tungku kecil yang terbuat dari tanah liat dan didalamnya terdapat arang yang membara.Selain itu juga ada makanan berupa bubur dalam lima  warnanya yaitu ungu, putih, pink, coklat, biru dan kuning.

Rangkaian daun dari berbagai jenis tamanan juga menjadi sesajian yang dipasang bersama dengan setandan buah pisang yang masih menggantung pada batang pohonnya.

Berbagai jenis sesajian itu menjadi pemandangan yang eksotis dalam sebuah ritual pengungkapan rasa syukur warga di daerah sekitar Gunung Kelud.


Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :





























 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar