Kamis, 29 November 2012

Jejak Vandalisme Makam Belanda Di Surabaya


Ada banyak bangunan kuno peninggalan masa kolonial Belanda di Kota Surabaya – Jawa Timur.

Beberapa bagian dari bangunan itu beruntung karena nasibnya diperhatikan oleh pemerintah setempat dengan memberikan perhatian khusus dan bahkan menetapkannya sebagai kawasan atau bangunan cagar budaya.


Tetapi tidak demikian halnya dengan kawasan makam Belanda di daerah Peneleh, sekitar 1km dari Monumen Tugu Pahlawan. Walau makam Belanda ini berada dalam naungan Dinas Pertamanan, tetapi keadaannya masih tetap terlantar dan memprihatinkan.
  
Saya merasa  seakan  tak bisa berucap  kata ketika memasuki kawasan makam Peneleh ini karena rasa kagum bercampur miris.

Disana terbentang  lahan yang sangat luas dengan terdapat makam-makam kuno warga Belanda yang jumlahnya ratusan bahkan mungkin ribuan .
 
Makam-makam Belanda itu memiliki berbagai bentuk dan ukuran dengan berbagai ornamennya yang menarik. Banyak diantaranya yang berhiaskan ornamen  berupa patung-patung  bergaya Gothic  yang indah dan artistik.
Beberapa makam itu ada yang bentuknya masih utuh dan terawat dengan baik. Tetapi banyak juga yang keadaan makamnya sudah tidak utuh lagi dan bahkan tidak berbentuk makam lagi karena hanya berupa lubang besar saja.

Melangkahkan kaki menyusuri kawasan makam Belanda ini, pandangan mata saya tertuju pada makam-makam yang terdapat lubang-lubang besar di dekat makam pada posisi atas, bawah dan samping makam.

Menebarkan pandangan mata ke segala penjurunya bisa dipastikan di situ ada makam yang berlubang.
  
Lubang-lubang itu merupakan jejak dari aksi vandalisme  orang-orang yang merusak dan menjarah makam nahas itu untuk mengambil benda-benda berharga dari dalam makam. 
  
Jejak aksi vandalisme itu  juga terlihat dari adanya ornamen-ornamen makam yang rusak dan tidak utuh lagi pada beberapa bagiannya.

Patung tanpa kepala, tanpa tangan atau yang hanya tinggal bagian kaki atau  tangannya saja menjadi pemandangan yang biasa dijumpai disana.
   
Ornamen penghias makam juga banyak yang terlepas dan tergeletak begitu saja tanpa ada yang memperdulikannya. Bahkan yang membuat saya tak habis pikir, ditengah kawasan makam Belanda ini terdapat bangunan sederhana dari dinding bambu yang digunakan sebagai tempat mandi dan jamban bagi warga yang tinggal disekitarnya.

Tentu saja keberadaan bangunan liar itu menjadikan kawasan makam ini tampak semakin kumuh, jorok dan berbau tak sedap. Menjadi perpaduan yang sempurna dengan banyaknya sampah yang berserakan dalam merusak keindahan kawasannya.

Tak hanya, pada bagian lainnya di kawasan ini saya juga menjumpai warga yang sedang asyik beraktifitas dengan ayam jago aduannya.
Tampak  di  sekitarnya, ayam-ayam jago itu itu ditempatkan dalam wadah kurungannnya dan diletakkan diantara makam-makamnya. Ada juga yang diletakkan tepat di atas makamnya.

Pada bagian lainnya tampak jemuran pakaian milik warga disana. Sekelompok hewan ternak berupa kambing juga tampak leluasa berkeliaran dan menaiki makam-makam tersebut. 

Makam Peneleh ini juga menjadi tempat bermain yang menarik bagi anak-anak. Disana kita menjumpai anak-anak yang bermain dan bergembira ria sambil duduk-duduk atau naik di atas bangunan makam.
Sebuah ironi karena kawasan Makam Peneleh ini berada dalam naungan Dinas Pemerintah Kota Surabaya.

Tetapi melihat keadaannya yang merana, terlantar, kumuh, kotor dan jorok, rasanya ada atau tak ada instansi dari pemerintah itu tak ada bedanya.

Karena seperti tak ada perlindungan dan perhatian yang serius dari mereka pada makam-makam Belanda itu, kerusakan-demi kerusakan pada makam tersebut tinggal menunggu gilirannya saja.
---------------------------------------------------------------------------------------------

Artikel Lainnya tentang Makam Peneleh ini bisa Anda Baca dengan Langsung MengKLIK Link-link  di bawah ini :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar