Selasa, 16 Oktober 2012

PASKAS, Komunitas Penggemar Sepeda Kuno Di Surabaya


Ada banyak komunitas penikmat kegiatan bersepeda ria di nusantara . Salah satunya adalah PASKAS, sebuah komunitas penggemar sepeda kuno dan antik dari Kota Surabaya. Komunitas ini cukup aktif dalam menunjukkan eksistensinya dalam berbagai kegiatan. Mereka tampak kompak dan totalitas setiap berkumpul dalam suatu acara.

PASKAS  yang berarti Paguyuban Sepeda Kuno Arek Suroboyo ini berdiri sejak tahun 1994 dengan anggota sekitar 300an dari berbagai usia .Berbagai jenis sepeda mulai dari yang langka atau yang biasa dimiliki oleh anggota-anggota  komunitasnya.Seperti jenis Gazzele,  Pongres , Simplek, Hartok .Pilip, Hima dan masih banyak jenis-jenis yang lainnya.

Mereka biasanya berkumpul di sekitar Balai Kota Surabaya dan Taman Bungkul untuk kemudian bersama-sama berkeliling di penjuru kota. Keberadaan komunitas ini bisa dengan udah dikenali dari buana yang bernuansa masa lampau dan sepeda yang digunakan.

Pada Pawai Budaya yang diadakan di Surabaya beberapa hari yang lalu,  komunitas juga mengerahkan anggotanya yang mengenakan beraneka seragam dan atributnya yang unik. Pada acara-acara yang bersifat resmi, komunitas ini tak segan untuk mengeluarkan dana untuk membeli bunga segar sebagai hiasan yang dipasang di bagian depan rombongan.


Sepeda yang menjadi pemimpin rombongan itu juga cukup menarik karena terdapat tempat khusus bagi seorang pemboncengnya di bagian sampingnya. Biasanya yang menempati adalah seorang wanita dengan dandanan jaman tempo doeloe sambil membawa payung.

Cukup menarik bagi saya ketika menyimak aksi anggota PASKAS ini. Mereka ada yang mengenakan pakaian ala warga pedesaan , pejuang,  tentara lengkap dengan senjata dan peluru replika, peralatan komunikasi seperti telepon atau handy talkie dan sebagainya.
Sambil tetap bersepeda, selama perjalanan mereka sambil beratraksi dengan bergaya seolah menelepon  koleganya dengan peralatan - peralatan komuniksi tersebut. Tentu aja aksi dan gaya  mereka sering memancing senyum dan tawa dari siapapun yang melihatnya.

 ---------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  






================================================================

Diantara anggotanya itu tampak seorang kakek yang ambil bersepeda,  dia membawa sebatang bambu runcing. Rupanya kakek tersebut dulunya merupakan pejuang yang pernah ikut bagian dalam pertempuran  di Surabaya. 

Di bagian depan sepeda kakek itu terdapat lembaran kertas yang berisi pujian dan kekagumannya pada sosok Presiden Soekarno. Sedangkan di bagian belakang sepedanya juga terdapat hiasan miniatur sepeda kuno.
 
Tak kalah uniknya adalah seorang anggota yang mengenakan topeng pada wajahnya. Di bagian belakang  sepedanya terpasang hiasan yang cukup membuat perasaan menjadi bergidik dan miris karena  berupa replika potongan tangan dan kaki yang berlumuran darah. 
 
Mungkin dia bergaya seolah sebagai seorang psikopat yang suka membunuh orang dengan cara mutilasi.


Ada juga beberapa wanita yang bergabung dalam komunitas ini. Mereka tampak penuh semangat dan peraya diri dengan bersepeda sambil mengenakan busana tradisional berupa kain batik dan dan kebaya plus kacamata model kuno.


Kaum prianya juga tak mau kalah. Mereka ada juga yang mengenakan busana tradisional seperti baju surjan dengan motif luriknya yang khas plus blangkon sebagai penutup kepala.

Bila Anda berada di Surabaya dan menjumpai rombongan sepeda kuno yang cukup unik ini, bisa jadi mereka adalah komunitas PASKAS.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar