Rabu, 24 Oktober 2012

Terompet Tanduk Yang Unik Di Surabaya

Tanduk kerbau ternyata bisa menjadi alat musik berupa terompet tradisional.  Hal itu saya jumpai ketika mengunjungi stand Museum Jalesveva Jayamahe pada acara Sparkling Surabaya Touristme Fiesta 2012 di Tunjungan Plasa 3 - Surabaya pada beberapa hari yang lalu.

Terompet tersebut digunakan oleh BKR/TKR Laut Banten pada tahun 1945 yang berfungsi untuk memberikan isyarat dalam bentuk suara atau bunyi-bunyian.

Terompet unik itu merupakan salah satu koleksi Museum Jalesveva Jayamahe yang berlokasi di Kawasan Ujung , Perak - Surabaya. Selain tanduk kerbau, ada juga koleksi museum lainnya yang cukup menarik juga dalam stand itu.

Diantaranya adalah bendera merah putih yang karena sudah berusia puluhan tahun tampak rapuh dan berwara kusam. Di dekat bendera ini terpajang satu bilah pedang Samurai peninggalan masa penjajahan Jepang. Ada juga seperangkat peralatan menyelam.


Pada etalase lainnya terpajang beberapa selongsong peluru meriam dalam berbagai ukuran. Selain itu juga terdapat miniatur kapal dan heliopter milik TNI Angkatan Laut. Diantara miniatur kapal tersebut terdapat miniatur Kapal Layar  Dewaruci yang sangat legendaris karena selama ini  telah terbukti ketangguhan dan kemampuannya dalam  mengarungi beberapa benua dan samudera di dunia .
 

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  






================================================================
Pada sudut lainnya di stand ini memajang benda-benda koleksi yang berkaitan dengan sejarah TKR/BKR pada masa lampau sebagai embrio dari terbentuknya TNI Angkatan Laut. 

 
Koleksinya berupa peralatan radio kuno sebagai alat komunikasi, senapan laras panjang dan senjata tradisional berupa bambu runcing.

Terpajang juga baju seragam BKR / TKR yang berwarna putih.Pada dindingnya terdapat pajangan foto-foto lama beberapa prajurit dan petinggi TKR / BKR. 
 
Diantara foto-foto itu terdapat foto Sudomo yang saat itu berpangkat Letnan Dua sedang berfoto bersama dengan rekannya.

Sedangkan di sudut lainya terpajang dokumentasi  foto-foto lama tentang kapal selam KRI Pasopati yang saat ini dijadikan monumen dan museum di  dekat Plaza Surabaya.

Yang menarik , di bagian tengah stand ini tedapat replika Patung berwarna hijau tosca. Bentuk patung  itu menggambarkan sosok seorang perwira TNI Angkatan Laut yang berdiri gagah lengkap dengan pedang kehormatannya.

Walau hanya menampilkan sebagian kecil koleksi museumnya karena faktor terbatasnya tempat di dalam stand, koleksi-koleksi yang dipamerkan cukup menarik karena bisa membawa kita mengetahui sepenggal jejak tentang sejarah TNI Angkatan Laut. 











Tidak ada komentar:

Posting Komentar